Kericuhan Usai Unjuk Rasa di Unhas, Motor Listrik Kampus Terbakar

oleh -134 Dilihat
oleh
Kericuhan Usai Unjuk Rasa di Unhas, Motor Listrik Kampus Terbakar

Makassar | Unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (22/10/2026), berakhir ricuh. Dalam insiden tersebut, satu motor listrik milik kampus terbakar dan seorang mahasiswa diamankan polisi. Aksi yang semula menjadi ruang penyampaian tuntutan politik dan lingkungan itu berlangsung di sekitar kampus hingga malam hari.

Sejak siang, massa berkumpul di depan Pintu 1 Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Para peserta menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa yang melibatkan ratusan mahasiswa. Situasi di lokasi kemudian memanas, sementara akses jalan sempat diblokade oleh massa. Penutupan jalan tersebut menyebabkan kemacetan panjang di kawasan sekitar, menghambat arus kendaraan yang melintas.

Kericuhan menjadi sorotan setelah motor listrik yang tercatat sebagai milik kampus terbakar di tengah rangkaian aksi. Polisi juga mengamankan seorang mahasiswa dalam peristiwa itu. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas mahasiswa tersebut ataupun dugaan keterlibatannya dalam pembakaran. Informasi mengenai penyebab motor terbakar dan kondisi kendaraan setelah kejadian juga belum dijelaskan.

Aksi berlangsung dalam rangka peringatan dua tahun pemerintahan, dengan tuntutan yang mencakup isu politik dan lingkungan. Hingga malam, massa masih berkumpul di depan gerbang kampus dan situasi di sekitar lokasi menjadi perhatian pengguna jalan serta warga. Pemblokadean jalan dan insiden pembakaran menandai perubahan suasana unjuk rasa dari penyampaian aspirasi menjadi kericuhan.

Peristiwa ini mempertemukan sejumlah persoalan yang memerlukan kejelasan lebih lanjut: penanganan demonstrasi, kerusakan aset kampus, serta proses terhadap mahasiswa yang diamankan. Informasi yang tersedia sejauh ini belum merinci kronologi terjadinya pembakaran ataupun langkah berikutnya dari pihak kepolisian dan kampus. Perkembangan resmi dari pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kejadian secara utuh, termasuk dampak insiden terhadap kegiatan kampus dan lalu lintas di kawasan Tamalanrea.

Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, menyatakan bahwa unjuk rasa di lingkungan kampus pada mulanya berlangsung damai. Menurut dia, mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui orasi di jalan raya yang berada di depan Pintu 1 Unhas. Pada tahap awal tersebut, kegiatan berjalan tertib, meskipun lokasi aksi di jalur yang digunakan masyarakat membuat arus lalu lintas terdampak.

Orasi di depan pintu masuk kampus sempat menimbulkan kemacetan. Kondisi itu terjadi karena massa berkumpul di area jalan raya, sehingga ruang bagi kendaraan untuk melintas menjadi terbatas. Pihak kampus, kata Ishaq, memfasilitasi berlangsungnya aksi sebagai bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa. Di saat yang sama, kampus berupaya menjaga agar kegiatan tersebut tidak sepenuhnya menghambat aktivitas pengguna jalan di sekitar lokasi.

Pendekatan yang dilakukan pihak kampus, menurut Ishaq, bersifat persuasif. Mahasiswa diajak untuk tetap memberikan akses kepada masyarakat yang melintas, sembari menyampaikan tuntutan mereka. Upaya ini dimaksudkan agar aspirasi dapat disampaikan tanpa menutup jalan dan mengganggu perjalanan pengguna jalan secara berlebihan. Keterangan tersebut menggambarkan situasi pada awal aksi, ketika kegiatan utama masih berlangsung dan kampus berkomunikasi dengan para peserta.

Ishaq menyebut aksi utama berakhir sekitar pukul 17.30 Wita. Setelah kegiatan tersebut selesai, mahasiswa membubarkan diri dari lokasi. Namun, menurut keterangannya, tidak semua orang langsung meninggalkan kawasan Pintu 1. Sekitar 30 orang masih berkumpul di sekitar pintu masuk itu setelah massa aksi utama membubarkan diri. Dengan demikian, keterangan kampus membedakan jalannya unjuk rasa utama yang disebut sempat damai dan kondisi setelah kegiatan tersebut berakhir.

Informasi dari pihak kampus itu memberikan gambaran mengenai urutan awal peristiwa: mahasiswa berorasi di jalan depan Pintu 1, arus lalu lintas sempat tersendat, dan kampus berupaya memfasilitasi aksi sekaligus meminta akses jalan tetap tersedia. Penjelasan Ishaq juga mencatat waktu berakhirnya aksi utama serta keberadaan kelompok yang masih berkumpul sesudahnya. Keterangan ini terbatas pada situasi unjuk rasa dan penanganan awal di sekitar gerbang kampus, sebagaimana disampaikan oleh pejabat humas Unhas.

Sekitar pukul 18.30 Wita, situasi di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali memanas setelah kelompok yang masih berkumpul mulai melakukan provokasi dan merusak sejumlah fasilitas kampus. Dalam kejadian tersebut, satu unit motor listrik Wesgo milik Unhas dibakar. Peristiwa itu terjadi setelah unjuk rasa berlangsung dan menambah ketegangan di area kampus. Kerusakan fasilitas serta terbakarnya kendaraan menjadi bagian dari rangkaian kericuhan yang ditangani petugas keamanan pada sore hari tersebut.

Ishaq mengatakan, identitas kelompok yang terlibat belum dapat dipastikan. Menurut dia, sebagian besar orang dalam kelompok itu mengenakan masker, sementara banyak di antaranya memakai hoodie. Penampilan tersebut menyulitkan proses pengenalan dan memastikan siapa saja yang berada di lokasi. Meski demikian, Ishaq menyebut sejumlah oknum mahasiswa Unhas telah diidentifikasi. Keterangan itu belum berarti seluruh anggota kelompok telah diketahui, sehingga identitas pihak lain yang ikut berkumpul atau melakukan tindakan perusakan masih belum dipastikan.

Ketika petugas keamanan kampus berupaya mengendalikan keadaan, mereka juga berusaha memadamkan api pada motor listrik dan membuka blokade di area Pintu 1. Upaya tersebut mendapat perlawanan dari massa yang berada di sekitar lokasi. Ishaq menyatakan petugas diserang menggunakan batu dan busur. Situasi itu membuat penanganan kericuhan berlangsung di tengah risiko bagi petugas, sementara mereka berusaha menangani kebakaran dan memulihkan akses yang terhalang. Berdasarkan keterangan Ishaq, serangan tersebut terjadi saat petugas mencoba menjalankan langkah pengamanan. Rangkaian kejadian itu mencakup provokasi, perusakan fasilitas, pembakaran motor listrik, serta perlawanan terhadap petugas kampus di kawasan Pintu 1.

Seorang mahasiswa diamankan polisi dalam kericuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di Universitas Hasanuddin (Unhas). Mahasiswa tersebut kemudian dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan. Informasi mengenai pengamanan ini disampaikan dalam konteks penanganan peristiwa yang berujung pada perusakan dan terbakarnya motor listrik kampus. Pihak kepolisian membawa mahasiswa itu untuk diperiksa, sementara pihak kampus memberikan keterangan mengenai identitasnya serta waktu terjadinya kerusakan.

Ishaq membenarkan bahwa mahasiswa yang diamankan tersebut berasal dari Fakultas Kelautan dan Perikanan. Mahasiswa itu tercatat sebagai angkatan 2025 dan berinisial RA. Keterangan tersebut menjelaskan latar belakang mahasiswa yang dibawa ke Mapolrestabes Makassar, tetapi pengamanan dan pemeriksaan tidak dengan sendirinya menyatakan bahwa ia terbukti terlibat dalam perusakan. Proses pemeriksaan kepolisian menjadi bagian dari penanganan atas kejadian yang berlangsung di lingkungan kampus setelah aksi.

Unhas menegaskan bahwa perusakan terjadi setelah aksi utama selesai. Penjelasan ini membedakan jalannya unjuk rasa dari kericuhan yang muncul kemudian, sehingga kedua rangkaian peristiwa tersebut tidak disamakan. Kampus juga menyatakan akan bersikap tegas terhadap mahasiswa yang terbukti terlibat. Dengan demikian, tindak lanjut terhadap mahasiswa akan mengacu pada keterlibatan yang dapat dibuktikan, sementara pengumpulan keterangan dan pemeriksaan berlangsung sesuai penanganan yang dilakukan aparat.

Setelah kejadian, situasi di sekitar lokasi disebut telah kondusif. Meski demikian, aparat kepolisian masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan. Petugas yang berada di lokasi terdiri atas personel berseragam lengkap maupun aparat berpakaian preman. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengamanan tetap dilakukan meskipun keadaan telah terkendali. Penjagaan tersebut berlangsung di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah antisipasi, sementara pemeriksaan terhadap mahasiswa yang diamankan dan penanganan peristiwa berada dalam proses lebih lanjut.

Baca juga: Bali Jadi Percontohan Transisi Transportasi Bersih dengan 11 Bus Listrik Hibah Korea | BMW Vision CE: Skuter Listrik dengan Sistem Penyeimbang dan Rangka Pelindung | Koalisi Tambang Sultra Gelar Unjuk Rasa di Jakarta, Minta Kejagung Periksa Pihak Terkait