Cicil Tampilkan Pembiayaan Produktif di Finexpo 2026 Bandung

oleh -124 Dilihat
oleh
Cicil Tampilkan Pembiayaan Produktif di Finexpo 2026 Bandung

Jakarta | PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) berpartisipasi dalam Financial Expo (Finexpo) 2026 di Bandung sebagai bagian dari upayanya mendukung peningkatan inklusi keuangan. Pameran ini berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Trans Studio Mall, Bandung, dan digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan. Kehadiran Cicil menjadi kesempatan untuk memperkenalkan solusi pendanaan berbasis teknologi yang berfokus pada sektor produktif kepada masyarakat dan pengunjung acara.

Finexpo mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem keuangan untuk membuka akses informasi mengenai layanan dan produk keuangan. Dalam konteks tersebut, partisipasi Cicil membawa perhatian pada pembiayaan yang dapat mendukung kegiatan produktif. Melalui kehadirannya di lokasi pameran, perusahaan mengenalkan pendekatan pendanaan yang memanfaatkan teknologi sekaligus menjelaskan fokus layanannya. Informasi ini dapat membantu pengunjung memahami pilihan pembiayaan dan mengenali peran solusi digital dalam mendukung kebutuhan usaha maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Fokus pada sektor produktif membedakan pesan yang dibawa Cicil dalam Finexpo 2026. Pembiayaan produktif dapat menjadi salah satu unsur yang mendukung aktivitas ekonomi, terutama ketika akses pendanaan dan informasi tersedia secara lebih mudah dipahami. Karena itu, pengenalan solusi berbasis teknologi di ruang publik seperti pameran memberi kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pilihan layanan keuangan. Kehadiran Cicil di Bandung juga sejalan dengan tujuan Bulan Inklusi Keuangan, yaitu mendorong masyarakat mengenal dan mengakses layanan keuangan secara lebih luas. Selama penyelenggaraan acara, pengunjung dapat memperoleh informasi langsung tentang fokus pembiayaan Cicil. Partisipasi ini sekaligus menempatkan teknologi sebagai sarana untuk menyampaikan pilihan pendanaan kepada masyarakat, dengan perhatian khusus pada kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan produktif. Dengan demikian, keikutsertaan Cicil di Finexpo bukan hanya memperkenalkan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas percakapan tentang akses pembiayaan dan inklusi keuangan di Indonesia.

Sejak bertransformasi pada 2023, Cicil memusatkan kegiatan pembiayaannya pada sektor produktif. Arah ini menempatkan kebutuhan usaha sebagai perhatian utama, termasuk kebutuhan modal yang dapat membantu bisnis menjalankan kegiatan operasional dan mengembangkan kapasitasnya. Pembiayaan produktif juga berkaitan dengan upaya memperluas kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperoleh dukungan pendanaan yang sesuai dengan aktivitas bisnis mereka. Dalam konteks tersebut, Cicil mengembangkan pendekatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan dengan hubungan perusahaan, pemasok, mitra, dan pelaku usaha dalam suatu ekosistem. Fokus pada sektor ini menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan, sekaligus menjadi landasan bagi solusi yang ditampilkan kepada masyarakat dan pelaku industri keuangan.

Dua skema yang menjadi bagian dari pendekatan Cicil adalah supply chain financing dan ecosystem financing. Supply chain financing berfokus pada kebutuhan pendanaan yang muncul di sepanjang rantai pasok, sehingga arus pembiayaan dapat mendukung transaksi dan kegiatan pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, ecosystem financing melihat kebutuhan pendanaan dalam suatu ekosistem bisnis yang lebih luas, dengan mempertimbangkan hubungan perusahaan, mitra, dan pelaku usaha di dalamnya. Kedua skema tersebut diarahkan untuk membantu bisnis memperoleh akses pembiayaan yang relevan dengan kegiatan produktifnya. Bagi UMKM, akses semacam ini dapat mendukung kelangsungan operasional, pemenuhan kebutuhan usaha, dan peluang untuk bertumbuh. Dengan menyesuaikan pembiayaan pada konteks bisnis, Cicil berupaya menjadikan pendanaan lebih dekat dengan kebutuhan nyata pelaku usaha.

Partisipasi Cicil di Finexpo 2026 Bandung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan fokus dan pendekatan tersebut kepada pengunjung. Melalui ajang ini, Cicil dapat menjelaskan bagaimana teknologi finansial berperan dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi bisnis dan UMKM yang membutuhkan dukungan untuk kegiatan produktif. Teknologi dapat membantu mempertemukan kebutuhan pendanaan dengan skema yang dirancang berdasarkan relasi dalam rantai pasok maupun ekosistem usaha. Pengenalan ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa layanan keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi dapat mendukung aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai. Dengan membawa pembiayaan produktif ke Finexpo, Cicil menegaskan peran teknologi finansial sebagai salah satu sarana untuk membuka akses pendanaan dan menunjang pertumbuhan usaha di berbagai skala.

Direktur Cicil, Ivan Joshua Tandika, menekankan bahwa inklusi keuangan tidak cukup diukur dari terbukanya akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Akses tersebut juga perlu menghadirkan manfaat yang nyata, baik bagi masyarakat maupun bagi sektor produktif. Dengan demikian, upaya memperluas layanan perlu memperhatikan bagaimana layanan itu dapat menjawab kebutuhan pengguna dan mendukung kegiatan ekonomi yang produktif. Pandangan ini menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan Cicil melalui partisipasinya dalam Finexpo 2026 di Bandung.

Finexpo dimanfaatkan Cicil sebagai ruang untuk mengenalkan peran teknologi finansial dalam membantu pelaku usaha memperoleh pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Kebutuhan pendanaan dapat berkaitan dengan kegiatan usaha yang dijalankan, sehingga kesesuaian pembiayaan dan kebutuhan bisnis menjadi hal penting. Melalui pengenalan tersebut, Cicil ingin menunjukkan bagaimana teknologi finansial dapat berperan dalam mendukung akses pendanaan bagi pelaku usaha. Penekanan ini menempatkan pembiayaan produktif sebagai salah satu bentuk manfaat yang dapat diupayakan melalui layanan keuangan.

Namun, perluasan akses juga perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan. Masyarakat dan pelaku usaha perlu memahami manfaat layanan yang digunakan, sekaligus mengetahui risiko serta tanggung jawab yang menyertainya. Pemahaman tersebut merupakan bagian penting agar akses keuangan tidak berhenti pada ketersediaan layanan, tetapi dapat digunakan secara tepat sesuai kebutuhan. Karena itu, upaya mengenalkan pembiayaan dan teknologi finansial perlu disertai pemahaman yang memadai mengenai cara kerja serta konsekuensi penggunaannya. Bagi Cicil, perhatian terhadap manfaat nyata dan literasi menjadi bagian dari pandangan bahwa inklusi keuangan perlu mendukung masyarakat serta sektor produktif secara bertanggung jawab.

Cicil berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi kebutuhan sektor produktif, sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau. Bagi Cicil, inklusi tidak hanya berarti memperluas akses terhadap pembiayaan, tetapi juga memastikan bahwa akses tersebut dapat mendukung kegiatan usaha dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha yang memerlukan dukungan untuk menjaga kelangsungan operasional, mengembangkan kapasitas, dan meraih peluang pertumbuhan. Dengan demikian, pembiayaan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi, bukan sekadar fasilitas transaksi.

Ivan menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi finansial secara tepat berpotensi memperkuat sektor produktif. Teknologi dapat membantu menghadirkan proses layanan yang lebih praktis dan membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk memperoleh dukungan pembiayaan. Peluang tersebut penting bagi UMKM, yang berperan besar dalam aktivitas ekonomi nasional dan membutuhkan ruang untuk tumbuh. Ketika kebutuhan usaha dapat dijangkau melalui solusi yang sesuai, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih baik untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnisnya. Dampaknya juga dapat meluas, mulai dari kegiatan usaha yang semakin kuat hingga terciptanya manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, inovasi keuangan perlu diarahkan secara bertanggung jawab agar menjawab kebutuhan nyata, memperhatikan keberlanjutan, serta mendukung pertumbuhan yang lebih merata di berbagai lapisan ekonomi Indonesia.

Harapan Cicil adalah agar kolaborasi teknologi, pembiayaan, dan kebutuhan sektor produktif terus berkembang. Ekosistem yang terbentuk perlu memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Partisipasi dalam Finexpo 2026 menjadi kesempatan bagi Cicil untuk memperkenalkan pendekatan tersebut secara langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Aksi Mahasiswa Bandung Raya di DPRD Jabar Berakhir Tertib | Mahasiswa dari Sejumlah Kampus Bandung Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Tuntutan