JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Shubhasish Chattoraj mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk. (BMHS). Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri tersebut pada 7 Oktober 2026. Informasi ini menjadi bagian dari perkembangan terbaru dalam susunan jajaran komisaris perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan tersebut.
Pengajuan tersebut berkaitan langsung dengan posisi Shubhasish Chattoraj dalam struktur tata kelola Bundamedik. Sebagai Wakil Presiden Komisaris, ia merupakan bagian dari jajaran komisaris yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan perseroan. Dengan diterimanya surat permohonan itu, proses terkait perubahan susunan pengurus perusahaan akan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Bundamedik menyampaikan penerimaan surat tersebut sebagai informasi korporasi kepada para pemangku kepentingan. Pengumuman ini memberikan kejelasan mengenai adanya permohonan pengunduran diri dari salah satu anggota jajaran komisaris PT Bundamedik Tbk. Namun, informasi yang tersedia belum memuat keterangan lebih lanjut mengenai alasan Shubhasish Chattoraj mengajukan pengunduran diri dari jabatan tersebut.
Perubahan dalam jajaran komisaris dapat menjadi perhatian bagi investor dan publik karena berkaitan dengan struktur tata kelola serta keberlanjutan pengawasan perusahaan. Selanjutnya, perseroan akan menjalankan proses sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai perubahan susunan dewan komisaris apabila diperlukan. Untuk saat ini, pokok informasi yang disampaikan adalah penerimaan surat permohonan pengunduran diri Shubhasish Chattoraj oleh Bundamedik pada 7 Oktober 2026.
Manajemen PT Bundamedik Tbk (BMHS) menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri yang diajukan oleh Shubhasish Chattoraj. Keterangan tersebut disampaikan oleh manajemen pada Jumat, 9 Oktober 2026, sebagai informasi mengenai perkembangan dalam jajaran komisaris perseroan.
Surat yang diterima manajemen berkaitan dengan jabatan Shubhasish Chattoraj sebagai wakil presiden komisaris BMHS. Dengan demikian, informasi yang disampaikan perseroan secara khusus merujuk pada pengunduran diri dari posisi tersebut, bukan pada jabatan atau peran lain yang tidak disebutkan dalam keterangan manajemen.
Manajemen menyampaikan informasi itu dalam konteks penerimaan surat pengunduran diri. Pernyataan tersebut tidak memuat penjelasan tambahan mengenai alasan pengunduran diri, waktu efektif pengunduran diri, maupun langkah berikutnya terkait susunan dewan komisaris. Oleh karena itu, keterangan yang tersedia hanya menegaskan bahwa surat telah diterima dan berhubungan dengan posisi wakil presiden komisaris.
Informasi dari manajemen BMHS menjadi dasar pemberitaan mengenai pengajuan pengunduran diri Shubhasish Chattoraj. Penyampaian pada 9 Oktober 2026 tersebut mempertahankan pokok keterangan perseroan, yaitu adanya surat pengunduran diri dan keterkaitannya dengan jabatan sebagai wakil presiden komisaris. Tidak terdapat keterangan lebih lanjut yang dapat digunakan untuk menjelaskan latar belakang pengajuan surat tersebut.
Menindaklanjuti pengajuan pengunduran diri Shubhasish Chattoraj dari jabatan Wakil Presiden Komisaris, PT Bundamedik Tbk atau BMHS akan menempuh proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perseroan berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri tersebut. Rapat ini menjadi tahapan penting dalam proses perubahan susunan dewan komisaris, sekaligus memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk memperoleh informasi dan mengambil keputusan secara resmi.
Dalam RUPSLB, pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan terhadap permohonan pengunduran diri yang telah diajukan. Pelaksanaan agenda tersebut akan mengikuti prosedur korporasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan terbuka. Perseroan juga akan menyampaikan informasi terkait jadwal, tata cara pelaksanaan, serta agenda rapat melalui mekanisme keterbukaan informasi. Keputusan yang dihasilkan dalam rapat akan menjadi dasar bagi BMHS untuk menindaklanjuti perubahan komposisi dewan komisaris sesuai dengan ketentuan tata kelola perusahaan.
Manajemen BMHS menilai perubahan dalam susunan dewan komisaris tersebut tidak akan menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap perseroan. Penilaian itu mencakup kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan operasional BMHS. Dengan demikian, pengajuan pengunduran diri dan proses persetujuannya melalui RUPSLB dipandang tidak mengganggu pelaksanaan aktivitas usaha perseroan. Kegiatan operasional akan tetap dijalankan sesuai rencana, sementara fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan akan dilaksanakan berdasarkan struktur serta kewenangan yang berlaku. Perseroan menyatakan akan terus menjalankan proses korporasi secara tertib dan menyampaikan informasi yang relevan kepada pemegang saham serta publik melalui kanal resmi.
Shubhasish Chattoraj mulai menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS) secara efektif pada 7 Agustus 2025. Penunjukan tersebut menempatkannya dalam jajaran pengawas perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Dalam peran ini, ia diharapkan berkontribusi melalui pengalaman profesionalnya, khususnya dalam menilai arah strategis, peluang pertumbuhan, serta berbagai inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan bisnis perusahaan.
Chattoraj dikenal sebagai profesional investasi senior dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Sepanjang kariernya, ia berkecimpung dalam sejumlah bidang utama, termasuk merger dan akuisisi, strategi perusahaan, serta operasi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang luas mengenai proses evaluasi investasi, pengelolaan transaksi, penyusunan strategi pertumbuhan, dan pelaksanaan operasional dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Rekam pengalaman profesional Chattoraj mencakup industri ilmu hayati, teknologi medis, dan perawatan kesehatan. Ketiga sektor tersebut memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan layanan medis, inovasi teknologi, serta kebutuhan investasi jangka panjang. Pemahamannya terhadap karakteristik industri tersebut menjadi latar belakang yang relevan untuk mendukung pengawasan dan pengambilan keputusan strategis di BMHS.
Dari sisi pendidikan, Chattoraj memperoleh gelar sarjana teknologi dengan predikat kehormatan dari Institut Teknologi India (IIT) Kharagpur. Institusi tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi teknologi terkemuka di India. Ia kemudian melanjutkan pendidikan melalui program pascasarjana manajemen di Sekolah Bisnis India (ISB) Hyderabad. Kombinasi pendidikan teknologi dan manajemen ini membentuk landasan akademik yang mendukung keahliannya dalam menganalisis bisnis, teknologi, investasi, serta strategi korporasi.
Dengan perpaduan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang investasi dan latar belakang akademik yang kuat, Chattoraj membawa perspektif lintas disiplin ke dalam jabatannya di BMHS. Keahlian tersebut mencakup pemahaman terhadap transaksi korporasi, pengembangan strategi, dan pengelolaan operasional, sekaligus pengetahuan mengenai sektor kesehatan dan teknologi medis. Profil itu menjadi bagian dari informasi biografis yang mendasari perannya sebagai Wakil Presiden Komisaris BMHS sejak Agustus 2025.







