Inaskills 2026 Siapkan 90 Peserta untuk Menguji Kompetensi dan Menjaring Talenta Nasional

oleh -134 Dilihat
oleh
Inaskills 2026 Siapkan 90 Peserta untuk Menguji Kompetensi dan Menjaring Talenta Nasional

Jakarta | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menyelenggarakan Indonesia Skills Competition (Inaskills) 2026 pada 26–31 Oktober 2026. Ajang ini akan diikuti 90 peserta yang tampil dalam dua kelompok kegiatan, yaitu kompetisi dan ekshibisi. Sebanyak 50 orang akan menguji kemampuan di lima bidang kompetisi, sedangkan 40 peserta lainnya akan berpartisipasi dalam bidang ekshibisi. Susunan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan keterampilan sekaligus memperkenalkan berbagai kompetensi kepada publik.

Inaskills bukan semata-mata ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang paling unggul. Kegiatan ini dirancang untuk menjaring kompetitor terbaik melalui pengujian keterampilan yang terarah, sekaligus membangun basis talenta keterampilan nasional. Dengan mempertemukan peserta dan kompetensi dari berbagai bidang, penyelenggaraan ini diharapkan dapat membantu mengenali potensi, kesiapan, serta kemampuan tenaga kerja Indonesia. Hasilnya dapat menjadi salah satu landasan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memenuhi standar dan tuntutan kompetisi keterampilan.

Penjaringan talenta nasional juga berkaitan dengan persiapan menghadapi kompetisi internasional. Peserta terbaik yang teridentifikasi melalui proses ini dapat menjadi bagian dari jalur pembinaan menuju panggung global. Karena itu, Inaskills berperan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan, menumbuhkan pengalaman berkompetisi, dan mendorong peningkatan keterampilan secara berkelanjutan. Persiapan yang dimulai di tingkat nasional penting agar calon kompetitor memahami tantangan dan standar yang akan dijumpai dalam ajang internasional.

Pelaksanaan selama enam hari, dari 26 hingga 31 Oktober, menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperlihatkan hasil latihan dan penguasaan bidang masing-masing. Pembagian 50 peserta kompetisi dan 40 peserta ekshibisi menunjukkan bahwa acara ini mencakup pengujian sekaligus pengenalan keterampilan. Melalui rangkaian tersebut, Kemnaker menargetkan terbentuknya kumpulan talenta yang dapat dipetakan dan dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, Inaskills 2026 diharapkan mendukung upaya memperkuat kesiapan kompetitor Indonesia, serta memperluas perhatian terhadap pentingnya keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja dan persaingan global.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, menyampaikan keterangan di Jakarta pada Rabu mengenai peran Inaskills dalam menyiapkan peserta berkompetensi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan talenta keterampilan Indonesia. Karena itu, persiapan menuju kompetisi tidak hanya berfokus pada keikutsertaan, tetapi juga pada pembuktian kemampuan melalui tugas yang relevan dengan bidang masing-masing. Sebanyak 90 peserta disiapkan untuk menjalani proses tersebut, sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi tolok ukur keterampilan yang lebih luas.

Dalam Inaskills, kemampuan calon kompetitor diuji sesuai bidang yang mereka tekuni. Penilaian mengacu pada standar internasional, sehingga peserta perlu menunjukkan penguasaan keterampilan secara terukur dan sesuai tuntutan kompetensi. Acuan tersebut memberi kerangka penilaian yang dapat digunakan untuk melihat kesiapan peserta, termasuk ketepatan dalam menyelesaikan pekerjaan dan mutu hasil yang dicapai. Dengan mekanisme demikian, kompetisi menjadi sarana untuk mengenali kekuatan maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan. Hasil pengujian juga dapat membantu peserta memahami posisi kemampuan mereka dalam konteks standar yang berlaku, bukan sekadar membandingkan diri dengan peserta lain.

Penjelasan Darmawansyah juga menempatkan Inaskills sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan persatuan melalui prestasi dan keunggulan keterampilan. Makna pernyataan itu ialah bahwa keberagaman peserta dapat dipertemukan dalam tujuan bersama: menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa capaian positif bagi Indonesia. Persatuan tidak hanya dipahami sebagai gagasan, tetapi dapat tercermin melalui kerja, disiplin, dan sikap saling menghargai selama kompetisi berlangsung. Ketika para peserta berusaha mencapai standar tinggi di bidang masing-masing, prestasi individu turut memperkuat gambaran tentang kapasitas talenta nasional. Dengan demikian, pengujian berbasis standar internasional menjadi bagian dari pengembangan keterampilan sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui keunggulan yang mereka miliki.

Inaskills 2026 menghadirkan lima bidang kompetisi yang dirancang untuk menguji keterampilan teknis, ketelitian, serta kesiapan peserta menghadapi kebutuhan dunia kerja. Penilaian melibatkan 30 juri yang bertugas menilai hasil dan proses kerja peserta sesuai kriteria pada masing-masing bidang. Ragam kompetisi ini mempertemukan keahlian dari sektor teknologi, industri, rekayasa, dan layanan perhotelan dalam satu ajang.

Bidang refrigeration and air conditioning berfokus pada kompetensi terkait sistem pendingin dan tata udara. Peserta dituntut menunjukkan pemahaman teknis serta kecermatan dalam menangani pekerjaan yang berkaitan dengan instalasi dan pengoperasian sistem. Pada industrial automation, kemampuan peserta dalam menghadapi tantangan otomasi industri menjadi perhatian, termasuk penerapan keterampilan untuk mendukung proses produksi yang terstruktur.

Kompetisi hotel reception menguji keterampilan layanan di bagian penerimaan tamu. Bidang ini menempatkan komunikasi, ketepatan pelayanan, dan kemampuan menangani kebutuhan tamu sebagai unsur penting. Sementara itu, mechanical engineering CAD menilai kecakapan dalam menggunakan perangkat desain berbantuan komputer untuk pekerjaan rekayasa mekanik. Ketelitian dalam menerjemahkan rancangan menjadi representasi teknis menjadi bagian dari kompetensi yang ditampilkan peserta.

Bidang kelima, internet of things, mengangkat keterampilan dalam ranah perangkat dan sistem yang saling terhubung. Kehadirannya melengkapi cakupan lomba dengan kompetensi teknologi digital yang semakin relevan dalam berbagai sektor. Bersama empat bidang lainnya, kompetisi ini memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan penguasaan bidang secara terukur di hadapan para juri.

Selain lima lomba yang dinilai, Inaskills 2026 juga menyelenggarakan ekshibisi microsoldering oleh Tespoin. Sesi demonstrasi ini memperkenalkan keterampilan penyolderan berpresisi tinggi kepada pengunjung, sekaligus memberi warna berbeda di luar format kompetisi utama. Seluruh rangkaian kegiatan tersebar di tiga lokasi, yaitu Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, BBPVP Serang, dan AKTI Karawang. Pembagian lokasi tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan ajang yang melibatkan beragam bidang dan peserta, sementara pengunjung dapat mengikuti aktivitas sesuai tempat berlangsungnya kegiatan. Dengan lima disiplin lomba, satu ekshibisi, serta penilaian oleh 30 juri, Inaskills menggabungkan demonstrasi kemampuan dan kompetisi dalam beragam bidang keahlian.Calon kompetitor Inaskills 2026 tidak hanya berasal dari satu jalur pendidikan atau pekerjaan. Peserta diproyeksikan datang dari Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia), kalangan industri, serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) maupun Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP). Keragaman latar belakang ini membuka ruang bagi talenta dengan pengalaman dan keahlian berbeda untuk menunjukkan kompetensinya. Para juara Circuit Global Championship yang diselenggarakan Teknisi Ponsel Indonesia (Tespoin) juga termasuk dalam sumber calon peserta.

Jalur yang beragam tersebut menjadi bagian dari upaya menjaring kandidat dengan potensi kuat. Kompetitor tidak hanya dinilai berdasarkan asal institusi, tetapi juga kemampuan mereka menyelesaikan tantangan sesuai bidang keahlian. Melalui proses kompetisi, penyelenggara dapat melihat penerapan pengetahuan, ketelitian, kreativitas, dan kesiapan peserta menghadapi standar kerja. Proyek uji menjadi sarana untuk memperlihatkan kemampuan secara langsung sekaligus membandingkan capaian peserta dengan kriteria kompetensi yang telah ditetapkan.

Darmawansyah menjelaskan bahwa pembinaan talenta berlangsung melalui sejumlah tahapan. Prosesnya dimulai dengan mengidentifikasi sumber talenta, kemudian dilanjutkan dengan kompetisi melalui proyek uji. Hasil kompetisi menjadi dasar penilaian untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan pengembangan setiap kandidat. Peserta terpilih selanjutnya dapat mengikuti pemusatan latihan, sebelum menjalani peningkatan kapasitas yang dirancang untuk memperkuat kompetensi. Tahapan berurutan ini membantu pembinaan berjalan lebih terarah, mulai dari menemukan kandidat hingga menyiapkan mereka menghadapi tantangan yang lebih tinggi.

Bagi para pemenang, kesempatan tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Mereka berpeluang mengikuti pemusatan latihan di training center Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), serta program pelatihan HRDK Korea.

Baca juga: Gangguan Akun No Kings Picu Permintaan Maaf Meta, Peserta Aksi Minta Pertanggungjawaban | Jokowi Terima Undangan Dhaup Ageng Gusti Sura, Siapkan Busana Jawi Jangkep | Galangan Kapal Nasional Beralih ke Armada Pengangkut BBM saat Pesanan Kapal Tambang Menyusut