Rafael Struick Pilih Fokus di Dewa United di Tengah Peluang Kembali ke Timnas

oleh -285 Dilihat
oleh
Rafael Struick Pilih Fokus di Dewa United di Tengah Peluang Kembali ke Timnas

Jakarta | Rafael Struick mengaku tidak menaruh harapan besar untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Penyerang berusia 23 tahun itu memilih memusatkan perhatian pada pekerjaannya bersama Dewa United dan bertekad menunjukkan kemampuan terbaik di level klub. Sikap tersebut ia sampaikan di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober, ketika membicarakan peluang kembali mendapat panggilan ke skuad nasional.

Struick mengatakan bahwa saat ini ia hanya ingin bekerja keras dan menjalankan tugasnya bersama Dewa United. Ia berusaha memberikan 100 persen kemampuannya untuk klub, tanpa menggantungkan fokus pada kemungkinan dipanggil timnas. Pernyataan itu mencerminkan pendekatannya dalam menghadapi situasi saat ini: menjaga konsistensi dan berkontribusi melalui penampilan di kompetisi bersama klub.

Ia sudah lebih dari satu tahun tidak menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Jarak waktu tersebut membuat peluang kembali ke skuad nasional menjadi topik yang terus mendapat perhatian, tetapi Struick tidak ingin berspekulasi mengenai keputusan pemanggilan. Menurutnya, hal yang dapat ia kendalikan adalah usaha dan performanya di lapangan. Karena itu, ia memilih menjalani setiap kesempatan bersama Dewa United dengan serius.

Fokus pada klub menjadi sikap yang wajar bagi pemain yang ingin terus berkembang dan memperoleh menit bermain secara konsisten. Bagi Struick, kerja keras bersama Dewa United merupakan langkah yang bisa ia lakukan saat ini, sementara keputusan mengenai komposisi tim nasional berada di luar kendalinya. Ia tidak memasang ekspektasi tinggi, tetapi tetap berusaha memberikan kontribusi maksimal di setiap kesempatan. Dengan demikian, perhatian utamanya bukan pada kapan panggilan berikutnya datang, melainkan pada bagaimana ia menjalankan peran dan meningkatkan kualitas permainan bersama klub.

Di Dewa United, Rafael Struick masih berusaha mengamankan tempat sebagai salah satu pilihan utama pelatih Osmar Loss. Kemampuannya bermain di sejumlah posisi lini depan memberi fleksibilitas bagi tim, tetapi belum otomatis membuatnya konsisten masuk susunan pemain inti. Persaingan untuk memperoleh menit bermain tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Struick bersama klub. Karena itu, fokusnya saat ini adalah menunjukkan kontribusi yang meyakinkan setiap kali mendapat kesempatan, sekaligus membangun kepercayaan pelatih melalui penampilan di kompetisi domestik.

Dalam tujuh pertandingan Dewa United di Super League, Struick telah mengumpulkan total 507 menit bermain. Dari kesempatan tersebut, ia mencatatkan satu gol dan satu assist. Angka itu menunjukkan bahwa ia sudah berkontribusi dalam serangan, meski perannya belum sepenuhnya stabil dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Dengan peluang bermain yang masih terbuka, setiap menit di lapangan dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan, memahami kebutuhan tim, dan bersaing mendapatkan peran yang lebih besar. Catatan statistik itu juga menjadi gambaran awal tentang sumbangannya sejauh ini, bukan penentu tunggal posisi dalam tim.

Situasi dalam tiga laga terakhir memperlihatkan bahwa Struick baru sekali dipercaya sebagai starter. Kesempatan itu datang saat Dewa United menghadapi Arema FC pada 25 Oktober. Dalam pertandingan tersebut, ia bermain penuh selama 90 menit, meskipun timnya harus menelan kekalahan dengan skor 0-4. Dua laga lainnya dalam rentang itu tidak menempatkannya sebagai pemain inti. Dengan demikian, kesempatan tampil sejak awal masih belum rutin ia peroleh, meski ia mendapat menit bermain dan pengalaman bertanding. Bagi Struick, menjaga performa serta memanfaatkan peluang berikutnya menjadi penting agar dapat terus masuk dalam pertimbangan Osmar Loss. Perhatian terhadap konsistensi di level klub juga relevan di tengah peluangnya untuk kembali memperkuat Timnas. Namun, jalur menuju peran yang lebih menonjol tetap bergantung pada persaingan di Dewa United dan kontribusinya di lapangan.

Dalam dua pertandingan sebelum menghadapi Arema FC, Rafael Struick memperoleh menit bermain yang berbeda bersama Dewa United. Ia tampil selama 26 menit ketika timnya bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung. Pada laga berikutnya, Struick mendapat kesempatan lebih panjang, yakni 45 menit, saat Dewa United meraih kemenangan 2-0 atas Persijap. Catatan tersebut menunjukkan bahwa perannya dalam susunan tim dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Kesempatan bermain itu juga menjadi konteks penting untuk melihat tantangan yang dihadapi penyerang tersebut dalam upaya mendapatkan ruang lebih besar di tim utama Dewa United.

Persaingan di lini serang Dewa United tergolong ketat, dengan sejumlah pemain berkualitas yang tersedia untuk mengisi posisi depan. Pelatih Osmar Loss banyak mengandalkan kuartet Egy Maulana Vikri, Taisei Marukawa, Noah Sadaoui, dan Denilson dalam racikan serangannya. Kehadiran mereka memberi tim pilihan dalam membangun serangan, sekaligus membuat perebutan menit bermain berlangsung kompetitif. Namun, susunan pemain dapat menyesuaikan kebutuhan pertandingan, sehingga kuartet tersebut tidak harus tampil bersama pada setiap laga. Situasi itu berarti Struick perlu bersaing dengan pemain lain, sembari memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk menunjukkan kontribusi dalam berbagai peran menyerang.

Perbedaan durasi penampilan Struick saat melawan Persib dan Persijap memperlihatkan bahwa peluangnya dapat berkembang sesuai kebutuhan tim dan keputusan pelatih. Mendapat 45 menit setelah sebelumnya bermain 26 menit memberi tambahan waktu baginya untuk beradaptasi dengan ritme permainan serta membangun pemahaman dengan rekan setim. Meski demikian, angka menit bermain saja belum cukup untuk memastikan bagaimana posisinya akan ditentukan pada pertandingan selanjutnya, termasuk melawan Arema FC. Persaingan yang kuat menjadi tantangan, tetapi juga membuka ruang bagi Struick untuk menunjukkan kesiapan ketika dipercaya. Penampilan konsisten dalam kesempatan yang tersedia dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat perannya di Dewa United.

Hubungan kiprah Rafael Struick di Dewa United dan peluangnya kembali membela Timnas Indonesia bertumpu pada konsistensi peran di level klub. Untuk memperbesar kesempatan mengenakan seragam Garuda lagi, Struick perlu rutin menjadi andalan Dewa United. Dengan demikian, fokusnya menjalani peran secara berkesinambungan bersama klub menjadi bagian penting dari upaya menjaga peluang tersebut. Hal ini menempatkan kontribusi di Dewa United sebagai aspek yang berkaitan langsung dengan kemungkinan kembali masuk ke dalam skuad tim nasional, tanpa mengubah pilihan fokusnya saat ini.

Menjadi andalan secara rutin berarti Struick perlu mendapat peran yang berkelanjutan di klub, bukan sekadar memiliki peluang untuk tampil sesekali. Keterlibatan yang konsisten dapat memperbesar peluangnya untuk kembali membela Indonesia, sebagaimana hubungan yang disebut peran klub dan kesempatan di timnas. Karena itu, fokus pada Dewa United dan harapan kembali ke skuad Garuda bukan dua hal yang terpisah. Perannya di klub menjadi jalur yang perlu dijalani agar peluang tersebut tetap terbuka, sementara keputusan untuk memprioritaskan klub merupakan konteks dari situasinya saat ini.

Pada saat yang sama, skuad Garuda kini diramaikan sejumlah wajah baru, termasuk Mitchell Baker dan Luke Vickery. Kehadiran nama-nama baru itu menjadi bagian dari gambaran skuad tim nasional saat ini, ketika peluang Struick untuk kembali juga terkait dengan konsistensinya bersama Dewa United. Informasi tersebut tidak mengubah hubungan utama yang disampaikan: agar peluang membela Indonesia lagi membesar, Struick perlu rutin menjadi andalan di klub. Dengan demikian, peran yang berkesinambungan di Dewa United tetap menjadi fokus penting bagi Struick di tengah kemungkinan kembali memperkuat timnas.

Baca juga: Rafael Struick Fokus Buktikan Diri di Dewa United Sambil Menanti Peluang Timnas | Rafael Struick Fokus Bersinar di Dewa United, Tetap Siap untuk Timnas | Rafael Struick Fokus Tampil Maksimal di Dewa United, Tetap Siap Jika Dipanggil Timnas