JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Asus membuka pemesanan awal untuk dua laptop profesional dari lini ProArt, yaitu ProArt P14 dengan model H7407BA dan ProArt P16 dengan model H7607BA. Periode pre-order berlangsung pada 8 hingga 23 Oktober 2026. Kehadiran kedua perangkat tersebut menandai peluncuran laptop pertama di Indonesia yang ditenagai Nvidia RTX Spark N1X, sebuah platform komputasi baru dari Nvidia.
Berbeda dari laptop pada umumnya, kedua perangkat ini tidak menggunakan prosesor Intel maupun AMD. Asus menghadirkan Nvidia RTX Spark N1X sebagai superchip yang dikembangkan langsung oleh Nvidia. Dengan demikian, ProArt P14 dan ProArt P16 menjadi produk yang membawa pendekatan berbeda pada pasar laptop Indonesia, terutama karena sumber tenaga pemrosesan utamanya berasal dari platform Nvidia, bukan dari dua produsen prosesor yang selama ini lebih umum digunakan.
ProArt P14 H7407BA ditawarkan dengan harga Rp79.999.000. Sementara itu, ProArt P16 H7607BA dibanderol Rp112.999.000. Perbedaan harga kedua model tersebut mencapai sekitar Rp33 juta, dengan ProArt P16 menempati posisi harga yang lebih tinggi. Informasi harga ini menjadi bagian utama dari penawaran pre-order yang dibuka Asus selama periode 8–23 Oktober 2026. Konsumen yang berminat dapat menjadikan rentang pemesanan tersebut sebagai acuan untuk memperoleh salah satu dari dua laptop ProArt berbasis Nvidia RTX Spark N1X ini. Peluncuran tersebut sekaligus memperkenalkan pilihan baru bagi pengguna yang mencari laptop dengan platform superchip Nvidia dalam perangkat premium, baik melalui model P14 maupun P16.
Nvidia RTX Spark N1X dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari komputer laptop konvensional. Nvidia menyebutnya sebagai superchip karena komponen utama yang biasanya dipisahkan—prosesor utama atau CPU, kartu grafis atau GPU, serta memori—ditempatkan dalam satu kemasan. Integrasi ini bertujuan memperpendek jalur komunikasi antarkomponen, sehingga pertukaran data dapat berlangsung lebih efisien. Bagi laptop seperti Asus ProArt P14 dan ProArt P16, rancangan tersebut menjadi fondasi untuk menghadirkan kemampuan komputasi dan pengolahan grafis tingkat tinggi dalam perangkat yang tetap ringkas.
Konfigurasi tertinggi N1X memadukan GPU berarsitektur Blackwell dengan 6.144 inti CUDA dan CPU Grace yang memiliki 20 inti. GPU Blackwell ditujukan untuk menangani pekerjaan grafis, kecerdasan buatan, pemrosesan paralel, serta aplikasi kreatif yang membutuhkan daya komputasi besar. Sementara itu, CPU Grace menggunakan arsitektur Arm dan bertanggung jawab menjalankan sistem operasi, aplikasi, serta berbagai proses umum. CPU tersebut merupakan hasil kerja sama Nvidia dan MediaTek, sehingga rancangan N1X juga mencerminkan kolaborasi pengembang akselerator grafis dan produsen chip berbasis Arm.
Nvidia menyiapkan dua konfigurasi N1X untuk menyesuaikan kebutuhan perangkat dan segmen pengguna. Varian yang lebih rendah dibekali GPU dengan 5.120 inti serta CPU Grace dengan 18 inti. Konfigurasi ini tetap menawarkan kapasitas pemrosesan yang tinggi, tetapi berada satu tingkat di bawah versi paling bertenaga. Untuk ProArt P14 dan ProArt P16, Asus memilih konfigurasi tertinggi yang terdiri dari 6.144 inti GPU dan 20 inti CPU. Pilihan tersebut sejalan dengan sasaran kedua laptop sebagai perangkat kerja profesional untuk desain, penyuntingan video, pengembangan kecerdasan buatan, dan tugas berat lainnya. Penyatuan CPU, GPU, dan memori juga dapat membantu mengurangi hambatan pemindahan data yang lazim terjadi ketika komponen bekerja melalui jalur terpisah.
Salah satu keunggulan utama platform Nvidia RTX Spark N1X terletak pada rancangan unified memory atau memori terpadu. Dalam arsitektur ini, CPU dan GPU tidak menggunakan ruang memori yang terpisah, melainkan berbagi satu area memori yang sama. Pendekatan tersebut dirancang untuk mendukung pemrosesan data secara lebih langsung, terutama ketika laptop digunakan untuk menjalankan beban kerja kecerdasan buatan.
Kapasitas memori terpadu pada platform ini mencapai 128 GB. Besaran tersebut memberikan ruang yang luas bagi model AI berukuran besar untuk dimuat dan dijalankan langsung di laptop. Dengan demikian, pemrosesan tidak selalu bergantung pada pengiriman data ke server atau infrastruktur komputasi awan. Data dan model dapat tetap diproses pada perangkat, sesuai kemampuan platform dan aplikasi yang digunakan.
Berbagi memori CPU dan GPU juga menjadi bagian penting dari rancangan tersebut. Kedua komponen dapat mengakses kumpulan data yang sama tanpa memerlukan pemindahan data ruang memori yang berbeda. Dalam konteks penggunaan AI, rancangan ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan model berukuran besar yang membutuhkan kapasitas memori signifikan. Namun, kapasitas memori bukan berarti semua model atau aplikasi akan memberikan tingkat kinerja yang sama, karena hasil penggunaan tetap bergantung pada perangkat lunak dan kebutuhan pemrosesannya.
Nvidia menyebut kemampuan komputasi AI pada platform RTX Spark N1X dapat mencapai 1 petaflop. Angka itu merupakan klaim dari Nvidia mengenai kapabilitas komputasi AI platform tersebut, bukan hasil pengujian independen. Klaim ini menempatkan memori terpadu berkapasitas besar sebagai salah satu komponen yang mendukung penggunaan AI secara lokal, termasuk ketika pengguna menangani model yang sebelumnya lebih umum dijalankan pada server dengan sumber daya komputasi lebih besar.
Dengan kapasitas hingga 128 GB dan akses memori bersama, platform ini menawarkan pendekatan yang diarahkan untuk kebutuhan AI lokal. Pengguna dapat memanfaatkan laptop sebagai perangkat pemrosesan model berukuran besar, tanpa menjadikan koneksi ke server sebagai satu-satunya pilihan untuk menjalankan tugas tersebut.
Asus mengarahkan ProArt P14 dan ProArt P16 kepada kreator yang mulai memanfaatkan agen AI lokal dalam pekerjaan sehari-hari. Sasaran ini mencakup pengguna yang membutuhkan dukungan AI untuk membantu proses kreatif, pengolahan informasi, serta berbagai tugas yang dijalankan langsung dari laptop. Agen AI lokal merujuk pada pemrosesan yang dilakukan di perangkat, sehingga pengguna tidak semata-mata bergantung pada layanan berbasis cloud untuk menjalankan kemampuan tersebut.
Arah penggunaan itu berkaitan dengan kapasitas memori besar yang ditawarkan pada konfigurasi laptop. Memori yang lebih lapang dapat mendukung pengoperasian aplikasi kreatif dan proses berbasis AI secara bersamaan, meskipun kebutuhan sebenarnya tetap bergantung pada jenis pekerjaan dan perangkat lunak yang digunakan. Dalam konteks ini, cip Nvidia RTX Spark N1X menjadi bagian dari rancangan perangkat untuk menangani pemrosesan AI langsung di perangkat. Informasi tersebut menempatkan laptop sebagai alat kerja bagi kreator yang ingin mengeksplorasi agen AI lokal, tanpa menyimpulkan kemampuan di luar spesifikasi yang disebutkan.
ProArt P14 dan ProArt P16 juga menyasar kreator dengan kebutuhan perangkat yang berbeda. Keduanya menggabungkan cip Nvidia RTX Spark N1X dalam konfigurasi tertinggi, sementara Asus menyediakan pilihan harga yang berbeda untuk masing-masing model. Dengan kombinasi tersebut, kedua laptop diposisikan untuk mendukung alur kerja kreatif yang mulai melibatkan agen AI lokal, memanfaatkan memori berkapasitas besar, dan menjalankan pemrosesan AI secara langsung pada perangkat. Perbedaan harga menjadi bagian dari pilihan yang tersedia bagi calon pengguna sesuai model yang dipertimbangkan.







