Sopian, Kucing Stasiun Gondangdia yang Mencuri Perhatian Penumpang

oleh -340 Dilihat
oleh
Sopian, Kucing Stasiun Gondangdia yang Mencuri Perhatian Penumpang

Jakarta | Di tengah kesibukan Stasiun Gondangdia, Jakarta, seekor kucing berbulu putih dan abu-abu kerap menarik perhatian penumpang. Tubuhnya yang gempal dan kebiasaannya bersantai di area stasiun membuat kehadirannya mudah dikenali. Saat orang berlalu-lalang untuk mengejar kereta atau menuju pintu keluar, Sopian tampak menjalani hari dengan tenang, seolah sudah terbiasa dengan ramainya suasana di sekitarnya. Pemandangan sederhana itu menjadi salah satu hal yang membuatnya akrab bagi para pengguna KRL yang melintas.

Nama Sopian bukan nama yang diberikan oleh pengelola stasiun, melainkan sebutan dari pengguna KRL yang sering turun di Gondangdia. Lama-kelamaan, nama tersebut melekat dan digunakan ketika orang membicarakan kucing yang tinggal di lingkungan stasiun itu. Perhatian terhadap Sopian kemudian meluas melalui media sosial. Foto dan cerita tentangnya dibagikan oleh orang-orang yang pernah melihatnya, sehingga sosok kucing santai ini semakin dikenal di luar kalangan penumpang yang rutin melintasi stasiun.

Salah satu ciri yang membuat Sopian semakin mudah dikenali adalah kalung yang terpasang di lehernya. Pada kalung tersebut terdapat gantungan berisi kode QR yang dapat dipindai menggunakan ponsel. Kode itu mengarahkan pengguna ke sebuah laman yang menggambarkan Sopian sebagai pegawai stasiun. Di sana, pengunjung juga dapat berbagi foto tentangnya, sehingga pengalaman bertemu Sopian bisa disimpan dan dibagikan kepada orang lain. Kehadiran kode QR tersebut memberi cara interaktif bagi penumpang untuk mengenal kucing ini lebih dekat.

Bagi sebagian orang, perjalanan harian dengan kereta dapat terasa rutin, tetapi kehadiran Sopian menghadirkan selingan yang menyenangkan. Ia menjadi bagian kecil dari suasana Stasiun Gondangdia yang ramai, sekaligus sosok yang mengundang senyum dan rasa ingin tahu. Ceritanya menunjukkan bagaimana seekor kucing yang sering terlihat bersantai dapat membangun kedekatan dengan banyak orang. Bagi penumpang yang menjumpainya, Sopian bukan sekadar kucing di area stasiun, melainkan wajah akrab yang membuat perjalanan terasa sedikit lebih berkesan.

Rutinitas Sopian di Stasiun Gondangdia berlangsung dengan cara yang sederhana, tetapi cukup untuk menarik perhatian orang-orang yang melintas. Berdasarkan laporan bertanggal Senin, 16/10, kucing ini kerap terlihat tidur di lantai stasiun. Ia memilih beristirahat di area yang mudah dijangkau penumpang dan petugas, sehingga keberadaannya sering disadari saat orang berjalan melewatinya. Pada waktu lain, Sopian sesekali berkeliling, mengamati suasana sekitar, atau berpindah tempat untuk menemukan posisi yang nyaman. Kadang-kadang ia juga naik ke kursi, lalu duduk atau berbaring di sana. Perilakunya tampak menjadi bagian dari keseharian stasiun.

Kehadiran Sopian kerap membuat orang berhenti sejenak dari kegiatan mereka. Petugas maupun penumpang yang melihatnya sering menyempatkan diri untuk mengelus, sementara sebagian orang memberinya makanan. Interaksi singkat tersebut menunjukkan bahwa kucing ini telah akrab dengan lingkungan stasiun dan orang-orang yang beraktivitas di dalamnya. Bagi penumpang, melihat Sopian beristirahat atau berjalan santai dapat menjadi pemandangan yang mencuri perhatian di tengah kesibukan perjalanan. Namun, rutinitasnya tetap mengikuti suasana tempat itu: ia beristirahat, berkeliling sesekali, dan menerima perhatian ketika ada orang yang mendekat. Laporan tersebut menggambarkan kebiasaan itu tanpa mengubah fakta bahwa stasiun tetap menjadi ruang aktivitas bagi penumpang dan petugas.

Utami, petugas stasiun berusia 24 tahun, mengatakan Sopian sudah lama berada di Gondangdia. Sebelum kembali menjalani kesehariannya di sana, ia pernah mendapat bantuan dari komunitas pecinta kucing Let’s Adopt Indonesia untuk menjalani sterilisasi. Setelah proses tersebut, Sopian kembali ke stasiun. Sejak itu, menurut Utami, ia lebih sering berada di lantai atas. Kebiasaan tidur di lantai, sesekali berkeliling, dan kadang naik ke kursi pun menjadi bagian dari sosok Sopian yang dikenal di lingkungan tersebut. Perhatian dari petugas dan penumpang melengkapi rutinitasnya, membuat kehadiran kucing ini mudah dikenali oleh orang yang kerap melintas di Stasiun Gondangdia. Meski geraknya sederhana, kebiasaannya sehari-hari memberi penumpang alasan untuk berhenti sebentar dan menyapanya.

Salah satu hal yang membuat Sopian mudah dikenali di Stasiun Gondangdia adalah kebiasaannya tidur dengan posisi yang tidak biasa. Menurut Utami, kucing itu kerap berbaring telentang, seolah merasa nyaman beristirahat di tengah suasana stasiun. Pemandangan tersebut cukup berbeda dari posisi tidur yang umumnya dibayangkan orang ketika melihat seekor kucing, sehingga penumpang yang melintas sering berhenti sejenak untuk memperhatikannya.

Yang paling mengundang perhatian adalah posisi kedua kaki Sopian yang mengarah ke belakang saat ia berbaring. Sikap tubuh itu tampak unik dan bagi banyak orang terasa menggemaskan. Sebagian penumpang mungkin awalnya hanya melihatnya sekilas, tetapi posisi tidurnya membuat mereka ingin mengamati lebih lama. Kehadiran Sopian pun memberi warna tersendiri bagi kegiatan sehari-hari di stasiun yang biasanya dipenuhi orang dengan tujuan masing-masing.

Menurut Utami, tingkah Sopian tersebut juga menjadi alasan kisahnya menarik perhatian lebih luas. Penumpang yang merasa gemas kerap membagikan cerita tentang kucing itu kepada orang lain. Dengan begitu, kabar mengenai kebiasaannya tidur telentang menyebar dari satu orang ke orang berikutnya. Daya tariknya tidak muncul dari aksi yang rumit, melainkan dari kebiasaan sederhana yang terlihat spontan dan membuat orang tersenyum.

Selain posisi tidurnya, Utami menyebut Sopian memiliki kebiasaan buang air yang tertib. Ia tidak pernah buang air sembarangan di area stasiun. Meski tempat tersebut tidak menyediakan fasilitas khusus untuk kucing, Sopian kadang masuk ke toilet sendiri. Perilaku ini menjadi bagian lain dari cerita tentang dirinya yang membuat penumpang merasa dekat dan ingin mengenalnya. Perpaduan posisi istirahat yang tak biasa dan kebiasaan sehari-hari yang tertib membuat Sopian mudah diingat oleh orang-orang yang menjumpainya di Gondangdia.

Perhatian terhadap Sopian tidak hanya datang dari pengguna KRL yang melihatnya ketika berangkat atau pulang melalui Stasiun Gondangdia. Menurut Utami, ada pula orang-orang yang sengaja datang ke stasiun untuk menanyakan keberadaan kucing tersebut. Sebagian bahkan mencari Sopian secara langsung, meskipun mereka tidak sedang menggunakan kereta atau memiliki keperluan lain di kawasan itu. Kehadiran pengunjung khusus ini menunjukkan bahwa kabar tentang Sopian telah menjangkau orang di luar lingkaran penumpang yang biasa beraktivitas di stasiun. Mereka datang karena ingin mengetahui kucing yang kerap terlihat di sana, dan mungkin berharap dapat melihatnya sendiri. Bagi sebagian orang, kunjungan semacam itu menjadi alasan tersendiri untuk mampir ke area stasiun.

Fenomena Sopian juga bukan satu-satunya kisah tentang kucing yang dikenal luas melalui media sosial. Bahan sumber menyebut Parhan, kucing yang populer di kawasan Senayan City dan Plaza Senayan. Seperti Sopian, Parhan menjadi perhatian orang-orang yang mengenali atau pernah melihat kisahnya beredar. Kehadiran kedua kucing ini di tempat yang berbeda memperlihatkan bagaimana kucing yang berada di ruang publik dapat melekat dalam ingatan masyarakat. Satu kucing dikenal di lingkungan stasiun, sementara yang lain menarik perhatian di sekitar pusat perbelanjaan. Nama dan lokasi tersebut kemudian menjadi penanda yang memudahkan orang mengaitkan sosok kucing dengan tempat yang pernah mereka kunjungi atau lihat dalam unggahan.

Di Stasiun Gondangdia, rutinitas penumpang tetap berlangsung: orang datang, menunggu kereta, lalu melanjutkan perjalanan. Di tengah arus kegiatan tersebut, Sopian dapat menjadi sosok yang membuat sebagian orang berhenti sejenak, bertanya, atau mencarinya.

Baca juga: Cedera Pergelangan Kaki Ole Romeny Lebih Serius, Kesiapannya untuk Timnas Jadi Perhatian | Delapan Penumpang Minibus Wisatawan Terluka dalam Kecelakaan di Pacet