Dewa United Amankan Kemenangan Tipis atas Pelita Jaya lewat Lemparan Bebas Penentu

oleh -133 Dilihat
oleh
Dewa United Amankan Kemenangan Tipis atas Pelita Jaya lewat Lemparan Bebas Penentu

Jakarta | Pertandingan Grup B IBL All Indonesian 2026 Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball Jakarta di GOR Laga Tangkas, Bogor, berlangsung ketat hingga detik-detik terakhir pada Sabtu. Kedua tim terus menjaga persaingan dalam skor yang berdekatan, sehingga setiap penguasaan bola di penghujung laga menjadi penting. Situasi tersebut membuat eksekusi dari garis lemparan bebas berperan besar dalam menentukan hasil pertandingan. Dengan waktu tersisa kurang dari setengah menit, Dewa United dan Pelita Jaya masih memiliki peluang untuk mengubah keunggulan. Tekanan semakin terasa ketika satu kesalahan atau satu tembakan yang masuk dapat memengaruhi peluang masing-masing tim untuk menang.

Titik balik terjadi saat pertandingan menyisakan 25 detik. Brandon Jawato melakukan pelanggaran terhadap Kaleb Gemilang, yang kemudian mendapat kesempatan menembak dua kali dari garis lemparan bebas. Kaleb berhasil memasukkan kedua tembakannya dan membawa Dewa United unggul 60-58. Dua poin itu memberikan keunggulan penting bagi timnya pada momen yang sangat menentukan. Namun, Pelita Jaya belum menyerah. Andakara Prastawa memperoleh kesempatan lemparan bebas dan berhasil memasukkan satu dari dua tembakan. Hasil tersebut memangkas jarak menjadi 60-59, sekaligus menjaga laga tetap terbuka sampai penguasaan bola berikutnya. Selisih satu poin membuat tekanan tetap berada pada kedua kubu.

Dalam situasi akhir tersebut, Dewa United kembali mendapat poin melalui lemparan bebas Dio Saputra. Ia memasukkan satu tembakan untuk menambah keunggulan timnya dan memastikan skor akhir menjadi 61-59. Dengan demikian, Dewa United Banten mengamankan kemenangan tipis atas Pelita Jaya Basketball Jakarta setelah duel yang ditentukan oleh ketenangan para pemain di garis lemparan bebas. Dua tembakan Kaleb menjadi momen krusial karena mengubah kedudukan menjadi 60-58 dan memberi Dewa United pijakan untuk mempertahankan keunggulan. Kontribusi Dio kemudian melengkapi upaya tim pada detik-detik penutup. Bagi Pelita Jaya, satu tembakan Prastawa menjaga selisih tetap dekat, tetapi belum cukup untuk membalikkan keadaan. Skor akhir menegaskan betapa ketatnya persaingan Grup B di Bogor.

Pelita Jaya memperlihatkan perlawanan pada kuarter keempat setelah sempat tertinggal jauh dari Dewa United. Selisih skor yang sebelumnya membuat posisi Pelita Jaya tampak sulit tidak menghentikan upaya mereka untuk mengejar. Tim itu perlahan mendekat, sehingga jalannya pertandingan berubah menjadi lebih ketat ketika waktu terus berkurang. Kebangkitan tersebut menjadi bagian penting dari akhir laga, meskipun pada akhirnya belum cukup untuk membalikkan hasil.

Dengan waktu tersisa kurang dari 50 detik, Vincent Kosasih mencetak dua poin melalui layup. Tambahan angka itu memangkas skor menjadi 56-58, membuat jarak kedua tim hanya dua poin. Skor tersebut menunjukkan bahwa Pelita Jaya telah mengubah ketertinggalan yang cukup jauh menjadi peluang untuk menyamakan kedudukan. Layup Vincent menjadi salah satu momen penentu dalam rangkaian pengejaran pada penghujung pertandingan.

Setelah itu, Muhamad Arighi menyumbang dua poin dan membawa skor menjadi 58-58. Urutan kejadian ini menegaskan perubahan situasi dalam waktu yang singkat: Pelita Jaya terlebih dahulu memangkas jarak lewat layup Vincent, kemudian menyamakan angka melalui kontribusi Arighi. Kedudukan imbang membuat sisa waktu pertandingan berlangsung dalam kondisi yang sangat ketat. Kedua tim kini berada pada skor yang sama, setelah Dewa United sebelumnya menjaga keunggulan.

Meski berhasil menyamakan kedudukan, Pelita Jaya tidak akhirnya membalikkan keadaan menjadi kemenangan. Dewa United tetap mampu mengamankan hasil tipis, dengan lemparan bebas penentu sebagaimana tercermin dalam hasil akhir laga. Dengan demikian, kebangkitan Pelita Jaya pada kuarter keempat menjadi gambaran betapa rapatnya persaingan di menit-menit terakhir, tetapi tidak mengubah urutan kejadian maupun pemenang pertandingan. Rangkaian dari ketertinggalan, layup Vincent yang mengantar skor ke 56-58, hingga dua poin Arighi untuk membuat skor imbang 58-58 memperlihatkan usaha Pelita Jaya mengejar tanpa perlu melebih-lebihkan situasinya. Mereka berhasil kembali ke posisi seimbang, namun kemenangan tetap menjadi milik Dewa United.

Pelita Jaya membuka pertandingan dengan lebih meyakinkan dan langsung membangun keunggulan pada kuarter pertama. Mereka menutup periode pembuka dengan skor 19-14, unggul lima angka atas Dewa United. Awal tersebut menempatkan Pelita Jaya dalam posisi yang baik, sementara Dewa United perlu mencari cara untuk mengejar ketertinggalan. Sebagai juara IBL 2025, Dewa United kemudian mulai menunjukkan respons pada kuarter kedua. Permainan mereka menjadi lebih efektif, dan jarak skor perlahan menyempit. Perubahan itu menjadi titik penting dalam jalannya laga sebelum memasuki kuarter penentuan, karena momentum mulai beralih kepada tim yang semula tertinggal. Pelita Jaya tetap memimpin pada awal periode kedua, tetapi keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Perlawanan Dewa United semakin terlihat ketika kuarter kedua telah berjalan delapan menit. Erick Junior mendapat kesempatan dari garis lemparan bebas dan berhasil memasukkan kedua tembakannya. Dua poin itu membuat skor menjadi imbang 27-27, sekaligus memberi Dewa United peluang untuk mengambil alih kendali. Setelah kedudukan sama kuat, mereka berbalik unggul tipis, 28-27. Momen tersebut menandai perubahan arah pertandingan: Pelita Jaya yang sebelumnya memimpin kini harus mengejar. Dewa United terus memanfaatkan momentum itu dengan menambah angka secara beruntun. Kennie Kristanto dan Kaleb Gemilang masing-masing berkontribusi dalam rangkaian empat poin yang membawa timnya menjauh. Ketika paruh pertama berakhir, papan skor menunjukkan keunggulan Dewa United 32-27.

Selepas jeda, Dewa United mempertahankan tekanan dan memperlebar selisih angka pada kuarter ketiga. Dio Saputra menjadi bagian penting dari dorongan tersebut, saat kontribusinya membantu membawa skor menjadi 41-29. Keunggulan dua digit itu memperlihatkan bahwa Dewa United semakin mampu mengendalikan pertandingan setelah tertinggal pada awal laga. Pelita Jaya belum menyerah, tetapi hingga penghujung kuarter, Dewa United tetap menjaga jarak. Tim juara IBL 2025 itu menutup periode ketiga dengan keunggulan 50-34, atau selisih 16 angka. Dengan demikian, perkembangan skor dari 19-14 pada kuarter pertama menjadi 32-27 saat jeda lalu 50-34 setelah tiga kuarter menggambarkan pergeseran momentum secara jelas. Dewa United telah membangun pijakan sebelum laga memasuki kuarter terakhir, sedangkan Pelita Jaya menghadapi tugas untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Catatan individu memperlihatkan kontribusi utama dari kedua tim dalam pertandingan yang berakhir dengan skor ketat. Dio Saputra menjadi pencetak poin terbanyak Dewa United, sementara Brandon Jawato memimpin perolehan angka Pelita Jaya. Keduanya tampil sebagai pemain dengan catatan poin tertinggi di tim masing-masing, dalam laga yang ditentukan oleh selisih dua angka. Statistik mereka memberi gambaran tentang kontribusi individu tanpa mengubah hasil akhir, yaitu kemenangan Dewa United dengan skor 61-59.

Dio menyumbangkan 19 poin untuk Dewa United, disertai dua rebound dan satu assist. Perolehan poin tersebut menjadi yang tertinggi di kubu Dewa United, sekaligus menjadi catatan angka terbesar di statistik individu yang disebutkan dari pertandingan ini. Selain mencetak angka, Dio juga mencatat kontribusi pada perebutan rebound dan distribusi bola. Catatan dua rebound serta satu assist melengkapi jumlah poinnya, menggambarkan keterlibatannya dalam beberapa aspek permainan. Namun, angka-angka ini tetap menjadi statistik individu, bukan gambaran lengkap kontribusi seluruh pemain di lapangan.

Di sisi Pelita Jaya, Brandon Jawato membukukan 13 poin, sembilan rebound, dan satu assist. Jumlah rebound-nya menjadi catatan yang menonjol dalam rangkaian statistik tersebut, sedangkan perolehan poinnya merupakan yang tertinggi bagi timnya.

Baca juga: Peran Dean James Warnai Kemenangan Dramatis Go Ahead Eagles atas Telstar | Kemenangan Madura United Berpadu dengan Nuansa Tradisi Madura | PSIM Tertahan Imbang, Ancaman Awal Belum Berbuah Kemenangan