Perbandingan Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri pada Awal November 2026

oleh -71 Dilihat
oleh
Perbandingan Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri pada Awal November 2026

Jakarta | Pada pemantauan 2 November 2026, BRI, BNI, dan Bank Mandiri masih mempertahankan suku bunga deposito rupiah. Belum adanya perubahan pada ketiga bank tersebut memberi gambaran bahwa penawaran yang berlaku saat ini tetap menjadi acuan bagi calon deposan. Namun, nasabah sebaiknya memeriksa kembali informasi resmi masing-masing bank sebelum menempatkan dana, karena ketentuan dan tingkat bunga dapat diperbarui sewaktu-waktu. Perbandingan juga perlu dilakukan berdasarkan produk yang sama, termasuk pilihan tenor dan cara pembayaran bunga, agar hasilnya relevan.

Deposito dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengutamakan kepastian imbal hasil selama periode penempatan dana. Berbeda dari produk dengan nilai yang berfluktuasi, tingkat bunga dan jangka waktu deposito ditentukan ketika nasabah membuka simpanan, sesuai syarat produk. Meski demikian, keputusan menempatkan dana sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan likuiditas: dana yang dicairkan sebelum jatuh tempo mungkin dikenai konsekuensi sesuai ketentuan bank. Karena itu, penting mencocokkan tenor dengan rencana penggunaan uang, bukan hanya memilih penawaran dengan bunga tertinggi.

Arah suku bunga, inflasi, serta kondisi likuiditas perbankan merupakan faktor yang patut dicermati dalam membaca kemungkinan perubahan bunga deposito. Dalam rapat dewan gubernur terakhir, BI Deposit Facility Rate naik 25 basis poin. Perubahan tersebut berpotensi mendorong bank menaikkan bunga deposito ke depan, tetapi kenaikan itu bukan kepastian. Setiap bank menentukan kebijakan penghimpunan dananya dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kebutuhan likuiditas masing-masing. Oleh sebab itu, nasabah tidak sebaiknya menganggap perubahan suku bunga acuan otomatis langsung diikuti perubahan tingkat deposito.

Besarnya bunga yang diterima juga bergantung pada nominal dana dan tenor yang dipilih, sehingga hasil aktual tiap nasabah dapat berbeda. Selain membandingkan penawaran, perhatikan persyaratan pencairan, pajak, dan ketentuan pembayaran bunga. Simpanan dapat dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank apabila memenuhi ketentuan penjaminan. Salah satu syarat pentingnya, tingkat bunga yang diterima tidak boleh melampaui tingkat bunga penjaminan yang berlaku. Nasabah dapat memeriksa batas tersebut dan ketentuan terkini sebelum membuka deposito, agar memahami perlindungan serta risiko yang terkait dengan penempatan dana.

Untuk membandingkan bunga deposito BRI pada awal November 2026, penting memperhatikan tanggal pembaruan informasi yang menjadi acuan. Informasi resmi BRI yang dirujuk tercatat diperbarui pada 4 Agustus 2026. Data tersebut menyajikan tingkat bunga berdasarkan pilihan tenor, tanpa membedakan suku bunga menurut nominal simpanan. Dengan demikian, angka yang tercantum dapat dibaca sebagai acuan bunga untuk masing-masing jangka waktu, bukan sebagai tabel tarif berbeda menurut besar dana.

Pada tenor 1 bulan, bunga deposito BRI tercantum sebesar 3,00% per tahun. Tingkat yang sama berlaku untuk tenor 3 bulan dan 6 bulan. Artinya, berdasarkan informasi tersebut, nasabah yang mempertimbangkan penempatan dana dalam jangka pendek hingga menengah akan menemukan angka bunga tahunan yang seragam pada ketiga pilihan tenor itu. Tingkat 3,00% per tahun juga merupakan suku bunga tertinggi yang tercantum dalam daftar BRI yang dirujuk.

Untuk jangka waktu lebih panjang, yaitu tenor 12, 24, dan 36 bulan, tingkat bunga yang tercantum adalah 2,50% per tahun. Angka ini lebih rendah daripada bunga pada tenor 1, 3, dan 6 bulan. Perbedaan tersebut membuat pilihan tenor menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membaca tabel, terutama ketika membandingkan deposito BRI dengan penawaran bank lain yang mungkin menggunakan susunan tenor atau tingkat bunga berbeda.

Meski informasi resmi yang digunakan bertanggal 4 Agustus 2026, angka-angka tersebut sama dengan hasil pemantauan pada 12 Oktober 2026. Kesamaan itu memberikan gambaran bahwa tingkat yang tercantum masih terpantau sama pada tanggal pembaruan pemantauan tersebut. Namun, perbandingan untuk awal November sebaiknya tetap merujuk pada tanggal data secara jelas, sebab informasi suku bunga dapat memiliki waktu pembaruan tertentu. Berdasarkan angka yang tersedia, ringkasannya adalah 3,00% per tahun untuk tenor 1, 3, dan 6 bulan, serta 2,50% per tahun untuk tenor 12, 24, dan 36 bulan. Tidak ada pembedaan berdasarkan nominal simpanan dalam informasi yang dirujuk.

BNI menyediakan pilihan deposito rupiah dengan setoran awal sebesar Rp5 juta. Batas tersebut memberi calon nasabah gambaran mengenai dana minimum yang perlu disiapkan sebelum memilih produk berjangka ini. Setelah memenuhi setoran awal, nasabah dapat menentukan tenor sesuai kebutuhan, mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Variasi jangka waktu ini memungkinkan penempatan dana disesuaikan dengan rencana penggunaan uang, misalnya kebutuhan yang diperkirakan dalam beberapa bulan atau tujuan menabung yang lebih panjang. Sebelum membuka deposito, calon nasabah sebaiknya mencocokkan pilihan tenor dengan rencana keuangan dan memastikan kembali ketentuan yang berlaku melalui informasi resmi BNI.

Menurut tabel resmi yang dirujuk untuk perbandingan bunga pada awal November 2026, suku bunga deposito BNI berlaku seragam pada seluruh kelompok nominal yang dicantumkan. Dengan demikian, persentasenya tidak berubah hanya karena jumlah simpanan berada pada kelompok tertentu. Ketentuan ini juga mencakup nasabah dengan nominal simpanan di bawah Rp100 juta, sehingga angka dalam tabel dapat menjadi acuan untuk membandingkan tingkat bunga berdasarkan jangka waktu penempatan. Rinciannya, deposito tenor 1 bulan menawarkan bunga 2,25% per tahun, sedangkan tenor 3 bulan menawarkan 2,50% per tahun. Untuk tenor 6 bulan, bunga yang tercantum sebesar 2,75% per tahun.

Pada tenor lebih panjang, yaitu 12 bulan dan 24 bulan, tingkat bunga BNI masing-masing tercatat sebesar 2,50% per tahun. Artinya, jangka waktu yang lebih lama tidak otomatis memberikan persentase bunga lebih tinggi dalam daftar tersebut. Dari seluruh tenor yang dicantumkan, pilihan 6 bulan menjadi yang menawarkan bunga tertinggi, yakni 2,75% per tahun. Nasabah yang mempertimbangkan deposito BNI dapat membandingkan angka ini dengan kebutuhan likuiditas: tenor enam bulan memberikan tingkat bunga tertinggi di pilihan yang tersedia, sementara tenor lain mungkin lebih sesuai apabila dana perlu disiapkan pada waktu berbeda. Perlu diperhatikan bahwa persentase tersebut dinyatakan per tahun; hasil aktual dapat bergantung pada lama penempatan dan ketentuan produk yang berlaku. Karena itu, periksa kembali tabel suku bunga terbaru sebelum bertransaksi.Deposito rupiah Bank Mandiri tersedia untuk dibuka melalui kantor cabang maupun aplikasi Livin’ by Mandiri. Pembukaan melalui aplikasi memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin mengatur penempatan secara digital; nilai awal penempatan melalui Livin’ by Mandiri mulai dari Rp1 juta. Nasabah yang memilih kantor cabang dapat memperoleh penjelasan langsung mengenai proses pembukaan, pilihan tenor, serta ketentuan yang berlaku sebelum menempatkan dana.

Dalam tabel bunga deposito reguler Mandiri, besaran bunga tidak dibedakan menurut kelompok nominal penempatan. Artinya, tabel yang dirujuk mencantumkan tingkat bunga berdasarkan jangka waktu, bukan kategori nilai simpanan. Ketentuan pembayaran bunga reguler dapat dipilih, yakni dibayarkan setiap bulan atau pada saat jatuh tempo. Pilihan jadwal pembayaran tersebut perlu dipahami bersama tenor dan ketentuan produk, karena dapat memengaruhi waktu penerimaan bunga, meskipun tingkat bunga yang tercantum mengikuti jangka waktu deposito.

Untuk tenor 1 bulan, bunga tercatat sebesar 2,25% per tahun, dan tenor 3 bulan juga memberikan 2,25% per tahun. Sementara itu, tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan masing-masing memiliki bunga 2,50% per tahun.

Baca juga: Harga BBM Pertamina pada Awal November 2026: Rincian dan Perubahannya | Harga BBM Indonesia per 1 November 2026: Rincian Pertamina dan SPBU Swasta | Harga BBM Pertamina pada Awal November: Pertalite Rp10.000 per Liter