Rafael Struick Fokus Buktikan Diri di Dewa United Sambil Menanti Peluang Timnas

oleh -345 Dilihat
oleh
Rafael Struick Fokus Buktikan Diri di Dewa United Sambil Menanti Peluang Timnas

Jakarta | Rafael Struick menyatakan bahwa dirinya tidak menaruh harapan tinggi untuk kembali mendapat panggilan ke tim nasional Indonesia. Timnas saat ini berada di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman, tetapi Struick memilih untuk tidak menjadikan kemungkinan dipanggil sebagai sasaran yang ia tuntut dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober. Ia menyampaikan pandangannya dengan menempatkan perhatian utama pada hal-hal yang dapat ia kerjakan sekarang, terutama kontribusinya bersama Dewa United.

Sikap itu tidak berarti Struick menutup peluang untuk kembali memperkuat Indonesia. Ia hanya tidak ingin menggantungkan fokus pada keputusan pemanggilan tim nasional. Kesempatan tersebut tetap terbuka, namun bukan sesuatu yang ingin ia jadikan harapan utama. Dengan demikian, pernyataannya menunjukkan pendekatan yang berpusat pada pekerjaan sehari-hari sebagai pemain klub, bukan penolakan terhadap timnas atau keinginan untuk menjauh dari kesempatan membela negara.

Bersama Dewa United, Struick ingin bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaiknya. Ia memilih menjalani tugas di klub secara maksimal, sambil membiarkan peluang tim nasional mengikuti perkembangan yang ada. Fokus pada penampilan dan upaya di lapangan menjadi hal yang berada dalam kendalinya, sedangkan pemanggilan merupakan keputusan yang berada di luar kendali pribadi pemain. Karena itu, ia tidak memasang ekspektasi tinggi, tetapi tetap mengarahkan energinya untuk menjalankan tanggung jawab di klub.

Pernyataan tersebut menggambarkan prioritas Struick pada tahap ini: membangun kontribusi bersama Dewa United melalui kerja keras dan performa terbaik. Ia tidak menyampaikan bahwa dirinya sudah pasti akan kembali dipanggil, dan juga tidak menyatakan bahwa kesempatan itu tertutup. Sikapnya adalah berkonsentrasi pada klub tanpa membuat tuntutan mengenai hasil seleksi tim nasional. Sementara itu, timnas Indonesia kini dipimpin John Herdman, dan kemungkinan Struick untuk bergabung kembali bergantung pada keputusan pelatih serta proses pemilihan pemain. Untuk saat ini, ia menempatkan pekerjaan bersama klub sebagai fokus yang dapat ia jalani dan buktikan melalui upaya langsung.

Lebih dari setahun telah berlalu sejak Rafael Struick terakhir kali tampil bersama timnas senior Indonesia. Penampilan tersebut terjadi pada 20 Maret 2025, ketika skuad Garuda bertandang ke Australia dalam lanjutan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan itu menjadi kesempatan terakhir Struick turun bermain untuk tim nasional senior hingga periode yang dibahas. Sejak laga tersebut, ia belum kembali memperoleh menit bermain bersama timnas, meskipun masih menunggu peluang untuk dipanggil lagi. Jarak waktu ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya, terutama ketika ia berusaha membangun kembali momentum melalui penampilan di level klub.

Setelah menghadapi Australia, Struick tetap berada dalam lingkungan tim, tetapi hanya sebagai pemain cadangan hingga putaran ketiga kualifikasi berakhir. Ia tidak mendapatkan kesempatan masuk ke lapangan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya pada fase tersebut. Situasi itu menandai perubahan perannya dibandingkan ketika ia sebelumnya memperoleh kepercayaan untuk tampil. Namun, status sebagai pemain cadangan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa peluangnya bersama tim nasional telah tertutup. Persaingan di lini depan, kebutuhan taktik, kondisi pemain, serta pilihan pelatih dapat memengaruhi komposisi skuad dari satu agenda ke agenda lain.

Sesudah rangkaian kualifikasi itu selesai, nama Struick tidak lagi tercantum dalam daftar pemanggilan timnas senior hingga informasi yang menjadi dasar tulisan ini disusun. Karena itu, periode tanpa panggilan perlu dipahami sebagai fakta mengenai catatan seleksi, bukan sebagai kepastian bahwa ia tak akan kembali. Bagi pemain yang ingin masuk lagi ke dalam pertimbangan pelatih, konsistensi di klub dapat menjadi modal penting. Performa bersama Dewa United memberi Struick ruang untuk menunjukkan kontribusi, menjaga kebugaran, dan mengasah ketajaman. Setiap kesempatan bermain di kompetisi domestik dapat menjadi bahan evaluasi, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan tim pelatih tim nasional. Penantian tersebut membuat perkembangan kariernya di klub relevan untuk dicermati, sekaligus membuka kemungkinan bahwa performa yang meyakinkan dapat menghidupkan kembali peluang membela Indonesia pada agenda mendatang.

Perjalanan Rafael Struick bersama tim nasional Indonesia mencakup keterlibatan di kelompok usia dan perhatian terhadap peluang di level senior. Ia sempat memperkuat timnas Indonesia U-23 dalam rangkaian kualifikasi Piala Asia U-23. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari kiprahnya di sepak bola internasional, sekaligus menunjukkan bahwa ia pernah mendapat kepercayaan untuk membela Garuda pada ajang kompetitif kelompok usia.

Partisipasi Struick di tim U-23 perlu dibedakan dari statusnya di timnas senior. Keterlibatan dalam kualifikasi Piala Asia U-23 tidak dengan sendirinya berarti ia masuk dalam skuad senior pada agenda berikutnya. Setelah membela U-23, namanya tidak lagi terlihat dalam daftar skuad Garuda yang menjadi perhatian publik. Dengan demikian, catatan yang dapat disampaikan adalah bahwa ia pernah tampil di level U-23, sementara ia tidak dipanggil ke tim senior dalam skuad yang dibahas.

Informasi yang tersedia tidak menjelaskan alasan Struick absen dari pemanggilan tim senior. Karena itu, absennya tidak dapat dipastikan sebagai akibat dari performa, persaingan posisi, kondisi kebugaran, atau pertimbangan tertentu dari tim pelatih. Hal-hal tersebut hanya dapat dinyatakan apabila ada keterangan yang mendukungnya. Pemisahan fakta pemanggilan dan dugaan penyebab penting agar pembahasan perjalanan internasionalnya tetap berimbang.

Di tengah situasi tersebut, fokus Struick bersama Dewa United dapat menjadi kesempatan untuk menjaga konsistensi dan menunjukkan kontribusi di level klub. Penampilan yang stabil berpotensi membuat namanya kembali diperhatikan, tetapi tidak menjamin pemanggilan ke tim nasional. Peluang di masa mendatang tetap bergantung pada kebutuhan tim, evaluasi pelatih, dan perkembangan pemain. Untuk saat ini, riwayatnya mencatat pengalaman bersama Indonesia U-23 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 serta belum adanya pemanggilan ke skuad senior setelah fase tersebut. Kedua hal itu merupakan catatan berbeda dan sebaiknya dipahami tanpa mengaitkan absennya dengan alasan yang belum dikonfirmasi.

Rafael Struick menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyerah dalam mengejar kesempatan kembali memperkuat Timnas Indonesia. Ia memahami bahwa keputusan mengenai pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih, sehingga yang dapat ia lakukan adalah terus menjaga sikap profesional dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan. Menurutnya, penampilan dan kualitas permainan yang konsisten dapat menjadi cara untuk memperlihatkan bahwa ia masih layak dipertimbangkan. Kesempatan itu tidak bisa dipaksakan, tetapi ia ingin memastikan dirinya siap apabila namanya kembali masuk dalam perhatian tim pelatih.

Struick juga menyatakan kesediaannya menerima panggilan ke tim senior kapan pun peluang tersebut datang. Ia tidak menetapkan waktu tertentu ataupun menganggap pemanggilan sebagai sesuatu yang sudah pasti. Baginya, membela tim nasional tetap menjadi kesempatan penting, tetapi proses menuju ke sana harus dijalani dengan kerja keras dan kesabaran. Ia akan menghormati penilaian pelatih, sambil terus berusaha meningkatkan permainan agar kontribusinya semakin terlihat. Sikap tersebut mencerminkan bahwa harapan tetap ada, tanpa membuatnya bergantung pada keputusan yang berada di luar kendalinya.

Untuk saat ini, perhatian utamanya tertuju pada tugas bersama Dewa United. Struick ingin bekerja maksimal dalam latihan maupun pertandingan, membantu tim, dan membangun performa yang stabil. Pengalaman bermain di klub menjadi ruang baginya untuk mengasah kemampuan serta membuktikan kualitas secara nyata. Ia tidak ingin terlalu larut memikirkan kapan peluang bersama Timnas akan datang; yang penting adalah menjalankan tanggung jawab hari demi hari.

Baca juga: Rafael Struick Fokus Bersinar di Dewa United, Tetap Siap untuk Timnas | Rafael Struick Fokus Tampil Maksimal di Dewa United, Tetap Siap Jika Dipanggil Timnas | BRIN Paparkan Peluang Energi dari Limbah Sawit kepada Prabowo