Padang | Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam rangkaian pencurian di sejumlah sekolah di Kabupaten Padang Pariaman dan wilayah sekitarnya. Ketiganya masing-masing berinisial RS, yang berasal dari Jambi; DM, warga Kota Padang; serta MF, yang berasal dari Kabupaten Solok. Pengamanan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan atas perkara pencurian yang menyasar lingkungan sekolah. Hingga penyelidikan berjalan, dugaan keterlibatan setiap orang masih didalami oleh kepolisian.
Penangkapan dilakukan melalui pengembangan penyelidikan yang melibatkan tim opsnal Polsek Padang Utara Polresta Padang bersama Resmob Polda Sumatera Barat. Kerja sama antartim tersebut menjadi bagian dari upaya polisi menelusuri dugaan tindak pidana yang terjadi di sejumlah lokasi, termasuk sekolah-sekolah di Padang Pariaman. Informasi mengenai asal ketiga orang itu telah disampaikan sebagai bagian dari identifikasi mereka, namun status dugaan keterlibatan tetap perlu dibedakan dari kesimpulan hukum.
Dalam perkara ini, polisi masih mendalami peran masing-masing pihak serta kemungkinan kaitannya dengan peristiwa pencurian yang sedang diselidiki. Pengamanan terhadap RS, DM, dan MF belum dengan sendirinya membuktikan bahwa mereka melakukan tindak pidana. Proses penyelidikan diperlukan untuk menguji informasi dan mengumpulkan keterangan yang relevan sebelum kepolisian menetapkan langkah berikutnya. Karena itu, keterangan mengenai dugaan keterlibatan mereka masih bersifat sementara dan harus disampaikan secara hati-hati.
Kasus pencurian di sekolah-sekolah tersebut menjadi perhatian karena menyangkut sejumlah lokasi di Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya. Dalam pengembangan perkara, koordinasi Polsek Padang Utara Polresta Padang dan Resmob Polda Sumatera Barat mendukung upaya penelusuran yang dilakukan kepolisian. Namun, rincian lebih lanjut mengenai peran masing-masing orang maupun kaitan mereka dengan setiap lokasi belum dapat dipastikan hanya dari informasi pengamanan. Polisi masih menelusuri perkara dan mendalami dugaan yang ada. Perkembangan penyelidikan nantinya menjadi dasar untuk menjelaskan hubungan para pihak dengan kasus tersebut secara lebih terang, tanpa mendahului proses hukum yang masih berlangsung.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa aksi pencurian menyasar lima sekolah di Kabupaten Padang Pariaman. Informasi tersebut masih merupakan temuan awal dalam proses penanganan perkara, sehingga perlu dibedakan dari kesimpulan akhir penyelidikan. Nama-nama sekolah yang disebut dalam hasil sementara itu adalah SMAN 1 2×11 Enam Lingkung, SMAN 1 Batang Anai, SMAN 2 Lubuk Alung, SMAN 1 Enam Lingkung, dan SMAN 1 Lubuk Alung.
Penyebutan kelima sekolah tersebut memberikan gambaran mengenai cakupan lokasi yang sedang ditelusuri. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci waktu setiap sekolah diduga dibobol, urutan kejadian, maupun kronologi khusus di masing-masing lokasi. Karena itu, tidak tepat untuk menyimpulkan sekolah mana yang menjadi sasaran lebih dahulu atau mengaitkan waktu tertentu dengan salah satu peristiwa. Rincian semacam itu hanya dapat disampaikan apabila telah dikonfirmasi melalui keterangan resmi atau perkembangan penyelidikan berikutnya.
Nama sekolah juga perlu dicatat secara cermat karena terdapat beberapa lokasi dengan unsur nama yang serupa. SMAN 1 2×11 Enam Lingkung dan SMAN 1 Enam Lingkung merupakan dua nama berbeda dalam daftar, begitu pula SMAN 1 Lubuk Alung dan SMAN 2 Lubuk Alung. Pembedaan ini penting agar laporan mengenai dugaan pencurian tidak mencampuradukkan sekolah-sekolah yang disebut dalam penyelidikan sementara.
Dengan demikian, lingkup dugaan perkara yang saat ini diungkap mencakup lima sekolah tersebut, sementara detail tiap kejadian belum dijelaskan. Penyebutan nama-nama itu tidak dengan sendirinya menguraikan bagaimana aksi berlangsung ataupun barang apa yang hilang di setiap sekolah. Informasi mengenai kerugian dalam perkara ini ditaksir mencapai Rp303 juta secara keseluruhan, tetapi angka tersebut tidak dirinci per sekolah dalam keterangan yang tersedia. Perkembangan lebih lanjut dapat membantu menjelaskan kaitan lokasi-lokasi tersebut serta memastikan rincian kejadian, tanpa mendahului hasil pemeriksaan yang masih berjalan.
Barang yang diduga hilang dalam pencurian di lima sekolah di Padang Pariaman terdiri atas beragam perangkat penunjang kegiatan belajar dan operasional. Di barang yang disebutkan terdapat laptop, proyektor, komputer, serta printer. Perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk mendukung pembelajaran, penyajian materi, dan pekerjaan administrasi sekolah. Kehilangan aset semacam ini dapat mengganggu pemanfaatan fasilitas yang tersedia, terutama apabila perangkat tersebut biasa digunakan secara rutin oleh siswa maupun tenaga pendidik. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci jumlah setiap jenis barang yang diduga diambil dari masing-masing sekolah.
Selain perangkat komputer, barang yang dilaporkan turut mencakup peralatan laboratorium, telepon genggam, uang tunai, dan kabel pengisi daya. Ragam barang itu menunjukkan bahwa benda yang diduga hilang tidak terbatas pada satu kategori perlengkapan. Peralatan laboratorium memiliki fungsi khusus dalam kegiatan praktik, sedangkan telepon genggam dan kabel pengisi daya merupakan barang elektronik yang dapat digunakan untuk komunikasi atau kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, tidak tersedia keterangan lebih lanjut mengenai merek, spesifikasi, jumlah, maupun kondisi barang-barang tersebut sebelum kejadian. Karena itu, uraian mengenai barang yang hilang perlu dibatasi pada jenis yang telah disebutkan.
Total kerugian akibat pencurian di lima sekolah tersebut ditaksir mencapai Rp303 juta. Angka itu merupakan perkiraan keseluruhan untuk kasus yang melibatkan kelima sekolah, bukan nilai yang dapat dibagi secara pasti berdasarkan lokasi. Tidak ada rincian yang tersedia mengenai nilai kerugian di setiap sekolah ataupun taksiran harga untuk masing-masing barang. Dengan demikian, angka Rp303 juta sebaiknya dipahami sebagai estimasi gabungan atas kehilangan yang dilaporkan. Daftar barang yang diduga diambil mencakup laptop, proyektor, komputer, printer, peralatan laboratorium, telepon genggam, uang tunai, serta kabel pengisi daya. Informasi terperinci mengenai jumlah barang dan pembagian nilai kerugian belum disampaikan, sehingga rincian tambahan tidak dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia.
Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami perkara dugaan pencurian yang terjadi di lima sekolah. Pendalaman dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sekaligus memastikan keterlibatan tiga orang yang telah diamankan. Hingga keterangan tersebut disampaikan, proses pemeriksaan dan pengumpulan informasi masih berlangsung, sehingga polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai peran masing-masing orang maupun keseluruhan perkara.
Pernyataan Kapolres disampaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Keterangan yang sama juga menyebut bahwa pendalaman masih berlangsung pada Kamis. Kedua keterangan waktu itu mencerminkan bahwa penyidik terus bekerja mengembangkan perkara dari waktu ke waktu. Polisi menelusuri dugaan pencurian tersebut dengan memeriksa informasi yang tersedia dan mengurai hubungan kejadian di sejumlah sekolah. Perkembangan penyidikan diharapkan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kapolres menegaskan bahwa kepolisian masih berupaya mengungkap perkara secara menyeluruh. Karena penyidikan belum tuntas, masyarakat diharapkan menunggu keterangan resmi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Informasi yang relevan dari warga dapat membantu penyidik memperoleh petunjuk, terutama apabila berkaitan dengan kejadian atau keadaan di lingkungan sekolah. Setiap informasi akan menjadi bahan bagi polisi untuk menelusuri dugaan tindak pidana tersebut lebih lanjut.
Selain penanganan perkara, kepolisian juga memperkuat langkah pencegahan agar keamanan lingkungan tetap terjaga. Kapolres menyebut koordinasi dengan Bhabinkamtibmas diperkuat, sehingga komunikasi kepolisian dan masyarakat di tingkat lokal dapat berjalan lebih baik. Polisi juga mengajak wali nagari, wali korong, tokoh masyarakat, serta ninik mamak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Peran unsur setempat dinilai penting dalam membangun kewaspadaan dan mendorong warga saling menyampaikan informasi.
Warga diimbau segera.
Baca juga: WFH dan Sekolah Daring Beriringan dengan Antrean BBM yang Memanjang di Klungkung | Antrean BBM di Bali Dorong Sekolah Denpasar Beralih ke Pembelajaran Daring
- <a href="https://putraturatea.com/protes-pendidikan-dan-dugaan-korupsi-memicu-kerusuhan-di-tirana/”>Protes Pendidikan dan Dugaan Korupsi Memicu Kerusuhan di Tirana
- Anang Hermansyah Ingatkan Azriel untuk Mendalami Politik Sebelum Terjun
- WFH dan Sekolah Daring Beriringan dengan Antrean BBM yang Memanjang di Klungkung



































