Bogor | Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor menargetkan perbaikan eskalator yang tidak berfungsi di skybridge Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, rampung pada akhir November 2026. Target tersebut disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, sebagai perkiraan waktu penyelesaian pekerjaan. Bayu juga menyebut pengerjaan berpotensi mundur, dengan batas paling lambat pada awal Desember 2026. Karena itu, akhir November belum dapat dipastikan sebagai tanggal eskalator kembali beroperasi. Jadwal tersebut masih berupa target yang disampaikan pihak dinas, bukan kepastian bahwa perbaikan akan selesai tepat pada waktu itu.
Informasi ini memberi gambaran mengenai perkiraan waktu penanganan fasilitas penghubung di stasiun tersebut. Eskalator yang mati menjadi perhatian pengguna skybridge, terutama mereka yang mengandalkan fasilitas itu untuk berpindah tingkat. Namun, keterangan yang disampaikan Bayu berfokus pada jadwal sasaran perbaikan. Tidak ada tanggal pasti yang dinyatakan sebagai hari pengoperasian kembali, sehingga perkembangan pelaksanaan pekerjaan tetap perlu dipantau. Jika pengerjaan berlangsung sesuai rencana, fasilitas itu ditargetkan selesai diperbaiki menjelang akhir November. Apabila prosesnya membutuhkan waktu tambahan, penyelesaian dapat bergeser hingga awal Desember.
Perbedaan target dan kepastian penting diperhatikan agar informasi jadwal tidak dianggap sebagai janji tanggal yang sudah final. Keterangan Dishub menunjukkan rentang perkiraan, yakni akhir November hingga paling lambat awal Desember 2026, sementara hasil akhirnya bergantung pada penyelesaian pekerjaan. Untuk saat ini, pengguna skybridge dapat memahami bahwa perbaikan sedang ditargetkan selesai dalam rentang tersebut, tetapi belum ada kepastian bahwa eskalator langsung bisa digunakan pada akhir November. Bayu tidak menetapkan tanggal operasional tertentu dalam keterangan itu. Informasi lanjutan mengenai progres maupun waktu eskalator kembali berfungsi dapat menjadi rujukan bagi masyarakat setelah ada pembaruan dari pihak terkait.
Hasil pemeriksaan terhadap eskalator di Skybridge Bojonggede menunjukkan bahwa kerusakan yang ditemukan lebih banyak daripada perkiraan awal. Perkiraan tersebut sebelumnya menjadi salah satu dasar dalam menyiapkan anggaran perbaikan. Setelah kondisi eskalator ditinjau lebih lanjut, cakupan pekerjaan yang dibutuhkan ternyata lebih luas dari yang semula diperkirakan. Temuan ini membuat rencana awal perlu disesuaikan sebelum pelaksanaan perbaikan dapat dimulai.
Perbedaan perkiraan dan kondisi aktual berdampak pada kebutuhan pendanaan. Penambahan anggaran harus dilakukan agar pekerjaan dapat mencakup seluruh kerusakan yang teridentifikasi, bukan hanya bagian yang sudah diperkirakan sebelumnya. Dengan demikian, proses perbaikan perlu menunggu penyesuaian anggaran sebelum dapat dieksekusi. Langkah tersebut diperlukan untuk menyelaraskan rencana kerja dengan hasil pemeriksaan di lapangan, sehingga kebutuhan penanganan dapat diperhitungkan secara lebih menyeluruh.
Bayu menyatakan bahwa setiap kerusakan yang ditemukan akan diperbaiki. Pernyataan itu menegaskan bahwa cakupan penanganan akan mengikuti hasil pemeriksaan, termasuk temuan tambahan yang muncul setelah penilaian awal. Perbaikan menyeluruh diharapkan dapat menangani kondisi eskalator secara sesuai, alih-alih membatasi pekerjaan pada perkiraan sebelumnya. Karena itu, penyesuaian anggaran menjadi bagian penting sebelum pengerjaan berlangsung. Setelah kebutuhan pendanaan diselaraskan dengan kondisi aktual, pekerjaan dapat dilaksanakan dengan cakupan yang mencerminkan seluruh kerusakan yang telah ditemukan. Pendekatan ini juga memberi kejelasan bahwa setiap temuan menjadi pertimbangan dalam proses perbaikan Skybridge Bojonggede, tanpa mengabaikan kondisi yang baru diketahui saat pemeriksaan dilakukan.
Bayu menjelaskan bahwa perbaikan eskalator Skybridge Bojonggede tidak dapat dilakukan dengan memaksakan tangga kembali beroperasi sebelum kondisinya dipastikan aman. Salah satu bagian tangga perlu berada dalam posisi terlipat selama penanganan. Menurut teknisi, apabila bagian tersebut dipaksa bergerak atau diluruskan, tangga berisiko meluncur atau berubah menjadi lurus secara tiba-tiba. Kondisi semacam itu dapat membuat proses perbaikan berbahaya bagi petugas maupun orang yang berada di sekitar eskalator. Karena itu, penanganan perlu mengikuti kondisi mekanis alat dan dilakukan secara hati-hati, bukan sekadar mengejar pengoperasian secepat mungkin.
Risiko lain terdapat pada bagian sisi kiri dan kanan eskalator, termasuk anak tangga yang mulai terlepas. Bayu menyebut kondisi tersebut perlu dicermati karena komponen yang tidak lagi terpasang kuat dapat bergerak ketika eskalator dijalankan. Jika pengguna berada di atasnya, bagian yang terlepas dikhawatirkan menjepit kaki atau bagian tubuh lainnya. Bahaya ini membuat eskalator tidak layak digunakan sampai pemeriksaan dan perbaikan selesai. Pengguna juga perlu menjauhi area yang sedang ditangani dan tidak mencoba menaiki atau menggerakkan tangga, meskipun kerusakan tampak terbatas pada satu bagian.
Dengan adanya potensi tangga meluncur, menjadi lurus, maupun menjepit pengguna, keputusan untuk tidak memaksakan pengoperasian merupakan langkah pencegahan yang penting. Perbaikan harus mempertimbangkan keselamatan sepanjang proses, termasuk saat teknisi memeriksa posisi lipatan dan kondisi anak tangga. Dishub Pemkab Bogor mengutamakan keselamatan pengguna, sehingga eskalator perlu tetap tidak digunakan selama masih terdapat risiko yang belum ditangani. Pendekatan tersebut dapat membantu mencegah cedera dan memastikan fasilitas baru dibuka kembali setelah kondisinya dinyatakan aman. Bagi masyarakat, mengikuti pembatasan akses dan arahan petugas menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama selama pekerjaan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan tahapan perbaikan eskalator di Skybridge Bojonggede pada Rabu, 27 Oktober. Penanganan ini menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali fasilitas yang telah lama tidak berfungsi dan selama ini menjadi perhatian pengguna Stasiun Bojonggede. Pengerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus karena sejumlah suku cadang yang dibutuhkan belum tersedia. Karena itu, proses perbaikan dilakukan secara bertahap, mengikuti ketersediaan komponen serta kebutuhan pekerjaan pada eskalator tersebut. Kondisi ini membuat pemulihan layanan belum dapat berlangsung seketika. Meski demikian, dimulainya tahapan pekerjaan menandai adanya penanganan terhadap fasilitas penghubung yang penting bagi mobilitas penumpang area stasiun dan skybridge.
Selama eskalator belum kembali berfungsi, lalu lintas penumpang kereta dialihkan melalui jalur disabilitas. Jalur tersebut menjadi akses yang digunakan untuk membantu pergerakan penumpang ketika eskalator mati, sehingga arus perjalanan di area stasiun tetap dapat berlangsung. Pengalihan ini sekaligus menempatkan jalur disabilitas sebagai bagian penting dari pengaturan akses sementara. Pengguna perlu mengikuti rute yang tersedia selama pekerjaan berjalan, sementara kondisi eskalator tetap menunggu penyelesaian tahapan perbaikan dan ketersediaan suku cadang. Belum berfungsinya eskalator dalam waktu lama membuat akses di kawasan skybridge menjadi perhatian, terutama bagi penumpang yang mengandalkan fasilitas tersebut untuk berpindah menuju atau dari area stasiun.
Kondisi eskalator yang lama mati juga memicu protes warga. Sejumlah warga mengirimkan karangan bunga ke Stasiun Bojonggede sebagai bentuk penyampaian keberatan atas keadaan tersebut. Aksi itu menunjukkan bahwa gangguan fasilitas bukan hanya persoalan teknis, tetapi turut dirasakan oleh masyarakat yang menggunakan atau memperhatikan layanan di stasiun. Karangan bunga menjadi penanda adanya perhatian warga terhadap akses penumpang dan kebutuhan akan perbaikan. Di tengah pengerjaan yang berjalan bertahap, jalur disabilitas tetap menjadi akses pengalihan bagi penumpang kereta sampai eskalator dapat digunakan kembali. Perbaikan yang dimulai pada 27 Oktober pun berlangsung dengan kendala ketersediaan sejumlah suku cadang, sehingga pemulihan fasilitas bergantung pada penyelesaian setiap tahap pekerjaan.
Baca juga: PSSI Tinjau Ulang Rencana Uji Coba Timnas Indonesia pada November 2026 | Agenda Tandang Timnas Indonesia pada November 2026 Masih Berubah-ubah



































