Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan stimulus berupa potongan harga transportasi untuk mendukung perjalanan masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Mayoritas diskon yang direncanakan berada pada tingkat 30 persen. Namun, angka tersebut tidak berarti seluruh moda transportasi maupun setiap tiket akan memperoleh potongan dengan besaran yang sama; cakupan dan ketentuan masing-masing program perlu merujuk pada pengaturan yang berlaku.
Rencana tersebut dipaparkan Airlangga dalam sidang kabinet paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa stimulus Nataru telah disepakati sejak pertengahan tahun. Dengan persiapan lebih awal, pemerintah memiliki waktu untuk menyusun pelaksanaan program sekaligus memperhitungkan kebutuhan anggaran dan perkiraan penerimanya.
Program ini diperkirakan dapat menjangkau sekitar 6,6 juta orang. Pemerintah menyiapkan anggaran total sebesar Rp883,4 miliar untuk mendukung stimulus tersebut. Nilai anggaran dan perkiraan jumlah penerima itu menunjukkan bahwa kebijakan dirancang sebagai dukungan berskala besar pada salah satu periode perjalanan tersibuk di akhir tahun, meskipun manfaat yang diterima setiap orang dapat berbeda menurut layanan dan syarat program.
Diskon transportasi diharapkan membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat yang bepergian untuk merayakan Natal, mengunjungi keluarga, atau berlibur saat pergantian tahun. Pada saat yang sama, stimulus dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga mobilitas dan mendukung kegiatan ekonomi selama masa liburan. Dampak akhirnya akan bergantung pada rincian pelaksanaan, termasuk moda yang tercakup, periode pembelian dan perjalanan, serta mekanisme pemberian potongan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu informasi teknis resmi sebelum menyusun anggaran perjalanan dengan mengandalkan diskon tertentu. Pernyataan mengenai mayoritas potongan sebesar 30 persen merupakan gambaran rencana, bukan jaminan bahwa seluruh tiket akan mendapat pengurangan sebesar itu. Rincian per layanan akan menentukan siapa yang memenuhi syarat, kapan diskon dapat digunakan, dan bagaimana penerapannya pada harga tiket. Pengumuman lanjutan dari kementerian atau penyedia transportasi akan menjadi acuan untuk memeriksa ketersediaan kuota, cara pemesanan, serta syarat dan ketentuan lainnya.Stimulus transportasi darat dan laut untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 mencakup beberapa bentuk keringanan yang jadwal serta penerapannya berbeda. Pemerintah menyiapkan potongan harga tiket kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu menekan biaya perjalanan masyarakat yang menggunakan layanan kereta selama masa libur akhir tahun. Calon penumpang perlu memperhatikan tanggal keberangkatan yang tercakup, karena periode potongan berlaku pada rentang tersebut, bukan sepanjang musim liburan tanpa batas.
Untuk angkutan laut, tiket kapal Pelni mendapat potongan 30 persen pada tarif dasar. Periode program ini dimulai lebih awal, yakni 17 Desember 2026, dan berakhir pada 10 Januari 2027. Potongan tersebut berlaku pada komponen tarif dasar, sehingga berbeda dari pembebasan biaya jasa kepelabuhanan. Pembedaan ini penting agar penumpang memahami bahwa bentuk manfaat pada tiket Pelni tidak sama dengan kebijakan yang diterapkan untuk layanan pelabuhan. Rincian tarif dan ketentuan penggunaan tetap perlu diperiksa melalui informasi resmi penyedia layanan sebelum pemesanan.
Selain potongan tiket, pemerintah juga menyiapkan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP untuk periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Kebijakan ini merupakan pembebasan atas tarif jasa kepelabuhanan, bukan diskon tiket kapal sebesar 30 persen. Dengan demikian, rangkaian stimulus memiliki tiga komponen: potongan tiket kereta, potongan tarif dasar kapal Pelni, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP. Periode masing-masing program tidak sepenuhnya sama, sehingga penumpang sebaiknya menyesuaikan rencana perjalanan dengan tanggal yang berlaku.
Secara keseluruhan, alokasi anggaran untuk rangkaian stimulus transportasi darat dan laut tersebut mencapai Rp161,4 miliar. Pemerintah menargetkan manfaatnya menjangkau sekitar 2,8 juta penumpang. Anggaran dan sasaran ini mencakup dukungan bagi pengguna moda kereta api maupun transportasi laut, termasuk layanan yang terkait dengan ASDP. Informasi mengenai jadwal, syarat pemesanan, ketersediaan kuota, dan cara memperoleh manfaat dapat berubah mengikuti ketentuan pelaksana. Karena itu, penumpang sebaiknya memeriksa kanal resmi sebelum membeli tiket atau merencanakan perjalanan, serta memperhatikan jenis keringanan yang berlaku pada layanan pilihannya.
Dalam rancangan stimulus Natal dan Tahun Baru 2026–2027, salah satu insentif yang disiapkan menyasar penerbangan domestik kelas ekonomi. Pemerintah merencanakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk tiket pada kategori tersebut. Dengan skema ini, beban PPN atas penerbangan yang memenuhi ketentuan akan ditanggung melalui dukungan pemerintah, sehingga diharapkan biaya perjalanan udara bagi masyarakat dapat lebih terjangkau selama periode libur akhir tahun.
Untuk mendukung insentif penerbangan itu, alokasi anggaran yang direncanakan mencapai Rp722 miliar. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 3,7 juta penumpang. Angka anggaran dan sasaran penerima ini merupakan bagian dari rencana stimulus yang tengah dipersiapkan; pelaksanaan dan aturan teknisnya tetap bergantung pada pengumuman resmi pemerintah. Karena itu, calon penumpang sebaiknya menunggu informasi mengenai masa berlaku, persyaratan tiket, serta cara penerapan skema sebelum mengandalkannya dalam menyusun rencana perjalanan.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa rencana diskon transportasi untuk Nataru telah dibahas secara intensif. Menurutnya, rincian potongan harga akan diumumkan dalam waktu dekat. Ia berharap besaran dan skema insentif setidaknya dapat menyamai kebijakan pada periode sebelumnya, tetapi saat itu belum dapat memastikan keputusan akhir mengenai PPN ditanggung pemerintah untuk penerbangan domestik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan pajak masih menunggu kepastian, bukan keputusan final yang telah berlaku.
Dudy juga berharap pemerintah segera menyampaikan keputusan dan rincian kebijakan. Pengumuman lebih awal dinilai penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan serta membeli tiket dengan waktu yang cukup, sementara maskapai dan operator transportasi lainnya dapat menyiapkan penjualan, kapasitas, dan mekanisme penerapan potongan. Kepastian mengenai jadwal, cakupan penerbangan, dan tata cara memperoleh manfaat akan membantu calon penumpang memahami harga yang ditawarkan. Hingga rincian resmi tersedia, rencana PPN ditanggung pemerintah dan sasaran penerimaannya perlu dipahami sebagai bagian dari persiapan stimulus Nataru, bukan jaminan bahwa setiap tiket otomatis memperoleh potongan dengan ketentuan tertentu.
Selain stimulus transportasi pada periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, Airlangga juga memaparkan sejumlah program lain dalam rangkaian paket kebijakan pemerintah. Program-program tersebut mencakup rencana pembagian rekening dengan anggaran Rp1,28 triliun yang direncanakan berlangsung pada kuartal IV 2026. Kebijakan ini disampaikan bersamaan dengan langkah-langkah dukungan bagi masyarakat dan pekerja, dengan sasaran yang berbeda-beda. Pemaparan tersebut menempatkan program rekening sebagai salah satu bagian dari upaya yang disiapkan pemerintah menjelang akhir tahun. Dalam paket yang sama, bantuan pangan dan subsidi upah turut dicantumkan sebagai dukungan langsung terhadap kelompok penerima manfaat. Besaran anggaran serta jadwal pelaksanaan yang disebutkan memberikan gambaran mengenai cakupan program.
Bantuan pangan yang turut masuk dalam paket tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Anggaran yang disiapkan untuk bantuan ini mencapai Rp17,54 triliun. Selain pangan, pemerintah juga merencanakan bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu selama tiga bulan. Bantuan tersebut diberikan pada November–Desember kepada 13,3 juta pekerja, dengan anggaran Rp11,97 triliun. Penyebutan nilai bantuan, jumlah penerima, dan alokasi dana memperlihatkan bahwa paket mencakup dukungan untuk rumah tangga serta kalangan pekerja.
Baca juga: Panduan Akses Jakarta Running Festival 2026: Pilihan Transportasi dan Aturan Masuk GBK | DKI Siapkan Kartu Transportasi Gratis bagi Pencari Kerja Mulai 2027 | Pencari Kerja di Jakarta Bebas Tarif Transportasi Umum Mulai 2027



































