Jakarta | Rafael Struick sudah lebih dari setahun tidak mendapat panggilan untuk memperkuat timnas senior Indonesia. Penampilan terakhirnya bersama skuad Garuda senior tercatat pada Maret 2025, ketika Indonesia menghadapi Australia dalam pertandingan kualifikasi yang berakhir dengan kekalahan 1-5. Sejak laga tersebut, namanya belum kembali masuk dalam daftar pemain timnas senior. Jeda ini membuat masa penantiannya untuk kembali menjadi bagian dari skuad utama semakin panjang.
Sebelum penampilan terakhir itu, Struick juga sempat berada di bangku cadangan ketika Indonesia bertemu Bahrain, China, dan Jepang. Ia tidak dimainkan dalam tiga pertandingan tersebut. Setelah itu, ia tidak lagi dipanggil untuk memperkuat tim senior. Catatan itu memberi gambaran bahwa kesempatan bermainnya di level internasional senior telah terbatas dalam periode terakhir, meskipun ia sebelumnya menjadi salah satu pemain yang pernah mendapat kepercayaan untuk bergabung dengan tim nasional.
Hingga saat ini, Struick telah mengoleksi 23 caps bersama timnas senior Garuda. Jumlah penampilan tersebut menunjukkan bahwa ia memiliki pengalaman di lingkungan tim utama, termasuk menghadapi lawan-lawan kuat dalam pertandingan internasional. Namun, jumlah caps tidak serta-merta menjamin tempat dalam skuad berikutnya. Persaingan untuk mengisi lini serang, kebutuhan taktik pelatih, serta performa pemain di klub dapat memengaruhi susunan tim yang dipanggil pada setiap agenda.
Karena itu, absennya Struick dari panggilan senior selama lebih dari setahun dapat dipandang sebagai periode menunggu sekaligus peluang untuk terus meningkatkan performa. Penampilannya bersama Dewa United menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan dalam menilai perkembangannya. Jika mampu menjaga konsistensi, kontribusi, dan kebugaran, ia berpeluang kembali masuk dalam pertimbangan tim pelatih. Untuk saat ini, fakta yang tercatat adalah penampilan terakhirnya terjadi saat melawan Australia pada Maret 2025, sementara perjalanan bersama timnas seniornya sejauh ini telah mencapai 23 caps.
Rafael Struick menanggapi pertanyaan media mengenai absennya dari skuad Timnas Indonesia dengan sikap yang tenang. Ia mengatakan tidak mengharapkan sesuatu secara khusus terkait kemungkinan kembali dipanggil. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu. Dalam kesempatan itu, Rafael memilih menjelaskan fokusnya saat ini, yakni terus menjalani pekerjaan bersama klub dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Absennya Rafael dari skuad Garuda menjadi pokok pertanyaan yang diajukan wartawan. Namun, ia tidak memberikan komentar bernada kecewa ataupun mengkritik keputusan terkait susunan pemain. Ia juga tidak menyampaikan penilaian lebih jauh mengenai alasan dirinya tidak masuk dalam daftar. Karena itu, jawabannya dapat dipahami sebatas penegasan bahwa ia ingin terus bekerja dan menunjukkan kualitasnya di klub, bukan sebagai pernyataan mengenai keputusan tim nasional.
Bagi pemain berusia muda tersebut, fokus pada Dewa United menjadi hal yang ia pilih untuk dijalani saat ini. Ia berupaya berkontribusi bagi klub melalui kerja keras dan penampilan di lapangan, sembari tetap membuka ruang bagi perkembangan kariernya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Rafael tidak menjadikan absennya dari satu skuad sebagai alasan untuk mengalihkan perhatian dari tanggung jawab bersama klub. Ia memilih mengerjakan hal yang berada dalam kendalinya dan berusaha tampil sebaik mungkin.
Jawaban singkat itu sekaligus memperlihatkan pendekatan Rafael dalam menghadapi pertanyaan mengenai tim nasional. Ia tidak berspekulasi tentang pemanggilan pada masa mendatang dan tidak mengungkapkan harapan khusus. Untuk saat ini, komitmennya adalah menjalankan pekerjaan bersama Dewa United Banten FC dengan maksimal. Dengan demikian, fokus Rafael tetap tertuju pada usaha memberikan kontribusi terbaik bagi klub, sementara peluang untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia akan bergantung pada perkembangan selanjutnya.
Dalam setahun terakhir, Rafael Struick tetap mengenakan seragam tim nasional Indonesia. Namun, keterlibatannya bukan bersama skuad senior. Ia membela tim U-23 dan U-22, sehingga kiprahnya di level internasional tetap berlangsung melalui kelompok usia muda. Perbedaan ini penting untuk menggambarkan statusnya secara tepat: Rafael masih mewakili Indonesia, tetapi belum kembali tampil sebagai bagian dari tim senior. Kesempatan bersama tim kelompok umur menjadi bagian dari perjalanan kariernya dalam periode tersebut, terpisah dari keikutsertaan di skuad utama.
Tim U-23 dan U-22 memberinya ruang untuk terus membawa nama Indonesia di tingkat internasional. Meski demikian, penampilan bersama kedua kelompok usia tersebut tidak sama dengan panggilan ke tim senior. Dalam pembahasan mengenai karier Rafael, keduanya perlu dibedakan agar keterlibatannya bersama tim nasional tidak keliru dipahami sebagai kembalinya ia ke skuad utama. Fakta yang dapat ditegaskan adalah bahwa ia tetap membela Indonesia, sementara kiprah dalam setahun terakhir berada di tim U-23 dan U-22, bukan tim senior.
Di sisi lain, posisi Rafael di luar skuad senior masih berlanjut setelah perubahan pelatih tim utama. John Herdman mulai menangani tim senior sejak awal tahun, tetapi pergantian tersebut belum membuat Rafael kembali memperoleh panggilan ke skuad senior. Dengan demikian, meskipun telah terjadi perubahan di kursi pelatih, belum ada panggilan kembali untuknya berdasarkan informasi yang tersedia. Hal ini menempatkan kesempatan di tim U-23 dan U-22 sebagai bentuk keterlibatan yang tercatat, tanpa perlu menyimpulkan hal lain mengenai masa depannya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Rafael bersama tim nasional dalam setahun terakhir berlangsung melalui jenjang U-23 dan U-22. Ia tetap mengenakan seragam Indonesia, tetapi belum kembali masuk ke skuad senior sejak John Herdman menangani tim tersebut. Perbedaan keterlibatan di kelompok usia dan panggilan senior menjadi konteks penting saat menilai statusnya. Untuk saat ini, informasi yang ada hanya memastikan kiprahnya bersama tim muda serta belum adanya panggilan kembali ke tim senior; tidak perlu menarik kesimpulan lebih jauh tentang keputusan atau pertimbangan di baliknya.
Rafael Struick menempatkan setiap kesempatan bermain bersama Dewa United sebagai peluang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia berusaha menjaga fokus, bekerja keras, dan memberi kontribusi nyata kapan pun pelatih memberinya menit di lapangan. Bagi pemain berusia 22 tahun itu, konsistensi menjadi hal penting, baik ketika turun sejak awal pertandingan maupun saat masuk sebagai pemain pengganti. Perannya tidak hanya dinilai dari gol, tetapi juga dari keterlibatan dalam membangun serangan, pergerakan tanpa bola, dan upaya membantu tim menjalankan rencana permainan. Pendekatan tersebut membuat setiap kesempatan tampil berarti, sekaligus menjadi ruang baginya untuk terus mengembangkan kualitas di kompetisi sepak bola Indonesia.
Pada musim ini, Struick telah tampil dalam tujuh pertandingan Dewa United Banten FC di BRI Super League. Dari jumlah tersebut, ia lima kali dipercaya menjadi starter. Catatan satu gol dan satu assist menunjukkan bahwa kontribusinya mulai hadir dalam aspek penting permainan, meski ia tetap berupaya meningkatkan performa dari satu laga ke laga berikutnya. Angka itu juga menggambarkan keterlibatannya dalam membantu tim menciptakan hasil positif, bukan sekadar jumlah penampilan. Dengan persaingan untuk mendapatkan tempat utama yang ketat, menjaga kesiapan dan memaksimalkan waktu bermain menjadi bagian dari pekerjaannya. Struick ingin memanfaatkan setiap peluang agar dampaknya bagi tim semakin terlihat sepanjang musim.
Kontribusi para pemain turut mendukung posisi Dewa United di peringkat kedua klasemen sementara, dengan koleksi 14 poin. Tim tersebut terpaut empat poin dari Persija Jakarta yang berada di puncak. Persaingan masih berlangsung, sehingga konsistensi dalam pertandingan berikutnya akan menjadi perhatian bagi klub.
Baca juga: Rafael Struick Fokus Tampil Maksimal di Dewa United, Tetap Siap Jika Dipanggil Timnas | Markus Pall Ellertsson Bersinar di Islandia: 16 Gol dan Tiga Penghargaan



































