Penyelidikan Pencurian di Fasilitas Padel Kebayoran Baru Berlanjut

oleh -129 Dilihat
oleh
Penyelidikan Pencurian di Fasilitas Padel Kebayoran Baru Berlanjut

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Polisi masih menyelidiki kasus pencurian yang terjadi di Koci Padhel House, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian aparat karena lokasi yang dikenal sebagai fasilitas padel itu diketahui merupakan milik Justinus Lhaksana, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Coach Justin.

Pihak pengelola Koci Padhel House telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Laporan itu menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan pencurian yang terjadi di area fasilitas olahraga tersebut.

Perkara kini ditangani Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Tim tersebut bertugas mengungkap rangkaian peristiwa, menelusuri informasi yang berkaitan dengan kejadian, serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat. Proses penyelidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana pencurian itu berlangsung.

Hingga penyelidikan berjalan, polisi masih mendalami berbagai aspek dalam perkara tersebut. Pendalaman diperlukan untuk memastikan fakta-fakta kejadian dan mengarahkan penyidik pada pengungkapan pelaku. Aparat juga akan menindaklanjuti informasi yang diperoleh selama proses pemeriksaan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Penanganan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menunjukkan bahwa kasus ini berada dalam proses penyelidikan resmi. Polisi berupaya mengumpulkan keterangan dan petunjuk yang relevan agar perkara pencurian di Koci Padhel House dapat diungkap secara menyeluruh. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada hasil penyelidikan dan pendalaman yang dilakukan oleh aparat.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, sejumlah barang dilaporkan hilang dari lokasi kejadian di fasilitas padel Kebayoran Baru. Barang-barang tersebut terdiri atas perangkat elektronik dan perlengkapan pribadi. Penyebutan ini menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepolisian terkait perkembangan penyelidikan pencurian yang masih berlangsung.

Perangkat elektronik yang disebut dalam laporan meliputi satu laptop, beberapa telepon seluler, serta dua tablet. Selain itu, terdapat microphone TWS yang juga dinyatakan hilang. Rincian tersebut menunjukkan bahwa barang yang dicari tidak hanya berasal dari satu jenis perangkat, melainkan mencakup beberapa benda elektronik dengan bentuk dan fungsi yang berbeda. Jumlah tablet yang disebutkan dalam keterangan itu adalah dua unit.

Di luar perangkat elektronik, terdapat pula barang pribadi berupa topi dan helm. Dengan demikian, daftar barang yang dilaporkan hilang mencakup laptop, beberapa telepon seluler, dua tablet, microphone TWS, topi, dan helm. Kepolisian masih mendalami keterangan serta rangkaian peristiwa di lokasi untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai pencurian tersebut. Rincian barang itu disampaikan sebagai bagian dari pendataan awal dalam proses penyelidikan, tanpa menguraikan kepemilikan masing-masing benda atau nilai kerugian yang ditimbulkan.

Aksi pencurian yang terjadi di fasilitas padel kawasan Kebayoran Baru terekam oleh kamera pengawas yang terpasang di lokasi. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu bahan yang diperiksa penyidik untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa, termasuk waktu kejadian, situasi di sekitar tempat kejadian perkara, serta aktivitas orang-orang yang berada di area fasilitas pada saat pencurian berlangsung.

Kapolsek Kebayoran Baru, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa rekaman kamera CCTV akan dicek dan dianalisis sebagai petunjuk dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menilai informasi visual yang tersedia dan mencocokkannya dengan keterangan saksi maupun temuan lain yang dikumpulkan petugas. Analisis rekaman diharapkan dapat membantu penyidik menyusun gambaran yang lebih jelas mengenai cara kejadian berlangsung.

Meski demikian, keberadaan rekaman CCTV belum berarti bahwa identitas pelaku telah diketahui secara pasti. Gambar yang terekam masih perlu diteliti, termasuk dari sisi kualitas visual, sudut pengambilan gambar, serta kesesuaian waktunya dengan informasi lain dalam perkara tersebut. Penyidik juga perlu memastikan bahwa setiap petunjuk yang diperoleh dapat diverifikasi sebelum digunakan untuk mengarah pada seseorang.

Rekaman itu juga belum menunjukkan bahwa pelaku telah ditangkap. Polisi masih berada dalam tahap penyelidikan dan terus mengumpulkan berbagai informasi pendukung. Selain memeriksa video pengawasan, petugas dapat meminta keterangan dari saksi serta menelusuri bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa pencurian. Langkah tersebut diperlukan agar proses penanganan perkara berjalan berdasarkan fakta yang telah diperiksa secara menyeluruh, bukan semata-mata berdasarkan dugaan awal dari rekaman kamera.

Video yang sebelumnya beredar di media sosial menjadi salah satu bahan informasi mengenai dugaan pencurian barang elektronik di salah satu fasilitas lapangan padel di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Rekaman tersebut memperlihatkan rangkaian kejadian yang berlangsung pada Kamis dini hari, 8 Oktober 2026. Informasi mengenai kronologi ini disampaikan berdasarkan apa yang tampak dalam video, sehingga tidak mencakup keterangan tambahan di luar rekaman yang beredar.

Dalam rekaman, terlihat dua orang datang secara berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Setelah tiba di sekitar area lapangan padel, salah seorang di antaranya terlihat masuk ke area lapangan. Pada saat yang sama, rekannya tetap menunggu di atas sepeda motor. Video tersebut memperlihatkan pembagian peran dalam momen kedatangan itu, tetapi tidak memuat keterangan lebih lanjut mengenai identitas maupun maksud masing-masing orang.

Rekaman yang beredar tersebut menjadi perhatian karena dikaitkan dengan hilangnya sejumlah barang elektronik dari fasilitas padel di kawasan Dharmawangsa. Namun, bagian yang dapat dipaparkan dari video terbatas pada waktu kejadian, kedatangan dua orang menggunakan sepeda motor, serta tindakan salah seorang yang masuk ke area lapangan sementara rekannya menunggu di kendaraan. Oleh karena itu, uraian kronologi ini tidak menambahkan ciri-ciri pelaku, arah pelarian, atau detail lain yang tidak terlihat maupun tidak disebutkan dalam bahan sumber.

Peredaran video di media sosial memberikan gambaran awal mengenai urutan kejadian pada dini hari tersebut. Meski demikian, isi rekaman tetap perlu ditempatkan sebagai informasi visual yang sedang ditelaah dalam proses penyelidikan. Keterangan mengenai hubungan video itu dengan dugaan pencurian, termasuk penjelasan yang lebih lengkap tentang barang elektronik yang dilaporkan hilang dan kejadian di dalam area lapangan, masih bergantung pada hasil pemeriksaan serta informasi resmi dari pihak terkait.