Pengerahan Personel dan Strategi Pemadaman Karhutla di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

oleh -145 Dilihat
oleh
Pengerahan Personel dan Strategi Pemadaman Karhutla di Suaka Margasatwa Padang Sugihan

Padang | Polda Sumatera Selatan menyiapkan 300 personel Brimob untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kekuatan tersebut terdiri atas 200 anggota yang diperbantukan dari Markas Besar Polri dan 100 personel Brimob Polda Sumsel. Pengerahan ini ditujukan untuk menambah dukungan di lapangan saat upaya pemadaman membutuhkan tenaga dan koordinasi lintas satuan.

Penambahan personel tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemadaman api, tetapi juga untuk mengurangi dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi. Suaka Margasatwa Padang Sugihan merupakan habitat bagi satwa yang dilindungi, sehingga penanganan kebakaran perlu mempertimbangkan keselamatan satwa serta kelestarian lingkungan. Kehadiran Brimob diharapkan membantu upaya pengendalian api sekaligus mendukung perlindungan kawasan yang terdampak.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana menyampaikan rencana pengerahan tersebut dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palembang pada Kamis. Dalam forum itu, kesiapan personel dibahas sebagai bagian dari langkah untuk memperkuat respons terhadap kebakaran di wilayah Sumatera Selatan. Pengerahan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan, terutama di lokasi yang memerlukan dukungan tambahan.

Menurut Kapolda, arah angin menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan fokus pengerahan personel. Pergerakan angin dapat memengaruhi arah penyebaran api dan asap, sehingga perkembangan kondisi perlu diperhatikan ketika menetapkan wilayah prioritas. Dengan pertimbangan tersebut, dukungan personel difokuskan ke OKI, termasuk kawasan Padang Sugihan yang mengalami kebakaran. Penentuan fokus ini dimaksudkan agar bantuan dapat diarahkan ke lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan lebih intensif, tanpa mengabaikan pemantauan terhadap kondisi di wilayah lain. Penguatan personel juga diharapkan membantu petugas merespons perubahan situasi secara terkoordinasi, sambil menjaga agar upaya pemadaman tetap memperhatikan keselamatan petugas dan perlindungan habitat satwa dilindungi di kawasan suaka margasatwa tersebut.

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan akan diperkuat melalui dukungan ratusan personel di lapangan. Mereka diarahkan untuk membantu pemadaman darat pada tujuh posko aktif yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Keberadaan personel di posko-posko tersebut diharapkan mendukung respons yang lebih cepat ketika muncul laporan kebakaran, sekaligus memperkuat upaya pengendalian api di kawasan konservasi. Fokus operasi tidak hanya pada keberadaan petugas di posko, tetapi juga pada kemampuan mereka bergerak menuju lokasi yang membutuhkan penanganan.

Sejumlah titik telah menjadi perhatian karena dinilai rawan dan memerlukan dukungan pemadaman, lain TP950, TP947, serta Posko Pangkalan Jirambah. Penempatan personel pada setiap titik akan dikoordinasikan dengan BKSDA, sehingga jumlah dan lokasi penugasan dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan. Koordinasi ini penting mengingat kondisi kawasan dan sebaran titik api dapat berubah, sementara sumber daya perlu diarahkan secara efektif. Petugas juga perlu disiapkan untuk menjangkau api yang berada jauh di dalam hutan, bukan hanya lokasi yang mudah dicapai dari posko.

Untuk mendukung operasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sekitar 100 personel dari sejumlah kepolisian resor turut dikerahkan. Personel tersebut berasal dari polres yang wilayahnya memiliki potensi karhutla lebih rendah, sehingga dapat membantu daerah yang sedang membutuhkan tambahan tenaga. Dukungan lintas wilayah ini melengkapi pengerahan di tujuh posko aktif dan membantu memperkuat pemadaman darat. Dalam pelaksanaannya, penugasan tetap perlu diselaraskan dengan BKSDA serta kondisi terkini, termasuk akses menuju lokasi dan jarak titik api dari posko. Dengan pembagian personel yang mengikuti kebutuhan lapangan, upaya penanganan di titik rawan dapat dilakukan lebih terarah, sementara petugas memiliki dukungan untuk mencapai bagian kawasan yang terpencil.

Analisis BMKG menjadi salah satu dasar dalam memperkirakan arah sebaran asap dan menentukan prioritas penanganan karhutla. Angin dari tenggara dan timur dapat membawa asap dari wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menuju Palembang. Pergerakan tersebut membuat kebakaran di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas udara di daerah yang berada pada jalur asap. Karena arah angin dapat berubah, pemantauan kondisi cuaca dan perkembangan titik api tetap diperlukan untuk menyesuaikan pengerahan personel serta langkah pemadaman.

Upaya pemadaman di dalam kawasan suaka menghadapi kendala akses dan ketersediaan air. Sumber air di sekitar lokasi dilaporkan berkurang, sementara sejumlah titik api berada jauh di dalam hutan. Jarak dan kondisi medan menyulitkan pengangkutan air secara cepat, sehingga petugas perlu mengatur distribusi perlengkapan dan pasokan dengan cermat. Untuk mendukung operasi, disiapkan 329 gulung selang pemadam, masing-masing sepanjang 30 meter. Selang tersebut membantu menjangkau area yang lebih jauh dari titik pasokan, meskipun penggunaannya tetap bergantung pada ketersediaan air dan kondisi jalur di lapangan.

Selain selang, tangki air darurat atau collapsible tank disiapkan untuk menampung air dan memasoknya ke kebutuhan pemadaman. Peralatan ini dapat mendukung pengisian ulang dan membantu menjaga pasokan lebih dekat dengan area operasi ketika sumber air alami sulit dijangkau. Namun, keberadaan sarana tersebut tidak menghilangkan risiko kebakaran berulang. Rony mengingatkan bahwa lahan yang sangat kering dapat memunculkan kembali titik api di kawasan yang sebelumnya telah dipadamkan. Bara yang tersisa dapat menyala lagi, dan gesekan kayu dalam kondisi kering juga dapat memicu api. Karena itu, pemeriksaan ulang pada lokasi padam, pemantauan bara, serta kesiagaan personel perlu dilanjutkan agar api tidak berkembang kembali dan menghasilkan asap baru.

Dukungan personel menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Sebanyak 1.066 personel Polri telah berada di lapangan untuk mendukung pengerahan dan pelaksanaan penanganan. Jumlah tersebut diperkuat dengan tambahan personel dari Kapolri, yakni 206 anggota Brimob serta 11 personel Dokkes. Kehadiran unsur Brimob dan Dokkes melengkapi dukungan kepolisian yang sudah dikerahkan, sesuai kebutuhan penanganan di lokasi. Pengerahan berbagai personel ini berjalan bersama upaya pemadaman, sehingga penanganan tidak hanya mengandalkan satu bentuk dukungan. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari langkah yang disiapkan untuk menghadapi karhutla di kawasan suaka margasatwa tersebut.

Selain dukungan personel di lapangan, upaya pemadaman juga dilakukan dari udara. Tercatat lima sorti water bombing telah dilaksanakan sebagai bagian dari penanganan kebakaran. Pemadaman melalui udara melengkapi pekerjaan yang berlangsung di lapangan, dengan dukungan personel yang telah dikerahkan. Penyebutan lima sorti menggambarkan pelaksanaan upaya tersebut tanpa mengubahnya menjadi klaim mengenai hasil akhir pemadaman atau kondisi kebakaran. Dukungan udara dan pengerahan personel sama-sama menjadi bagian dari rangkaian penanganan yang dilakukan di Padang Sugihan. Informasi ini menunjukkan bahwa respons mencakup dukungan kepolisian, tambahan unsur Brimob dan Dokkes, serta upaya pemadaman dengan water bombing. Setiap langkah ditempatkan dalam konteks penanganan karhutla, tanpa mengabaikan pencegahan dan penanganan pelanggaran.

Polda Sumsel menyampaikan bahwa penanganan juga mencakup edukasi kepada masyarakat, patroli pencegahan, serta penegakan hukum. Edukasi ditujukan untuk mendorong pemahaman masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan, sementara penegakan hukum akan ditempuh bersama kejaksaan terhadap pihak yang terbukti melanggar. Dengan demikian, tindakan hukum dikaitkan dengan pembuktian pelanggaran dan dilaksanakan bersama kejaksaan. Rony mengajak seluruh komponen di Sumatera Selatan untuk bergerak bersama dalam menghadapi karhutla. Ajakan tersebut menekankan keterlibatan bersama dalam upaya penanganan, sejalan dengan dukungan personel, pemadaman dari udara, edukasi, patroli, dan penegakan hukum yang disampaikan.

Baca juga: Cek Kesehatan Jadi Bekal Personel Karhutla Batang Hari Sebelum ke Lapangan | Penanganan Karhutla Diperkuat: Personel Gabungan, Bantuan Daerah, dan Rencana Kolaborasi Kampus | MUSIM KEMARAU KAPOLSEK RENGEL GENCAR SOSIALISASI CEGAH KARHUTLA