Jakarta | Timnas Indonesia memiliki leadership group yang beranggotakan tujuh pemain. Bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, menjelaskan bahwa kelompok tersebut menjadi salah satu jalur komunikasi di dalam tim nasional. Melalui wadah ini, para pemain dapat menerima informasi dan membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan skuad. Keberadaan kelompok itu mempertemukan pemain dalam ruang diskusi, sekaligus membantu mereka memahami hal-hal yang perlu diperhatikan selama menjalani kegiatan bersama tim. Ridho menyampaikan penjelasan tersebut tanpa menguraikan nama-nama anggota lain ataupun merinci tugas khusus setiap orang di dalam kelompok.
Menurut Ridho, informasi untuk pemain juga datang dari pelatih. Dengan demikian, leadership group bukan satu-satunya sumber arahan bagi anggota tim, melainkan wadah yang mendukung komunikasi dan pembahasan antarpemain. Keterangan dari pelatih tetap menjadi bagian dari proses penyampaian informasi di lingkungan tim nasional. Peran kelompok ini dapat dipahami sebagai ruang untuk menerima informasi, bertukar pandangan, dan membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut tim. Namun, rincian mengenai bentuk diskusi, frekuensi pertemuan, maupun mekanisme penyampaian informasi tidak dijelaskan dalam keterangan Ridho yang tersedia.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi menjadi salah satu fungsi penting leadership group di Timnas Indonesia. Para pemain memiliki wadah untuk membahas hal-hal terkait tim, sementara pelatih turut memberikan informasi kepada mereka. Ridho hanya menyebut bahwa kelompok itu terdiri atas tujuh pemain; ia tidak menyebut identitas seluruh anggota lainnya. Karena itu, informasi mengenai susunan lengkap kelompok tersebut tidak dapat dipastikan dari keterangannya. Peran yang dapat ditegaskan berdasarkan penjelasan sang bek adalah fungsi kelompok sebagai jalur penerimaan informasi dan diskusi bagi para pemain. Dengan adanya ruang komunikasi itu, pembahasan mengenai tim dapat berlangsung di pemain, berdampingan dengan arahan yang mereka terima dari pelatih.
Rizky Ridho menjelaskan peran komunikasi di dalam skuad ketika membicarakan perubahan agenda Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026. Sebelumnya, tim nasional direncanakan menjalani pertandingan tandang melawan Yordania di Amman pada 13 November. Selain laga tersebut, terdapat pula rencana untuk menghadapi Kuwait. Namun, rencana awal itu tidak berjalan sesuai susunan yang telah disiapkan, sehingga agenda pertandingan perlu dibahas kembali oleh pihak-pihak terkait.
Dalam penjelasannya, Ridho menyinggung kelompok tujuh pemain yang berperan dalam komunikasi internal. Kelompok itu menjadi bagian dari proses menyampaikan pandangan dan informasi di para pemain saat situasi berubah. Komunikasi tersebut penting agar para pemain memahami perkembangan rencana pertandingan, termasuk pertimbangan yang muncul menjelang FIFA Matchday. Ridho membahas hal itu dalam konteks batalnya agenda yang semula mencakup perjalanan ke Amman dan kemungkinan pertandingan melawan Kuwait, bukan sekadar sebagai persoalan teknis penyusunan jadwal.
Salah satu kendala yang disebut Ridho adalah keengganan banyak pemain untuk bertanding di Yordania. Sikap tersebut berkaitan dengan kekhawatiran atas situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pertimbangan keamanan menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keputusan mengenai perjalanan dan pelaksanaan laga internasional, terutama ketika pertandingan dijadwalkan berlangsung di luar negeri. Dengan adanya kekhawatiran itu, rencana menghadapi Yordania pada 13 November menghadapi hambatan, sementara agenda melawan Kuwait juga berada dalam rangkaian rencana yang terdampak. Penjelasan Ridho memperlihatkan bagaimana komunikasi antarpemain membantu mengungkap situasi yang mereka hadapi. Perubahan jadwal pada akhirnya perlu mempertimbangkan kesiapan skuad dan kondisi di kawasan tujuan. Karena itu, pembahasan kelompok tujuh pemain memberi konteks mengenai bagaimana kabar dan pandangan para pemain disampaikan ketika rencana pertandingan November tidak dapat berlangsung seperti semula.
Setelah rencana awal menghadapi kendala, tim pelatih Timnas Indonesia menyiapkan beberapa alternatif untuk menjaga agenda pertandingan tetap berjalan. Skuad yang dipimpin John Herdman sempat merancang pemusatan latihan di Siprus, sementara Yordania direncanakan menjadi lokasi persinggahan singkat. Dalam skenario tersebut, tim hanya akan berada di Yordania selama sekitar 24 jam sebelum kembali ke Siprus untuk menghadapi Kuwait. Susunan perjalanan itu disiapkan sebagai salah satu cara menyesuaikan agenda dengan kondisi yang tersedia, sekaligus memberi ruang bagi tim untuk tetap menjalankan program latihan dan pertandingan.
Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan. Calon lawan disebut tidak bersedia bermain di Siprus, sehingga susunan perjalanan yang telah dipertimbangkan menjadi sulit dijalankan. Situasi itu membuat tim perlu kembali melihat kemungkinan lain, termasuk mencari lokasi pertandingan yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait. Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa persiapan laga tidak hanya bergantung pada kesiapan tim sendiri. Ketersediaan lawan dan kesepakatan mengenai tempat pertandingan turut menentukan apakah rencana yang telah disusun bisa dilaksanakan.
Sesudah opsi Siprus dan Yordania tidak memperoleh jalan keluar, kemungkinan menggelar pertandingan di Turki sempat muncul. Akan tetapi, informasi yang diterima Rizky Ridho hingga saat itu belum memastikan siapa lawan yang akan dihadapi. Karena itu, opsi Turki masih berada pada tahap pembicaraan atau penjajakan, bukan keputusan final mengenai agenda pertandingan. Ridho menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan informasi terakhir yang ia ketahui, sehingga kepastian mengenai lawan maupun pelaksanaan laga masih perlu ditunggu. Urutan alternatif itu memperlihatkan bahwa tim berupaya mencari solusi setelah rencana awal terkendala, tetapi setiap pilihan tetap bergantung pada kesepakatan yang belum sepenuhnya tercapai. Untuk sementara, belum ada dasar untuk menyebut bahwa pertandingan di Turki sudah dipastikan, maupun bahwa calon lawan tertentu telah menyetujui jadwal tersebut. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah alternatif itu dapat menjadi rencana yang benar-benar terlaksana.
Timnas Indonesia pada akhirnya hanya akan menjalani pemusatan latihan selama satu pekan di Bali. Keputusan tersebut menjadi penyesuaian dalam agenda persiapan tim, setelah upaya untuk menyusun rangkaian kegiatan dan mencari lawan tanding dilakukan. Dengan waktu yang terbatas, program latihan di Pulau Dewata diharapkan tetap dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menjaga kondisi pemain dan memperkuat kesiapan skuad menghadapi agenda berikutnya. Pengaturan sesi latihan menjadi penting agar setiap kegiatan memberi manfaat bagi tim.
Rizky Ridho meminta publik memahami keadaan yang dihadapi tim nasional. Ia menyampaikan bahwa tim pelatih dan pihak-pihak terkait telah berusaha mencari lawan tanding, sehingga keterbatasan agenda bukan berarti upaya persiapan diabaikan. Dalam menyusun program, berbagai hal perlu dipertimbangkan agar kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana. Ridho berharap masyarakat melihat usaha tersebut secara menyeluruh dan memahami bahwa pemusatan latihan di Bali tetap menjadi pilihan yang dapat dijalankan dalam situasi ini.
Selain menjadi kesempatan untuk berlatih, kebersamaan selama berada di Bali dinilai bisa membantu para pemain semakin dekat satu sama lain. Kedekatan antarpemain penting untuk membangun komunikasi dan kekompakan di dalam skuad, terutama ketika waktu berkumpul bersama tidak panjang. Karena itu, Ridho melihat pemusatan latihan satu pekan tersebut dapat menjadi solusi untuk menjaga kebersamaan sekaligus mendukung persiapan tim. Para pemain diharapkan menggunakan waktu yang tersedia untuk beradaptasi, saling mengenal lebih baik, dan mengikuti program yang disusun tim pelatih.
Pernyataan Ridho mengenai situasi persiapan itu disampaikan setelah Persija Jakarta mengalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Jakarta International Stadium, Sabtu malam, 7 November 2026. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa Timnas Indonesia pada akhirnya hanya akan menjalani pemusatan latihan selama satu pekan di Bali. Ia juga meminta publik memahami keadaan tim, mengingat tim pelatih dan pihak terkait sudah berusaha mencari lawan tanding.
Baca juga: DKI Jakarta Dorong Kelompok UPPKA Menjadi Penggerak Ekonomi Keluarga
231 kunjungan


































