Pemkot Tangsel Jamin Biaya Perawatan Korban Ledakan Cimanggis, Dua Pasien Luka Berat Disiapkan untuk Dirujuk

oleh -56 Dilihat
oleh
Pemkot Tangsel Jamin Biaya Perawatan Korban Ledakan Cimanggis, Dua Pasien Luka Berat Disiapkan untuk Dirujuk

Kota Tangerang Selatan | Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan akan menanggung biaya perawatan warga yang terluka akibat ledakan di sebuah rumah toko (ruko) di Kompleks Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026, itu menewaskan dua orang dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka. Pemkot menyampaikan dukungan bagi para korban dan keluarga yang terdampak, terutama selama mereka menjalani penanganan medis setelah kejadian tersebut.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa saat memberikan keterangan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia juga menyebut terdapat korban yang mengalami luka berat. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien memerlukan perhatian dan penanganan lebih lanjut, sementara pemerintah kota berupaya memastikan kebutuhan perawatan mereka dapat terpenuhi. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari respons pemerintah daerah terhadap dampak ledakan di kawasan pasar tersebut.

Pilar mengatakan Pemkot Tangsel mengawal proses perawatan para korban agar berlangsung maksimal. Pemerintah daerah juga memastikan biaya pengobatan akan ditanggung, sehingga keluarga tidak dibebani urusan biaya ketika mendampingi korban. Pengawalan ini mencakup koordinasi terkait layanan medis yang dibutuhkan, termasuk persiapan rujukan bagi dua pasien dengan luka berat. Dengan demikian, keputusan mengenai penanganan lanjutan dapat mengikuti kebutuhan kondisi pasien dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Jaminan pembiayaan tersebut menjadi perhatian penting bagi warga yang tengah menghadapi situasi darurat setelah ledakan. Keluarga korban dapat memusatkan perhatian pada proses pemulihan, sementara pemerintah kota membantu memastikan akses terhadap perawatan yang diperlukan. Pemkot menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan, termasuk kondisi pasien yang direncanakan menjalani rujukan. Langkah itu diharapkan menjaga kesinambungan layanan medis bagi korban dan memastikan mereka memperoleh penanganan sesuai tingkat luka. Pemerintah juga menyampaikan empati kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga maupun yang masih mendampingi korban dalam masa perawatan.

Dua pasien dengan luka bakar berat akibat ledakan di Cimanggis membutuhkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang dinilai mampu menangani kondisi mereka. Direktur RSU Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa rumah sakit sedang menyiapkan kemungkinan rujukan ke sejumlah rumah sakit, yakni RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, atau RS Pertamina. Pemindahan pasien belum dilakukan karena pihak rumah sakit masih menunggu kepastian mengenai kesiapan fasilitas penerima.

Salah satu pasien disebut mengalami luka bakar hingga 82 persen. Tingkat luka bakar yang luas membuat penanganan lanjutan menjadi penting, sementara proses rujukan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan kemampuan rumah sakit tujuan. Karena itu, RSU Kota Tangsel berkoordinasi untuk memastikan pilihan fasilitas yang dapat menerima pasien. Hingga ada kepastian tersebut, rumah sakit masih menyiapkan proses pemindahan dan memantau perkembangan kondisi pasien yang dirawat.

Dalam keterangan sebelumnya, RSU Tangsel melaporkan bahwa Andri Rahmanto mengalami luka bakar hingga 83 persen. Sementara itu, Andre Ahmad disebut mengalami luka bakar serius dengan persentase di bawah 83 persen. Angka yang disampaikan dalam laporan tersebut berbeda dari keterangan mengenai pasien yang mengalami luka bakar 82 persen, sehingga informasi kondisi masing-masing pasien perlu merujuk pada keterangan yang disampaikan pihak rumah sakit. Kedua pasien masuk dalam pembahasan rencana rujukan untuk memperoleh penanganan lanjutan.

Tujuan rujukan belum ditetapkan karena RSU Kota Tangsel masih berkoordinasi dengan keluarga pasien, sekaligus memastikan kesiapan rumah sakit yang berpotensi menerima mereka. Keputusan akhir akan mengikuti hasil koordinasi tersebut dan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan. Dengan demikian, nama RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Pertamina masih merupakan pilihan yang sedang disiapkan, bukan tujuan pemindahan yang telah dipastikan. Rumah sakit menunggu kepastian sebelum menentukan langkah berikutnya.

RSU Kota Tangsel sebelumnya menerima lima korban ledakan dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, satu pasien meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat. Kondisi para pasien menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan penanganan berikutnya, termasuk kemungkinan pemindahan ke rumah sakit yang memiliki layanan sesuai kebutuhan mereka.

Dua pasien dengan luka berat direncanakan untuk dirujuk agar memperoleh perawatan lanjutan. Penanganan dapat mencakup tindakan medis yang lebih intensif, dan operasi plastik mungkin diperlukan sesuai hasil pemeriksaan serta rekomendasi dokter. Rencana rujukan ini disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing korban, sehingga keputusan akhir tetap mengikuti penilaian tenaga medis.

Sementara itu, Maman dan Ade, yang mengalami luka ringan, dirawat di RSUD Tangsel, Pamulang. Keduanya berada dalam pemantauan tim medis. Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa korban dengan luka ringan diharapkan dapat pulang apabila kondisinya sudah dinyatakan layak oleh dokter. Karena itu, waktu kepulangan tidak ditetapkan hanya berdasarkan kategori luka, tetapi menunggu pemeriksaan dan persetujuan tim yang merawat.

Perbedaan lokasi perawatan dan tingkat keparahan tersebut menunjukkan bahwa penanganan korban dilakukan berdasarkan kebutuhan klinis masing-masing. Pasien yang mengalami luka ringan tetap perlu menjalani observasi sebelum diperbolehkan pulang, sedangkan pasien dengan luka berat memerlukan evaluasi dan perawatan lebih lanjut. Rencana rujukan juga bergantung pada kesiapan fasilitas penerima serta koordinasi antarrumah sakit.

Pilar menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memastikan biaya perawatan para korban ditanggung. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh penanganan yang dibutuhkan tanpa harus menunda layanan karena persoalan biaya. Pemerintah daerah juga mengikuti perkembangan kondisi para korban dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait. Informasi mengenai rujukan, tindakan lanjutan, maupun kepulangan akan mengikuti perkembangan medis, bukan semata-mata perkiraan awal. Penjelasan ini membedakan pasien yang masih ditangani di RSU Kota Tangsel dari Maman dan Ade yang dirawat di RSUD Tangsel, Pamulang, serta tidak mencampuradukkan jumlah pasien di tiap fasilitas.

Pilar menyampaikan bahwa pendampingan bagi para korban ledakan Cimanggis diberikan dengan menyesuaikan kepesertaan masing-masing korban dalam program jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Dukungan tersebut mempertimbangkan apakah korban tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, penanganan kebutuhan korban tetap memperhatikan perlindungan yang dimiliki, tanpa menyamaratakan kondisi kepesertaan setiap orang yang terdampak.

Penyampaian itu menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan terhadap korban dan keluarga, terutama selama masa perawatan dan pemulihan. Pemkot menyatakan akan mengawal proses tersebut agar para korban memperoleh pendampingan sesuai dengan kepesertaan jaminan yang berlaku. Untuk keluarga, kejelasan bahwa pemerintah hadir mendampingi diharapkan dapat membantu mereka menghadapi situasi sulit setelah insiden, sambil tetap berfokus pada kondisi dan kebutuhan korban.

Komitmen Pemkot Tangsel juga mencakup upaya memastikan biaya perawatan tidak menjadi beban keluarga. Pilar menegaskan bahwa dukungan akan diberikan sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, dan proses pemulihan korban akan terus dikawal. Pernyataan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan perawatan, sekaligus memastikan keluarga tidak dibiarkan menghadapi beban tersebut sendiri. Pemkot akan mendampingi korban dalam proses pemulihan dengan memperhatikan kepesertaan yang dimiliki, tanpa mengabaikan keadaan masing-masing korban. Fokusnya tetap pada dukungan bagi korban dan keluarga selama perawatan berlangsung, serta pada upaya agar biaya yang timbul tidak menambah tekanan bagi keluarga. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyertai korban dalam masa pemulihan, dengan bentuk dukungan disesuaikan pada perlindungan yang tersedia melalui jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Dengan demikian, perhatian terhadap korban tidak berhenti pada penanganan awal, tetapi juga mencakup pengawalan pemulihan dan dukungan terhadap keluarga sesuai kepesertaan mereka.

Baca juga: Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat Tewaskan Dua Orang, 11 Lainnya Terluka | Ledakan di Pasar Cimanggis: Dua Tewas, Belasan Terluka, Penyebab Masih Diselidiki | Doddy Katamsi Tetap Manggung Sebelum Jalani Perawatan Intensif 45 Hari