Prabowo Minta Anggota Kabinet Bersabar Menunggu Giliran Bertugas

oleh -63 Dilihat
oleh
Prabowo Minta Anggota Kabinet Bersabar Menunggu Giliran Bertugas

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan anggota Kabinet Merah Putih sebagai pemain dalam sebuah tim sepak bola. Dalam perumpamaan itu, ada pemain utama, pemain cadangan, pendukung, hingga striker yang memiliki peran berbeda. Prabowo menyampaikan gambaran tersebut saat Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Perumpamaan itu digunakan untuk menjelaskan bahwa tidak semua anggota kabinet langsung memperoleh peran sejak awal pemerintahan. Menurut Prabowo, sebuah tim membutuhkan banyak orang dengan tugas yang beragam, dan setiap orang memiliki waktu serta kesempatan untuk tampil. Karena itu, posisi yang belum terlihat menonjol pada tahap awal bukan berarti seseorang tidak dibutuhkan atau tidak memiliki kontribusi.

Dalam sepak bola, pemain utama dapat memulai pertandingan, sedangkan pemain cadangan menunggu giliran sebelum diturunkan. Ada pula pihak yang mendukung jalannya permainan dan pemain yang bertugas mencetak gol. Prabowo menekankan bahwa semua unsur tersebut tetap menjadi bagian dari tim dan diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Perbedaan tugas tidak menghapus arti penting masing-masing anggota.

Pesan itu sekaligus menggambarkan harapan agar para menteri dan pejabat di Kabinet Merah Putih bersabar menghadapi pembagian tanggung jawab. Penugasan dapat berjalan bertahap, mengikuti kebutuhan pemerintahan dan bidang yang harus ditangani. Anggota kabinet yang belum memegang peran tertentu diharapkan tetap siap, menjaga kerja sama, serta mendukung agenda pemerintah sambil menunggu kesempatan untuk bertugas.

Dengan perbandingan tersebut, Prabowo menempatkan kerja kabinet sebagai upaya kolektif, bukan hanya tanggung jawab mereka yang tampak berada di garis depan. Setiap anggota, baik yang aktif menjalankan tugas maupun yang menanti giliran, diharapkan memahami posisinya dalam tim pemerintahan. Pesan tentang kesabaran ini disampaikan dalam forum evaluasi dua tahun pemerintahan, sekaligus menegaskan bahwa kontribusi dapat hadir dalam bentuk dan waktu yang berbeda.

Prabowo menggambarkan masa pemerintahan lima tahun seperti pertandingan yang berlangsung dalam dua babak. Dalam analogi tersebut, dua tahun pertama pemerintahannya masih berada di babak pertama. Bahkan, menurutnya, waktu yang telah berjalan belum mencapai half time atau jeda pertandingan. Perumpamaan ini digunakan untuk menjelaskan bahwa perjalanan pemerintahan masih panjang dan belum sampai pada bagian akhir masa tugas. Karena itu, ia meminta para anggota kabinet melihat waktu yang tersedia secara proporsional, bukan menganggap kesempatan untuk berperan sudah tertutup.

Dalam pertandingan, tidak semua pemain selalu berada di lapangan sejak awal. Ada pemain yang menunggu dan baru memperoleh kesempatan ketika dibutuhkan. Prabowo mengaitkan gambaran itu dengan anggota kabinet yang belum mendapat giliran bertugas. Mereka diminta bersabar dan tidak merasa frustrasi hanya karena belum menerima kesempatan untuk menjalankan tugas tertentu. Ia menyampaikan bahwa giliran untuk dimainkan akan datang, sebagaimana pemain yang menunggu kesempatan dalam sebuah pertandingan. Pesan tersebut menekankan kesabaran selama pemerintahan masih berada pada tahap awal perjalanan lima tahunnya.

Dengan menyebut dua tahun pertama sebagai babak pertama yang bahkan belum mencapai half time, Prabowo menegaskan bahwa waktu kerja kabinet masih cukup panjang dalam kerangka masa pemerintahan. Analogi pertandingan itu menjadi cara untuk menerangkan bahwa kesempatan tidak selalu hadir bersamaan bagi setiap orang. Anggota kabinet yang saat ini belum memperoleh giliran tetap diminta bersiap dan menunggu, tanpa merasa bahwa perannya telah dikesampingkan. Pernyataan tersebut berfokus pada kesabaran menghadapi pembagian kesempatan bertugas, serta mengingatkan bahwa pertandingan pemerintahan belum memasuki babak kedua. Prabowo tidak menyampaikan melalui analogi ini kapan giliran tertentu akan tiba; yang ia tekankan adalah bahwa para anggota kabinet sebaiknya tidak frustrasi selama pertandingan masih berjalan. Gambaran lima tahun sebagai satu pertandingan memberi konteks pada ajakan tersebut: dua tahun yang telah dilewati baru bagian awal, sementara sisa waktu pemerintahan masih berada di depan. Dengan demikian, pesan utamanya adalah menunggu kesempatan dengan sabar dan memahami bahwa setiap pemain dapat memperoleh giliran pada waktunya, tanpa menganggap perjalanan sudah mencapai jeda pertengahan.Prabowo menilai sebagian anggota kabinet yang belum memperoleh giliran menjalankan tugas mulai merasa gelisah. Mereka, menurut gambaran yang disampaikannya, sedang menunggu kesempatan untuk ikut bekerja dan menunjukkan kontribusi. Situasi itu ia ibaratkan seperti pertandingan yang belum selesai: permainan masih berada di babak pertama, sehingga belum semua pemain turun ke lapangan. Perumpamaan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas dalam pemerintahan berlangsung bertahap, dan setiap orang perlu menunggu momentum yang tepat. Belum tampil pada tahap awal bukan berarti seseorang tidak akan dilibatkan atau tidak memiliki peran.

Dalam menggambarkan kegelisahan itu, Prabowo menyebut adanya pertanyaan dari para pemain cadangan tentang kapan mereka akan dimainkan. Pertanyaan tersebut mencerminkan keinginan untuk segera mendapat tugas, tetapi ia meminta mereka tidak terburu-buru. Ia menekankan pentingnya tetap tenang dan bersabar, sambil memahami bahwa jalannya pertandingan masih panjang. Pernyataan itu disampaikan sebagai analogi mengenai para anggota kabinet yang belum mendapat kesempatan bertugas, bukan sebagai pengumuman bahwa mereka akan ditugaskan pada waktu tertentu. Ia juga tidak menyebut identitas ataupun jumlah orang yang dimaksud dalam gambaran tersebut.

Pesan utama dari analogi itu adalah agar anggota kabinet menjaga kesiapan tanpa membiarkan rasa gelisah mengganggu pekerjaan. Kesempatan bertugas, sebagaimana pemain cadangan menanti dipanggil, bergantung pada kebutuhan dan perkembangan situasi. Karena pertandingan masih memasuki babak pertama, Prabowo meminta mereka memberi ruang bagi proses yang sedang berjalan. Sikap sabar tidak berarti pasif: para anggota tetap dapat mempersiapkan diri, memahami tanggung jawab, dan mendukung pekerjaan pemerintah sesuai peran masing-masing. Dengan begitu, saat kesempatan datang, mereka dapat menjalankan tugas secara efektif. Prabowo menggambarkan penantian itu sebagai bagian dari dinamika kerja kabinet, sekaligus meminta semua pihak tetap tenang dan tidak menganggap giliran yang belum tiba sebagai akhir dari peluang untuk berkontribusi.

Di tengah pembicaraan mengenai pembagian tugas dan giliran bekerja di kabinet, Prabowo juga menaruh perhatian pada kondisi kesehatan para anggota pemerintahan. Ia menyinggung bahwa sejumlah anggota kabinet telah masuk rumah sakit pada masa awal pemerintahan. Perhatian tersebut disampaikan sebagai bagian dari kepeduliannya terhadap para pejabat yang menjalankan tanggung jawab pemerintahan, tanpa merinci siapa saja yang dirawat atau keadaan masing-masing.

Prabowo meminta Menteri Kesehatan mencarikan vitamin yang baik untuk membantu menjaga kondisi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan. Permintaan itu ditujukan kepada pejabat yang menangani bidang kesehatan, agar pilihan vitamin yang disiapkan dapat dipertimbangkan untuk kelompok anggota kabinet tersebut. Dalam penyampaiannya, ia tidak menyebut jenis vitamin tertentu maupun memberikan rincian lain mengenai produk yang dimaksud.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan memberikan daftar vitamin apabila Menteri Kesehatan tidak mengetahuinya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Prabowo ingin memastikan permintaannya dipahami, sekaligus menegaskan kesediaannya untuk menyampaikan daftar yang ia miliki. Namun, bahan yang tersedia tidak memuat daftar tersebut, sehingga tidak ada jenis atau merek vitamin yang dapat disebutkan dalam laporan ini.

Pesan itu menempatkan kesehatan anggota kabinet sebagai perhatian tersendiri di awal masa pemerintahan, di samping urusan pelaksanaan tugas. Prabowo menyasar menteri, wakil menteri, serta kepala badan dalam permintaan tersebut, sementara tindak lanjutnya diserahkan kepada Menteri Kesehatan. Ia mengaitkan perhatiannya dengan adanya anggota kabinet yang telah masuk rumah sakit, tetapi tidak menyebut penyebab perawatan ataupun rincian kondisi mereka.

Baca juga: Prabowo Minta Pejabat Kabinet Bersabar Menanti Giliran Berkontribusi | Prabowo Samakan Kabinet dengan Tim Sepak Bola, Menteri Diminta Bersabar | Prabowo Apresiasi Hasil Dua Tahun Pemerintahan dan Tekankan Kerja Sama Kabinet