Penanganan KMP Batumandi Disiapkan, Penyeberangan Merak Tetap Berjalan

oleh -73 Dilihat
oleh
Penanganan KMP Batumandi Disiapkan, Penyeberangan Merak Tetap Berjalan

Jakarta | Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menyiapkan pengangkatan KMP Batumandi melalui operasi salvage. Koordinasi ini menjadi bagian dari langkah penanganan pascakejadian, dengan tujuan memastikan proses pengangkatan kapal dapat direncanakan secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan. Persiapan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan teknis serta kondisi yang dihadapi di lokasi, sehingga tahapan penanganan dapat disusun secara terarah.

Pembahasan kedua pihak masih berlangsung, termasuk mengenai penunjukan perusahaan penyedia jasa salvage atau salvor yang akan menangani pekerjaan tersebut. Penentuan penyedia jasa menjadi salah satu hal yang perlu dituntaskan sebelum operasi pengangkatan dilaksanakan. Proses ini juga perlu mempertimbangkan kemampuan pelaksana, kebutuhan penanganan kapal, dan aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung. Kementerian Perhubungan dan ASDP terus berkoordinasi untuk mematangkan berbagai persiapan tersebut.

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan menyampaikan pada Kamis, 22 Oktober 2026, bahwa persiapan dilakukan agar pengangkatan KMP Batumandi dapat segera dilaksanakan. Namun, percepatan tersebut tetap harus mempertimbangkan keselamatan dan keamanan, serta kondisi perairan di sekitar lokasi. Faktor-faktor itu menjadi bagian penting dalam menentukan metode, waktu, dan tahapan operasi salvage. Dengan demikian, pelaksanaan pengangkatan tidak hanya diarahkan agar segera dimulai, tetapi juga harus memperhatikan situasi aktual dan risiko yang mungkin muncul di area kerja.

Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry serta pihak terkait dalam menyiapkan dan melaksanakan penanganan lanjutan. Koordinasi berkelanjutan diperlukan agar langkah pascakejadian berjalan terencana, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Persiapan yang matang diharapkan mendukung pelaksanaan operasi secara aman, sekaligus memastikan keputusan teknis didasarkan pada kondisi di lapangan. Perkembangan pembahasan mengenai salvor dan kesiapan pengangkatan akan menjadi bagian dari proses tersebut, sembari seluruh pihak memastikan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama.

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak tetap berjalan normal setelah KMP Batumandi tenggelam. Kejadian tersebut tidak menghentikan layanan kapal maupun membuat seluruh kegiatan pelabuhan terhenti. Seluruh dermaga beroperasi seperti biasa, sehingga kapal tetap dapat melayani perjalanan sesuai aktivitas operasional yang berlangsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan insiden dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan akses penyeberangan bagi pengguna jasa dan pergerakan kapal di kawasan pelabuhan. Meski demikian, kegiatan di sekitar lokasi kejadian tetap memerlukan pengaturan dan pemantauan agar aktivitas kapal berlangsung tertib serta aman.

Untuk menjaga kelancaran akses keluar-masuk pelabuhan, alur pelayaran diatur oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten. Pengaturan tersebut ditujukan agar pergerakan kapal tetap lancar dan tidak menghambat kegiatan pelabuhan, termasuk operasional dermaga yang terus berjalan. Dengan alur yang dikelola, kapal dapat bergerak sesuai ketentuan dan kondisi lalu lintas pelayaran di sekitar Merak. Langkah ini juga membantu menjaga keselamatan dalam situasi ketika penanganan KMP Batumandi berlangsung, tanpa menimbulkan gangguan yang tidak perlu terhadap aktivitas kapal lainnya. Koordinasi pengaturan menjadi bagian penting untuk memastikan arus kapal tetap terkendali.

Selain pengaturan alur, pemantauan lalu lintas laut dilakukan secara berkelanjutan. Vessel Traffic Service (VTS) Merak terus mengawasi aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian, termasuk pergerakan kapal yang melintas maupun yang menuju dan meninggalkan pelabuhan. Pemantauan ini mendukung upaya menjaga keselamatan pelayaran serta memberi gambaran situasi lalu lintas bagi pihak yang bertugas mengatur pergerakan kapal. Dengan demikian, pengawasan tetap dilakukan seiring berlangsungnya operasional penyeberangan dan penanganan insiden. Masyarakat dan pengguna jasa dapat memahami bahwa layanan pelabuhan tetap berjalan, sementara pengaturan oleh KSOP dan pemantauan VTS dilakukan untuk menjaga kelancaran serta keamanan akses kapal di kawasan Merak.

Untuk mengantisipasi potensi pencemaran minyak di sekitar Pelabuhan Merak, KSOP Kelas I Banten menyiapkan langkah pengamanan melalui koordinasi dengan Pertamina, VTS Merak, serta Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok. Koordinasi ini diarahkan pada kesiapan pemantauan dan penanganan apabila ditemukan indikasi minyak di perairan. Perhatian terutama diberikan kepada alur masuk Pelabuhan Merak, yang menjadi jalur penting bagi kapal yang hendak bersandar maupun melanjutkan pelayaran. Langkah tersebut merupakan upaya pencegahan; informasi yang tersedia tidak menyebutkan bahwa pencemaran minyak telah terjadi.

Salah satu tindakan antisipatif yang disiapkan adalah pemasangan oil boom di lokasi yang dinilai perlu mendapat perlindungan. Peralatan pembatas ini berfungsi membantu menahan dan mengendalikan penyebaran minyak di permukaan air, sehingga dampak terhadap area perairan di sekitarnya dapat dikurangi apabila terjadi tumpahan. Penempatan oil boom juga mendukung upaya agar minyak tidak meluas menuju jalur pelayaran atau kawasan lain. Dengan demikian, kesiapan penghalang tersebut menjadi bagian dari penanganan awal, bersamaan dengan pemantauan kondisi perairan dan koordinasi antarinstansi.

Kegiatan pengamanan dan antisipasi ini melibatkan TB Rijaluta, RIB Cilegon, serta RIB Plaju. Keterlibatan unsur kapal tunda dan kapal cepat mendukung pelaksanaan kegiatan di perairan, termasuk mobilisasi personel dan perlengkapan yang diperlukan untuk memasang oil boom. Sinergi KSOP, Pertamina, VTS Merak, dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok juga membantu menyelaraskan informasi serta kesiapan di lapangan. Melalui langkah tersebut, pengawasan di alur masuk Pelabuhan Merak dapat diperkuat tanpa mengganggu fokus pada kelancaran penyeberangan. Upaya ini menegaskan pentingnya tindakan pencegahan dan kesiapan respons dalam mengurangi risiko pencemaran minyak di kawasan pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa ASDP mendukung langkah Kementerian Perhubungan dalam menjaga agar operasional penyeberangan Merak tetap berjalan normal. Dukungan tersebut mencakup koordinasi untuk menangani kondisi KMP Batumandi, sekaligus memastikan aktivitas kapal dan layanan kepada pengguna jasa tetap memperhatikan keselamatan. Menurut Heru, penanganan kapal disiapkan secara terencana bersama instansi berwenang, sehingga proses yang diperlukan dapat berlangsung tanpa mengabaikan kebutuhan operasional penyeberangan. Upaya menjaga kelancaran layanan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di sekitar lokasi serta perkembangan penanganan di lapangan.

Sejumlah langkah telah disiapkan untuk mendukung proses penanganan dan salvage. Area kapal akan diamankan untuk membantu melindungi lokasi serta mengendalikan akses selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, buoy dan oil boom dipasang sebagai bagian dari pengamanan perairan dan langkah antisipasi terhadap potensi pencemaran. Persiapan operasi salvage juga dilakukan agar proses penanganan dapat dilaksanakan sesuai tahapan teknis yang diperlukan. Setiap tindakan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk otoritas yang memiliki kewenangan atas keselamatan dan pengelolaan lalu lintas pelayaran. Pelaksanaan bertahap ini memungkinkan kondisi di sekitar kapal terus diperhatikan dan tindakan dapat disesuaikan dengan situasi aktual.

Heru menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran menjadi prioritas dalam setiap tahap. Karena itu, rencana penanganan disusun secara terukur bersama pihak berwenang, dengan mempertimbangkan kondisi kapal, lingkungan perairan, serta kebutuhan layanan penyeberangan. Koordinasi dilakukan agar kegiatan salvage dapat dipersiapkan secara memadai, sementara operasional Merak tetap dijaga sesuai ketentuan keselamatan. KSOP Kelas I Banten dan VTS Merak terus berkoordinasi serta memantau pergerakan kapal di wilayah tersebut. Pemantauan dan pertukaran informasi ini membantu otoritas mengambil langkah yang diperlukan, menjaga keselamatan pelayaran, dan mendukung kelancaran pelayanan penyeberangan bagi masyarakat.

Baca juga: ASDP Siapkan Pengamanan Lokasi dan Penanganan Lanjutan KMP Batumandi | Pemulihan Pascabencana Sumatera Dikebut: Perikanan Pulih, Hunian Tetap Disiapkan | TNI Tambah Dukungan Bahan dan Laksanakan Penyemaian untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan