Kabupaten Minahasa | Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60 tahun 2026 setelah mengumpulkan total 149 poin. Hasil tersebut menempatkan tuan rumah di puncak klasemen keseluruhan, sekaligus menegaskan konsistensi kontingen Sulawesi Utara sepanjang rangkaian kejuaraan. Kepastian gelar diperoleh setelah seri kedua digelar pada Sabtu di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Perolehan 149 poin itu merupakan akumulasi hasil dari dua seri yang menjadi bagian Kejurnas tahun ini. Seri pertama berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, sedangkan seri kedua digelar di Tompaso. Dengan demikian, penentuan juara umum tidak hanya didasarkan pada hasil perlombaan di satu lokasi, melainkan pada capaian para peserta sepanjang kompetisi di kedua seri tersebut. Setiap poin yang diraih pada masing-masing seri turut diperhitungkan dalam klasemen akhir.
Pelaksanaan seri kedua di Maesa Tompaso menjadi momen penentu bagi persaingan antarkontingen. Setelah rangkaian lomba di Pangandaran, hasil di Minahasa melengkapi perolehan poin dan memperjelas posisi setiap daerah. Sulawesi Utara mampu mempertahankan keunggulan hingga penghitungan keseluruhan selesai, sehingga gelar juara umum dipastikan di hadapan publik tuan rumah. Total 149 poin menjadi angka akhir yang mengantarkan kontingen tersebut ke posisi teratas.
Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 mempertemukan peserta dari berbagai daerah dalam kompetisi yang berlangsung melalui beberapa nomor perlombaan. Sistem dua seri memberi ruang bagi kontingen untuk mengumpulkan poin secara bertahap dan menjaga peluang hingga seri penutup. Dalam konteks itu, hasil di Tompaso memiliki arti penting karena menjadi bagian terakhir dari akumulasi nasional tahun ini. Keberhasilan Sulawesi Utara meraih posisi puncak juga mencerminkan hasil kolektif para peserta yang mewakili daerah tersebut di Pangandaran dan Tompaso. Pengumuman juara umum menutup persaingan klasemen dengan Sulawesi Utara mencatatkan 149 poin sebagai total raihan akhir.Akumulasi hasil dari dua seri menempatkan Sulawesi Utara di puncak klasemen akhir Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026. Di bawahnya, Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 44,5 poin, sementara Papua Selatan berada di urutan ketiga dengan 39,5 poin. Jawa Tengah menyusul di posisi keempat dengan 33,5 poin, dan DKI Jakarta melengkapi daftar lima besar dengan 24 poin. Susunan ini memperlihatkan persaingan yang berlanjut hingga penghitungan gabungan kedua seri, bukan hanya berdasarkan hasil pada satu perlombaan.
Di daerah-daerah yang berada di bawah Sulawesi Utara, selisih Jawa Barat dan Papua Selatan tercatat lima poin. Jarak Papua Selatan dan Jawa Tengah mencapai enam poin, sedangkan Jawa Tengah unggul 9,5 poin dari DKI Jakarta. Dengan demikian, rentang poin di posisi kedua dan kelima mencapai 20,5 poin. Perbedaan tersebut membantu menggambarkan jarak perolehan antarpesaing dalam klasemen, tanpa mengubah urutan yang ditentukan oleh total poin masing-masing daerah.
Posisi puncak Sulawesi Utara menunjukkan bahwa hasil akumulasi tim tersebut lebih tinggi daripada daerah lain dalam klasemen akhir. Namun, perolehan angka Sulawesi Utara tidak dicantumkan dalam data yang tersedia, sehingga selisih poinnya terhadap Jawa Barat maupun daerah lain tidak dapat dihitung di sini. Angka yang tercatat untuk para pesaing memberikan gambaran terukur tentang posisi kedua hingga kelima, tetapi tidak cukup untuk menyatakan besarnya keunggulan pemuncak klasemen. Karena itu, pembacaan peringkat perlu membedakan urutan akhir yang diketahui dan selisih angka yang memang tersedia.
Bagi Jawa Barat, Papua Selatan, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, posisi akhir ditentukan oleh total dari dua seri yang menjadi dasar klasemen. Jawa Barat mempertahankan posisi kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan dengan 39,5 poin. Jawa Tengah meraih 33,5 poin, sedangkan DKI Jakarta mengumpulkan 24 poin. Urutan tersebut menegaskan bahwa masing-masing daerah berada pada peringkat berbeda setelah seluruh hasil seri diperhitungkan. Secara keseluruhan, Sulawesi Utara menjadi juara, diikuti empat pesaing tersebut dalam susunan peringkat yang telah ditetapkan dari akumulasi dua seri Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026.
Seri kedua Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi 2026 menghadirkan peserta dari 14 provinsi. Kehadiran kontingen lintas daerah menjadikan ajang di Tompaso sebagai pertemuan penting bagi komunitas pacuan kuda Indonesia. Peserta tidak hanya membawa kuda untuk berlomba, tetapi juga melibatkan pemilik kuda dan pengelola kandang pacuan dari berbagai wilayah. Sejumlah daerah di Jawa dan Sumatera turut ambil bagian, memperluas jangkauan kejuaraan sekaligus mempertemukan pelaku olahraga berkuda dari latar yang beragam. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kompetisi nasional ini memiliki daya tarik yang melampaui daerah penyelenggara.
Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kembali kejurnas di Tompaso setelah lebih dari satu dekade. Kembalinya kejuaraan nasional ke wilayah ini menjadi momentum bagi masyarakat setempat dan para pelaku pacuan kuda untuk kembali terlibat dalam kegiatan berskala nasional. Penyelenggaraan di Tompaso juga memberi ruang bagi daerah untuk menunjukkan potensi yang dimiliki, baik dalam hal fasilitas maupun sumber daya kuda. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi memperkuat suasana kompetisi dan membuka kesempatan bagi para pemilik, pengelola, serta komunitas pacuan untuk bertukar pengalaman.
Aryo juga menyoroti besarnya kontribusi kuda lokal dalam kejuaraan tersebut. Lebih dari 60 persen kuda peserta disebut lahir di Tompaso dan wilayah lain di Sulawesi Utara. Angka ini mencerminkan peran penting daerah tersebut dalam pembibitan dan pengembangan kuda pacu, sekaligus memperlihatkan bahwa potensi lokal mampu tampil di panggung nasional. Menurutnya, keberlanjutan olahraga pacuan kuda tidak terlepas dari dukungan kepada peternak, pemilik kuda, dan pengelola kandang setempat. Dukungan yang konsisten dapat membantu menjaga kualitas perawatan, pembibitan, dan pengelolaan kuda. Dengan demikian, kejurnas bukan hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga kesempatan untuk menguatkan ekosistem pacuan kuda di Sulawesi Utara serta mendorong keterlibatan pelaku lokal dalam perkembangan olahraga ini.
Dalam pandangan Aryo, pembangunan pacuan kuda tidak cukup bertumpu pada penyelenggaraan kejuaraan dan prestasi atlet. Pordasi memiliki program membangun lintasan pacuan kuda berstandar internasional di Jakarta, sebuah langkah penting untuk memperkuat fasilitas dan meningkatkan mutu olahraga berkuda nasional. Namun, keberadaan fasilitas utama di ibu kota perlu diimbangi dengan perhatian terhadap daerah. Potensi pembinaan, sumber daya manusia, kuda, dan komunitas berkuda tersebar di berbagai wilayah, sehingga kemajuan olahraga ini memerlukan dukungan yang merata. Daerah bukan hanya tempat lahirnya atlet dan kuda pacu, melainkan juga bagian penting dari ekosistem yang menopang keberlanjutan kompetisi. Karena itu, pembangunan nasional dan pengembangan olahraga berkuda setempat sebaiknya berjalan beriringan.
Aryo berharap kejuaraan pacuan kuda dapat digelar lebih sering. Kalender kompetisi yang lebih rutin akan memberi atlet kesempatan mengasah kemampuan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan dan minat masyarakat. Frekuensi pertandingan juga penting bagi peternak lokal, termasuk peternak di Sulawesi Utara, agar mereka memperoleh ruang lebih luas untuk menampilkan dan mengembangkan kuda hasil ternaknya. Dengan kesempatan berkompetisi yang konsisten, peternak dapat membangun pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh dorongan untuk menjaga mutu pembiakan. Ruang partisipasi yang lebih besar diharapkan membuat manfaat kejuaraan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga pelaku usaha dan komunitas yang berada di sekitar olahraga pacuan kuda.
Dalam konteks pengembangan daerah, Aryo mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap pengembangan fasilitas olahraga berkuda di Tompaso.
Baca juga: Kodam XVII Cenderawasih Puncaki Turnamen Esports Piala Panglima TNI 2026 | Kejurnas Catur di Banten Bidik Bibit Muda dan Perluas Minat Masyarakat | Rudianto Lallo Dorong Pemutusan Jaringan Narkoba di Sulawesi Selatan



































