Betrand Peto Buka Suara soal Video Pesta Lama yang Viral di Media Sosial

oleh -136 Dilihat
oleh
Betrand Peto Buka Suara soal Video Pesta Lama yang Viral di Media Sosial

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Betrand Peto, yang juga dikenal dengan sapaan Onyo, memberikan klarifikasi terkait video pesta lama yang kembali beredar dan menjadi perhatian publik di media sosial. Video tersebut disebut sebagai dokumentasi lama, tetapi kemunculannya kembali memicu berbagai spekulasi serta komentar dari warganet. Isu itu mencuat ketika Betrand sedang menghadapi proses hukum terkait dugaan kekerasan seksual dan baru saja menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan tersebut berlangsung selama sekitar 8,5 jam. Di tengah situasi itu, beredarnya rekaman lama membuat pemberitaan mengenai dirinya kembali ramai. Betrand kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin kegaduhan yang berkembang mengganggu proses hukum maupun aktivitasnya. Ia juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar di platform digital.

Dalam keterangannya, Betrand membenarkan bahwa akun email pribadinya pernah dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa tersebut diduga membuat sejumlah data pribadinya diambil secara ilegal. Ia menduga, informasi atau materi yang berasal dari akses tanpa izin itu kemudian menjadi salah satu pemicu munculnya persoalan baru di ruang publik. Meski demikian, rincian mengenai data yang diambil serta pihak yang berada di balik pembobolan tersebut masih menjadi perhatian dan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Betrand berharap masyarakat dapat menghormati privasinya selama proses hukum berjalan. Ia juga meminta doa agar persoalan yang sedang dihadapi segera menemukan penyelesaian. Dengan demikian, dirinya berharap dapat kembali menjalani kegiatan dan beraktivitas seperti biasa tanpa terus dibayangi oleh kabar yang belum sepenuhnya terverifikasi. Pernyataan itu disampaikan sebagai upaya meluruskan situasi sekaligus menenangkan publik di tengah derasnya penyebaran informasi di media sosial.

Dalam penjelasannya, Betrand Peto menyampaikan bahwa video pesta yang beredar di media sosial bukan rekaman kejadian baru sebagaimana mungkin dipahami sebagian publik. Ia menegaskan bahwa materi tersebut merupakan video lama. Keterangan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi yang muncul setelah potongan video kembali beredar dan menjadi perhatian warganet. Dengan demikian, waktu perekaman yang sebenarnya tidak sama dengan kesan yang terbentuk dari penyebaran video tersebut.

Betrand juga menjelaskan bahwa video itu telah disunting dan digabungkan oleh pihak lain. Proses tersebut membuat sejumlah potongan dari rekaman lama tampak seperti menunjukkan situasi tertentu ketika disaksikan sebagai satu rangkaian. Penyusunan kembali materi tersebut kemudian dapat membentuk pemahaman tertentu di tengah publik, meskipun konteks awal setiap potongan tidak disampaikan secara utuh. Karena itu, ia meminta agar video yang beredar tidak langsung dipahami sebagai gambaran kejadian baru atau sebagai informasi lengkap mengenai situasi yang sebenarnya.

Penjelasan tersebut menjadi penegasan atas makna video yang sedang dibicarakan tanpa memperpanjang persoalan. Betrand menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terus membahas hal itu. Ia memilih menyampaikan klarifikasi mengenai status rekaman tersebut, lalu meminta doa agar masalah yang muncul segera berakhir. Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokusnya adalah meluruskan anggapan mengenai waktu dan bentuk video, sekaligus mengakhiri pembahasan yang berkembang di media sosial. Ia tidak menambahkan uraian lain di luar penjelasan bahwa materi tersebut adalah video lama yang telah diedit dan digabungkan.

Betrand Peto menjelaskan bahwa video lama yang kembali beredar di media sosial berkaitan dengan kegiatan berkumpul bersama teman-temannya dari daerah Indonesia Timur. Keterangan tersebut memberikan konteks bahwa rekaman itu dibuat dalam suasana kebersamaan, bukan sebagai dokumentasi atas satu momen yang berdiri sendiri. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama melalui sejumlah kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Betrand dan teman-temannya bermain sepak bola serta makan papeda bersama. Dua aktivitas itu merupakan bagian dari agenda berkumpul yang berlangsung dalam suasana akrab. Dengan demikian, konteks asli rekaman mencakup keseluruhan kegiatan, mulai dari pertemuan, aktivitas olahraga, hingga waktu makan bersama. Penjelasan ini penting untuk memahami bahwa video tersebut berasal dari acara kebersamaan dengan teman-teman dari Indonesia Timur.

Adapun materi yang kemudian beredar di media sosial hanya menampilkan potongan tertentu dari dokumentasi kegiatan. Bagian yang diambil dan disebarkan dapat berupa foto atau cuplikan video, sehingga tidak menggambarkan rangkaian acara secara utuh. Perbedaan kegiatan asli dan potongan rekaman yang beredar perlu diperhatikan agar informasi tidak dilepaskan dari konteksnya. Berdasarkan keterangan Betrand, inti pertemuan itu adalah kebersamaan bersama teman-temannya, dengan kegiatan bermain sepak bola dan makan papeda sebagai bagian dari acara tersebut.

Betrand menegaskan bahwa video pesta lama yang kembali beredar di media sosial tersebut tidak pernah ia unggah ke akun publik mana pun. Ia juga menyatakan tidak pernah membagikan rekaman itu ke grup percakapan, baik dalam lingkup keluarga, pertemanan, maupun kepada teman-temannya secara pribadi. Menurut keterangannya, video itu hanya disimpan untuk konsumsi pribadi dan tidak ditujukan untuk disaksikan atau disebarluaskan oleh orang lain.

Penjelasan tersebut disampaikan Betrand ketika membahas dugaan pembobolan email yang membuat rekaman lama itu muncul dan kemudian memicu kegaduhan. Ia mengatakan telah menyampaikan kronologi kejadian kepada ayahnya secara terbuka. Dalam pembicaraan tersebut, Betrand juga menunjukkan bukti-bukti yang dimilikinya untuk menjelaskan bagaimana persoalan pembobolan email itu terjadi serta kaitannya dengan beredarnya video di media sosial.

Bagi Betrand, penting untuk meluruskan bahwa rekaman tersebut bukan video baru dan bukan pula materi yang sengaja ia sebarkan. Ia menyebut video itu merupakan dokumentasi lama yang telah melalui proses edit sebelum beredar kembali. Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai asal-usul rekaman dan cara penyebarannya dilihat berdasarkan keterangan serta bukti yang telah disampaikan, bukan semata-mata berdasarkan potongan video yang beredar.

Betrand berharap persoalan pembobolan email dapat segera selesai sehingga kegaduhan yang muncul akibat beredarnya video tersebut juga mereda. Ia tetap menekankan dua hal yang menurutnya perlu dipahami, yakni video itu merupakan dokumentasi lama yang telah diedit dan tidak pernah ia unggah atau bagikan kepada grup percakapan maupun teman-temannya. Rekaman tersebut, menurut penuturannya, hanya disimpan untuk keperluan pribadi.