Pemadaman Kebakaran TPA Supit Urang Berlanjut, Helikopter Lakukan 30 Sorti

oleh -132 Dilihat
oleh
Pemadaman Kebakaran TPA Supit Urang Berlanjut, Helikopter Lakukan 30 Sorti

Kota Malang | Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur, memasuki hari kelima pada Minggu, 25 Oktober 2026. Meski kobaran api mulai berkurang, proses pemadaman belum dapat dinyatakan tuntas. Bara masih tersimpan di bagian dalam timbunan sampah dan dapat memicu munculnya titik api kembali. Kondisi ini membuat penanganan perlu dilanjutkan secara cermat, termasuk memastikan area yang tampak padam benar-benar tidak menyimpan panas.

Area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 15 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 7 hektare berada di lahan lama atau old landfill, sedangkan 8 hektare lainnya mencakup lahan baru atau new landfill. Luas area tersebut menunjukkan besarnya wilayah yang perlu ditangani petugas. Upaya pemadaman tidak hanya diarahkan pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga pada titik-titik panas yang tersembunyi di lapisan sampah.

Timbunan sampah yang tebal dapat menyulitkan air mencapai sumber bara di bagian dalam. Karena itu, berkurangnya nyala api dari luar belum tentu menandakan bahwa risiko kebakaran telah sepenuhnya hilang. Bara yang tertinggal berpotensi kembali menyala apabila mendapat pasokan udara atau kondisi yang mendukung. Petugas perlu memantau perubahan di lapangan dan menangani titik panas secara bertahap agar api tidak merambat lagi ke area sekitarnya.

Situasi pada hari kelima ini memperlihatkan bahwa pemadaman di TPA memerlukan waktu lebih panjang daripada sekadar menekan kobaran yang terlihat. Dengan cakupan 15 hektare dan bara yang masih berada di dalam timbunan, proses penanganan harus tetap berlanjut sampai kondisi dinilai aman. Pemantauan berkala juga penting untuk mengetahui apakah masih terdapat titik panas, terutama pada lahan lama dan lahan baru yang terdampak. Warga di sekitar lokasi perlu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan menghindari area penanganan selama petugas bekerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. Armada udara tersebut menjalankan water bombing, yakni menjatuhkan air dari udara ke area yang terbakar. Dukungan ini ditujukan untuk mempercepat upaya pengendalian api, terutama pada bagian lokasi yang memerlukan penanganan dari atas. Kehadiran helikopter melengkapi pekerjaan pemadaman yang dilakukan petugas dan relawan di lapangan, bukan menggantikannya. Dengan pembagian peran tersebut, upaya penanganan diharapkan berlangsung lebih efektif, sementara personel darat dapat menjalankan tugas sesuai kondisi dan kebutuhan di lokasi. Pengerahan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mendukung operasi pemadaman secara menyeluruh.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa helikopter telah melakukan 30 sorti pemadaman udara pada Minggu, 25 Oktober 2026. Jumlah sorti tersebut menunjukkan intensitas dukungan udara yang dikerahkan dalam operasi pemadaman. Setiap penerbangan membawa misi untuk menjatuhkan air pada titik kebakaran, sehingga dapat membantu menekan api dan mendukung kerja tim di darat. Pemadaman dari udara juga dipertimbangkan sebagai langkah untuk mengurangi risiko yang harus dihadapi petugas dan relawan ketika mendekati area terdampak. Meski begitu, bantuan udara tetap berjalan berdampingan dengan upaya di lapangan, termasuk koordinasi antarpihak dalam menentukan kebutuhan penanganan.

Khofifah juga menjelaskan bahwa pengerahan armada udara bukan hal yang mudah. Daerah lain turut membutuhkan fasilitas serupa, sehingga pemerintah perlu mempertimbangkan ketersediaan dan pembagian dukungan helikopter. Kebutuhan tersebut membuat penggunaan armada udara harus dikoordinasikan dengan cermat, agar bantuan dapat diberikan sesuai prioritas dan kondisi masing-masing wilayah. Karena itu, pengiriman helikopter ke Supit Urang mencerminkan upaya untuk memanfaatkan dukungan yang tersedia di tengah kebutuhan yang bersamaan. Pemerintah provinsi terus mengandalkan kerja sama berbagai unsur agar pemadaman dapat berjalan, dengan keselamatan petugas dan relawan tetap menjadi perhatian selama penanganan berlangsung.

Pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang tidak dapat hanya mengandalkan penanganan melalui jalur darat. Meski api yang terlihat dapat menjadi perhatian utama, bara masih berada di bawah tumpukan sampah. Kondisi ini membuat sumber panas tidak seluruhnya tampak dari permukaan dan menyulitkan petugas maupun relawan yang bekerja di area tersebut. Karena bara tersembunyi di dalam timbunan, upaya pemadaman perlu mempertimbangkan bagian yang tidak terlihat secara langsung, bukan hanya titik api yang tampak dari luar.

Selain bara di bawah tumpukan sampah, timbunan yang ambles juga menjadi ancaman bagi keselamatan orang-orang yang berada di lokasi. Permukaan yang tampak dapat berubah ketika timbunan amblas, sehingga petugas dan relawan menghadapi risiko saat melakukan pemadaman dari darat. Keadaan ini menjelaskan mengapa pendekatan yang sepenuhnya bergantung pada jalur darat tidak cukup untuk menangani kebakaran. Keselamatan personel perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan cara menjangkau dan memadamkan bagian yang masih terbakar.

Khofifah menjelaskan bahwa water bombing membantu membuat upaya penanganan lebih aman. Pemadaman dari udara menjadi dukungan bagi pekerjaan di darat, terutama ketika bara masih tersimpan di bawah tumpukan dan timbunan yang ambles dapat membahayakan petugas serta relawan. Dengan cara ini, proses pemadaman tidak hanya diarahkan untuk mengatasi kebakaran, tetapi juga memperhatikan keselamatan mereka yang bertugas. Penjelasan tersebut menegaskan alasan penggunaan water bombing dalam penanganan kebakaran di TPA Supit Urang: kondisi bara yang tersembunyi dan ancaman amblesnya timbunan menjadikan keselamatan sebagai bagian penting dari upaya pemadaman yang terus berlangsung.

Di tengah berlanjutnya pemadaman di TPA Supit Urang, penanganan melalui jalur darat tetap dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersembunyi tidak kembali memicu api. Petugas menyisir area terdampak dan memusatkan perhatian pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Upaya ini diperlukan karena sumber panas dapat tertahan di bagian dalam tumpukan sampah, sehingga api berpotensi muncul kembali meskipun permukaan terlihat telah padam.

Tim darat melakukan injeksi air ke dalam tumpukan untuk menjangkau bagian yang sulit terlihat dan membantu menurunkan suhu di dalam material. Selain itu, tumpukan sampah dibongkar agar bara yang terperangkap dapat ditemukan dan dipadamkan secara langsung. Proses pembongkaran dilakukan bertahap, bersamaan dengan penyiraman pada lokasi yang menunjukkan tanda panas atau asap. Langkah tersebut melengkapi operasi udara, sekaligus membantu petugas menangani titik-titik yang tidak mudah dijangkau dari atas.

Penjabat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses pemadaman terbantu oleh sinergi operasi udara dan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Operasi modifikasi cuaca ditujukan untuk memicu hujan, sehingga kondisi di kawasan TPA dapat lebih mendukung upaya pengendalian kebakaran. Menurut Wahyu, hujan deras yang turun sejak sore hingga malam sebelumnya turut membantu mempercepat pemadaman. Curah hujan tersebut memberi dukungan bagi petugas dalam mendinginkan area dan mengurangi intensitas bara, meski pemeriksaan serta penanganan di darat tetap diperlukan untuk memastikan titik api tidak tersisa.

Wahyu juga menyebutkan bahwa water bombing direncanakan berlanjut pada Senin, 26 Oktober 2026, apabila kondisi cuaca memungkinkan. Pelaksanaan operasi udara tetap mempertimbangkan keselamatan penerbangan dan kesiapan dukungan terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah berkoordinasi dengan Lanud Abdulrachman Saleh mengenai izin penerbangan yang diperlukan. Dengan koordinasi tersebut, rencana pengerahan helikopter dapat disesuaikan dengan ketentuan dan situasi cuaca. Sementara itu, petugas darat melanjutkan pemantauan serta penanganan bara tersembunyi di area terdampak sebagai bagian dari upaya menjaga agar api tidak kembali menyala.

Baca juga: Upaya Pemadaman Kebakaran TPA Supit Urang Memasuki Hari Kelima | Api di TPA Supit Urang Masih Menyisakan Bara pada Hari Kelima | Karhutla Gunung Sumbing Padam, Jejak Kebakaran Meluas di Tiga Kabupaten