Jakarta | Dinas Pendidikan DKI Jakarta menargetkan pembangunan kembali SDN Baru 05 Pagi di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mulai dilaksanakan pada November 2026. Saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap tender atau pemilihan penyedia jasa konstruksi. Tahap ini diperlukan sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai, karena pemerintah perlu menetapkan pihak yang akan melaksanakan pembangunan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa.
Kepala Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Epharem Widjojo Sianturi, menyampaikan bahwa proses pemilihan penyedia menjadi bagian dari persiapan proyek. Setelah proses tersebut berjalan sesuai tahapan, pembangunan diharapkan dapat dimulai sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, November 2026 menjadi jadwal yang dituju untuk memulai pekerjaan, bukan penanda bahwa proses konstruksi telah berlangsung saat ini.
Epharem menjelaskan bahwa pembangunan kembali sekolah itu telah direncanakan secara bertahap sejak 2023 dan tidak pernah dihentikan. Perencanaan yang berlangsung dalam beberapa tahap tersebut menunjukkan bahwa proyek tetap berjalan, meskipun pelaksanaannya menunggu kesiapan tahapan berikutnya. Kini, prosesnya berlanjut melalui pemilihan penyedia jasa konstruksi sebagai langkah penting untuk menggerakkan rencana menuju pekerjaan di lapangan.
Pengadaan jasa konstruksi menjadi penentu bagi kelanjutan agenda tersebut. Melalui tender, pemerintah memilih penyedia yang akan mengerjakan pembangunan berdasarkan prosedur yang berlaku. Setelah penyedia ditetapkan dan persiapan teknis yang diperlukan diselesaikan, pekerjaan dapat memasuki tahap pelaksanaan. Dinas Pendidikan menargetkan rangkaian persiapan itu mendukung dimulainya pembangunan kembali SDN Baru 05 Pagi pada November 2026.
Rencana bertahap sejak 2023 dan proses tender yang berlangsung saat ini menjadi bagian dari jalur menuju pembangunan. Keterangan bahwa proyek tidak pernah dihentikan juga menegaskan keberlanjutan perencanaan, sementara jadwal mulai pada November 2026 tetap menjadi target. Perkembangan tender selanjutnya akan menjadi tahap yang perlu diperhatikan untuk memastikan rencana pembangunan sekolah di Pasar Rebo dapat beralih dari persiapan menuju pelaksanaan.
Pada tahap awal, pembiayaan rekonstruksi SDN Baru 05 Pagi direncanakan bersumber dari kewajiban pengembang. Skema tersebut dikaitkan dengan tanggung jawab pengembang dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan. Namun, hingga 2024, rencana itu belum disertai konfirmasi maupun kepastian mengenai pelaksanaan dan waktu realisasinya. Ketidakjelasan tersebut membuat sumber pembiayaan awal belum dapat dijadikan landasan yang pasti untuk memulai pembangunan.
Dalam perkembangan berikutnya, Dinas Pendidikan menyiapkan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan itu dirancang menggunakan kontrak multi-years untuk periode 2026–2027. Dengan demikian, rencana pembangunan tidak hanya bergantung pada kewajiban pengembang yang belum terkonfirmasi, tetapi memperoleh jalur anggaran pemerintah daerah yang direncanakan secara bertahap. Peralihan skema ini memberi kerangka pembiayaan yang lebih terencana untuk mendukung rekonstruksi sekolah.
Epharem menjelaskan bahwa penggunaan skema multi-years memungkinkan kebutuhan biaya pembangunan disiapkan melalui tahapan anggaran selama dua tahun. Artinya, alokasi tidak harus dibebankan sekaligus dalam satu tahun anggaran, melainkan dapat direncanakan lintas periode sesuai kontrak yang disusun. Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk menata pembiayaan proyek berdasarkan jadwal pelaksanaan dan ketersediaan anggaran pada setiap tahun.
Meski demikian, informasi mengenai skema ini tidak mencantumkan nilai anggaran yang dialokasikan. Karena itu, besaran dana maupun rincian pembagian biaya untuk 2026 dan 2027 belum dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia. Hal yang telah dijelaskan adalah arah pembiayaannya: setelah rencana awal melalui kewajiban pengembang belum memperoleh kepastian hingga 2024, Dinas Pendidikan menyiapkan dukungan APBD dengan kontrak multi-years. Kepastian teknis dan pelaksanaan selanjutnya bergantung pada proses penganggaran serta tahapan kontrak untuk kedua tahun tersebut. Skema ini menjadi dasar perencanaan pendanaan, bukan keterangan bahwa seluruh tahapan pembangunan telah berjalan atau bahwa jumlah dan jadwal pencairan tertentu sudah ditetapkan. Dengan batas informasi tersebut, publik dapat membedakan rencana awal dari skema yang kemudian disiapkan pemerintah daerah, tanpa menganggap rincian yang belum diumumkan sebagai keputusan final.
Pembangunan kembali gedung SDN Baru 05 Pagi menjadi perhatian karena para siswanya belum dapat menggunakan ruang belajar di sekolah sendiri. Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan menumpang di SDN Baru 06 Pagi. Kondisi ini membuat penyediaan gedung yang layak dan dapat digunakan kembali menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan pendidikan siswa.
Penggunaan fasilitas sekolah lain memungkinkan pembelajaran tetap berlangsung, tetapi pengaturan tersebut bukan pengganti bagi tersedianya sarana pendidikan khusus untuk SDN Baru 05 Pagi. Keberadaan gedung sendiri diharapkan memberi siswa ruang belajar yang sesuai serta mendukung pelaksanaan kegiatan sekolah sehari-hari. Karena itu, rekonstruksi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan pemenuhan kebutuhan dasar agar siswa dapat belajar di lingkungan sekolah yang semestinya.
Sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, perhatian juga tertuju pada upaya menjaga agar proses belajar tidak terhenti. Dinas Pendidikan, Suku Dinas Pendidikan, satuan pelaksana pendidikan kecamatan, dan pihak sekolah terus memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan. Koordinasi antarpihak diperlukan untuk mendukung kelangsungan pembelajaran selama siswa masih menggunakan fasilitas SDN Baru 06 Pagi.
Pengaturan kegiatan belajar di sekolah yang menampung siswa perlu berjalan seiring dengan persiapan pembangunan kembali. Para pihak terkait harus memastikan kebutuhan pembelajaran tetap diperhatikan, termasuk kelancaran kegiatan sekolah selama masa menunggu. Dengan demikian, siswa tetap memperoleh kesempatan belajar sementara proses menuju penyediaan gedung baru disiapkan.
Rekonstruksi SDN Baru 05 Pagi pada akhirnya ditujukan agar tersedia fasilitas pendidikan yang dapat digunakan oleh para siswa. Selama gedung tersebut belum dapat dimanfaatkan, kesinambungan kegiatan belajar mengajar menjadi perhatian bersama. Dukungan dan koordinasi Dinas Pendidikan, jajaran pendidikan di tingkat wilayah, satuan pelaksana pendidikan kecamatan, serta sekolah diperlukan untuk menjaga agar pembelajaran tetap berlangsung hingga fasilitas sekolah kembali tersedia.
Rencana rekonstruksi SDN Baru 05 Pagi perlu dipahami dalam konteks upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Penanganan tersebut disiapkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi bangunan, rekomendasi teknis, serta ketersediaan sumber pembiayaan. Karena itu, informasi tentang program secara keseluruhan memberi gambaran mengenai kebijakan yang menaungi pekerjaan pembangunan, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan posisi SDN Baru 05 Pagi dalam setiap kelompok prioritas yang telah diumumkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya memutuskan bahwa pembangunan beberapa sekolah rusak akan dimulai pada September 2026. Sebagian anggaran untuk pekerjaan itu direncanakan bersumber dari koefisien lantai bangunan (KLB), di samping dukungan anggaran pemerintah daerah. Skema tersebut menjadi salah satu unsur dalam penyusunan pembiayaan program, sementara pelaksanaan tetap dilakukan berdasarkan rencana dan kebutuhan masing-masing proyek. Jadwal yang diumumkan menunjukkan bahwa pembangunan sekolah-sekolah tersebut tidak berlangsung sekaligus, melainkan melalui tahapan yang telah disiapkan.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat sebanyak 22 sekolah telah memperoleh rekomendasi teknis untuk rehabilitasi total. Dari jumlah itu, tujuh sekolah mendapat alokasi dalam APBD DKI Jakarta 2026–2027. Selain itu, penanganan empat sekolah dengan kondisi paling kritis dipercepat pada tahun ini. Data tersebut menggambarkan beberapa jalur penanganan: sekolah yang sudah memiliki rekomendasi teknis, sekolah yang memperoleh alokasi anggaran untuk periode tertentu, serta bangunan yang membutuhkan percepatan karena tingkat kerusakannya. Kategori-kategori tersebut penting dibedakan agar jumlah dan jadwal dalam program tidak ditafsirkan secara keliru.
Dalam pemberitaan mengenai rekonstruksi SDN Baru 05 Pagi, rincian umum tersebut membantu pembaca memahami latar kebijakan dan kerangka penganggaran yang lebih luas.
Baca juga: Skema Belajar Pesantren Disiapkan untuk Hadapi Dampak Karhutla di Tiga Pulau | Belajar Tetap Berjalan Sambil Menanti Pembangunan Kembali SDN Baru 05 Pagi | Stimulus Transportasi Nataru 2026: Diskon Tiket 30 Persen dan Anggaran Rp883,4 Miliar



































