Freya Delovia dan Band NACL Bersinar di Panggung Pensi Bareng 2026

oleh -315 Dilihat
oleh
Freya Delovia dan Band NACL Bersinar di Panggung Pensi Bareng 2026

Jakarta | Kapanlagi Pensi Bareng 2026 menghadirkan suasana meriah di SMAN 35 Jakarta. Para pemenang, Freya Delovia dan band NACL, mendapat kesempatan tampil di hadapan siswa serta guru dalam rangkaian acara tersebut. Kehadiran mereka menjadi salah satu momen yang dinantikan, sekaligus membawa energi baru ke panggung sekolah. Sejak penampilan dimulai, perhatian penonton tertuju pada para pengisi acara yang membawa kemampuan dan karakter masing-masing. Meski tampil di tengah kegiatan pensi yang ramai, keduanya tetap menunjukkan kesiapan untuk berbagi karya dan menghibur audiens yang hadir.

Persiapan menuju panggung terbilang relatif singkat, sementara masing-masing pemenang juga menghadapi kendala tersendiri. Namun, keadaan itu tidak membuat mereka kehilangan fokus ketika tampil. Terik matahari yang menyelimuti area acara turut menjadi tantangan, tetapi tidak mengurangi kualitas penampilan maupun kepercayaan diri mereka. Freya Delovia dan NACL tetap berusaha memberikan penampilan terbaik, memperlihatkan bahwa kesiapan dan semangat dapat terlihat meski waktu persiapan terbatas. Sikap percaya diri tersebut terasa penting dalam menjaga suasana tetap hidup, terutama saat para penonton mengikuti jalannya penampilan di bawah cuaca yang panas.

Respons siswa dan guru yang menyaksikan pun terasa hangat. Tepuk tangan dan sorakan terdengar setelah penampilan, menjadi bentuk apresiasi atas usaha serta bakat yang ditunjukkan para pemenang. Dukungan penonton ikut menguatkan suasana kebersamaan di lingkungan sekolah, tanpa mengalihkan perhatian dari para pengisi acara. Kapanlagi Pensi Bareng 2026 di SMAN 35 Jakarta pun memberi ruang bagi talenta untuk tampil dan disambut langsung oleh komunitas sekolah. Dalam kegiatan ini, kesegaran AQUA dan Mizone turut memberikan dukungan sebagaimana tercantum dalam penyelenggaraan acara. Kehadiran dukungan tersebut melengkapi pengalaman di lokasi, sementara sorak dan tepuk tangan menjadi penanda antusiasme penonton terhadap penampilan Freya Delovia dan band NACL.

Freya Delovia meraih posisi pertama dalam penampilan tari di Pensi Bareng 2026 dengan membawakan tari tradisional Betawi berjudul Nandak Ganjen. Pilihan tersebut menampilkan kekayaan seni daerah sekaligus memberi ruang bagi Freya untuk memperlihatkan kemampuan yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun. Di hadapan penonton dan juri, ia menghadirkan tarian itu dengan pembawaan yang meyakinkan, sehingga setiap gerak terasa terarah dan ekspresif. Pencapaian ini menjadi salah satu sorotan acara, sekaligus menegaskan bahwa tari tradisional dapat tampil menarik di panggung sekolah ketika dibawakan dengan penghayatan dan persiapan yang baik.

Nandak Ganjen dikenal melalui karakter geraknya yang lincah dan energik. Ragam gerak yang dinamis berpadu dengan ekspresi ceria, membangun suasana yang hidup sepanjang pertunjukan. Namun, tarian ini tidak hanya mengandalkan kecepatan atau ketepatan gerak. Di dalamnya tersampaikan pesan semangat, yang mengajak penonton merasakan keceriaan dan energi positif. Freya menyampaikan karakter tersebut dengan memikat, menjaga gerak tetap selaras dengan ekspresi dan alur tarian. Penampilannya membuat pesan yang terkandung dalam Nandak Ganjen dapat terasa, tanpa menghilangkan ciri khas tari Betawi yang menjadi dasar pertunjukan.

Freya telah menekuni tari sejak duduk di bangku SMP. Pengalaman itu membantunya membangun keterampilan sekaligus memahami cara membawakan sebuah tarian dengan percaya diri. Sebelum tampil di Pensi Bareng 2026, ia juga pernah meraih juara pertama dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Pengalaman kompetisi tersebut menjadi bekal penting saat kembali tampil di hadapan juri. Dalam persiapan untuk acara ini, Freya mengaku tidak mengalami kendala karena sudah menguasai Nandak Ganjen. Penguasaan materi membuatnya dapat berfokus pada penyampaian gerak dan pesan tarian. Hasilnya, penampilan yang matang mengantarkannya meraih juara pertama.

Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, Freya Delovia mengaku tidak menyangka dirinya akan berada di posisi tersebut. Ia merasa senang atas hasil yang diraih, tetapi sejak awal tidak terlalu percaya diri bahwa kemenangan utama akan menjadi miliknya. Pengumuman itu pun menjadi momen yang terasa istimewa baginya, terutama karena perkiraannya sebelum hasil disampaikan justru berbeda. Freya tidak menempatkan dirinya sebagai kandidat yang paling mungkin memperoleh gelar juara pertama, sehingga kabar tersebut datang sebagai kejutan yang menggembirakan.

Menurut Freya, ia semula memperkirakan juara pertama akan berasal dari kategori band. Perkiraan itu membuat pengumuman namanya terasa semakin tidak terduga. Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat senang ketika akhirnya terpilih sebagai pemenang utama. Perasaan bahagia tersebut muncul seiring dengan rasa terkejut karena hasilnya tidak sesuai dengan dugaan awal. Meski demikian, Freya mengungkapkan reaksinya secara sederhana, tanpa menyatakan bahwa ia sejak awal yakin akan menang atau menganggap hasil tersebut sudah pasti. Baginya, terpilih sebagai juara pertama merupakan kabar yang membuatnya merasa senang.

Pengalaman itu menjadi bagian penting dari keterlibatan Freya dalam Kapanlagi Pensi Bareng 2026. Ia dapat merayakan hasil yang diraih sambil tetap mengingat bahwa sebelumnya dirinya tidak terlalu percaya diri dan memperkirakan pemenang utama datang dari kategori band. Dalam kesempatan tersebut, Freya juga menyampaikan harapannya untuk ajang ini ke depannya. Ia berharap Kapanlagi Pensi Bareng terus berkembang dan semakin sukses, sekaligus menghadirkan kemeriahan yang lebih seru. Harapan itu menjadi penutup dari reaksinya atas kemenangan yang tidak ia sangka, serta menunjukkan dukungannya agar acara tersebut dapat terus bertumbuh dan memberikan pengalaman yang semakin meriah pada penyelenggaraan berikutnya.

NACL bermula dari kegiatan ekstrakurikuler musik di SMAN 35 Jakarta, saat para anggotanya masih duduk di kelas 10. Ketika itu, ketua ekstrakurikuler mengajak mereka untuk membentuk kelompok musik. Ajakan tersebut menjadi titik awal bagi para siswa yang sebagian sudah saling mengenal dan berteman. Minat yang sama terhadap musik kemudian mempertemukan mereka dalam sebuah band, sekaligus membuka kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama di lingkungan sekolah.

Formasi NACL terdiri atas Bagas Adhiansyah dan Arkan Al Faridzi, bersama Galih Adrianto sebagai drummer, Mandala Ibni sebagai bassist, serta Jemima Gendis yang memainkan piano dan keyboard sekaligus menjadi vocalist. Glayds Calista juga mengisi posisi vocalist. Pada awal terbentuk, latihan mereka berlangsung santai di studio. Waktu latihan tidak hanya digunakan untuk memainkan lagu, tetapi juga untuk mengenali karakter dan kebiasaan bermusik setiap personel. Seiring waktu, kecocokan di mereka semakin terasa dan menjadi dasar bagi kekompakan kelompok.

Kecocokan tersebut mendorong NACL untuk mencoba tampil di berbagai panggung dan mengikuti perlombaan di sekolah. Pengalaman tampil memberi mereka ruang untuk membangun kepercayaan diri serta memahami kerja sama yang dibutuhkan sebuah band. Kemampuan musik para personel pun berkembang melalui proses saling mengajarkan teori dan teknik. Mereka berbagi pengetahuan sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari pemahaman dasar hingga cara memainkan instrumen dengan lebih baik. Proses belajar bersama ini membantu mereka menyesuaikan permainan dan memperkuat penampilan sebagai satu kesatuan. Menjelang Kapanlagi Pensi Bareng 2026, NACL menghadapi persiapan yang cukup singkat: mereka hanya memiliki tiga hari latihan untuk menyiapkan penampilan di panggung tersebut. Waktu terbatas itu menjadi tantangan baru bagi band yang tumbuh dari ekstrakurikuler musik sekolah ini.