MRT Jakarta Perluas Akses Tap JakLingko untuk Pembayaran Tiket Terintegrasi

oleh -129 Dilihat
oleh
MRT Jakarta Perluas Akses Tap JakLingko untuk Pembayaran Tiket Terintegrasi

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai menerapkan sistem tap integrasi pada mesin pembaca kartu atau reader JakLingko yang tersedia di passenger gate stasiun, mulai 12 Oktober 2026. Penerapan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses pembayaran tiket terintegrasi sekaligus memberikan pilihan yang lebih praktis bagi pelanggan MRT Jakarta saat memasuki area peron.

Melalui kebijakan tersebut, pelanggan tidak hanya dapat menggunakan metode pembayaran yang selama ini tersedia, tetapi juga melakukan tap kartu uang elektronik pada reader JakLingko di passenger gate. Proses ini diharapkan membantu memperlancar perjalanan, terutama bagi pengguna yang telah memiliki kartu pembayaran elektronik dari berbagai bank dan ingin memanfaatkannya untuk perjalanan dengan MRT Jakarta.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menyampaikan bahwa sistem tersebut diberlakukan untuk memudahkan pembayaran tiket bagi pelanggan. Menurutnya, perluasan akses pada reader JakLingko merupakan langkah untuk mendukung layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Layanan ini berlaku bagi pengguna kartu uang elektronik yang diterbitkan oleh bank. Kartu yang dapat digunakan mencakup e-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, serta Kartu Multi Trip Commuterline (KMT). Dengan demikian, pelanggan dapat memilih kartu yang telah dimiliki tanpa perlu menyiapkan media pembayaran tambahan khusus untuk menggunakan layanan MRT Jakarta.

Pelanggan tetap perlu memastikan kartu memiliki saldo yang mencukupi sebelum melakukan tap pada reader JakLingko. Saat berada di stasiun, kartu cukup ditempelkan pada mesin pembaca di passenger gate sesuai petunjuk yang tersedia. Penerapan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan proses masuk stasiun dan memperkuat konektivitas antarmoda dalam ekosistem transportasi Jakarta.

Migrasi sistem pengetapan pembayaran melalui reader JakLingko merupakan bagian penting dari penguatan integrasi transportasi publik di Jakarta. Perubahan ini menyatukan proses pencatatan perjalanan dalam satu ekosistem pembayaran yang lebih terkoordinasi, sehingga penggunaan MRT Jakarta dapat terhubung dengan layanan transportasi umum lainnya. Dengan dukungan sistem yang saling terintegrasi, pelanggan tidak hanya memperoleh kemudahan saat memasuki atau meninggalkan stasiun, tetapi juga mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten ketika harus berpindah moda.

Manfaat tersebut terutama dirasakan oleh pelanggan yang menggunakan lebih dari satu layanan dalam satu perjalanan, seperti mengombinasikan MRT Jakarta dengan TransJakarta, layanan bus pengumpan, atau moda lain yang telah terhubung dalam ekosistem JakLingko. Setiap proses tap dapat tercatat secara lebih terpadu, sehingga perpindahan antarmoda berlangsung dengan lebih mudah, nyaman, dan minim hambatan. Pelanggan tidak perlu menghadapi prosedur pembayaran yang berbeda-beda secara berulang, selama menggunakan metode dan layanan yang memenuhi ketentuan integrasi.

Transaksi antarmoda yang terbaca dalam sistem JakLingko juga memungkinkan pelanggan memperoleh tarif integrasi sesuai aturan yang berlaku. Penerapan tarif tersebut tetap mengikuti persyaratan, cakupan layanan, serta ketentuan waktu dan perjalanan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Karena sistem pengetapan telah diarahkan melalui reader JakLingko, pelanggan MRT Jakarta tidak lagi perlu melakukan tap melalui perangkat khusus tarif integrasi yang sebelumnya tersedia di stasiun. Proses ini diharapkan membuat perjalanan lebih praktis karena pelanggan dapat mengikuti alur pembayaran yang lebih sederhana, tanpa menambahkan langkah khusus setelah menggunakan moda transportasi tertentu.

Integrasi pembayaran menjadi salah satu unsur penting dalam penerapan tarif terintegrasi transportasi publik di Jakarta. Melalui sistem pembayaran yang saling terhubung, pelanggan dapat menggunakan lebih dari satu moda dalam satu rangkaian perjalanan tanpa harus diperlakukan sebagai perjalanan terpisah sepenuhnya. Kesempatan memperoleh tarif integrasi berlaku sesuai ketentuan dalam Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik dapat dikenakan tarif maksimal Rp10 ribu untuk periode perjalanan selama tiga jam. Perjalanan yang memenuhi skema ini harus mencakup lebih dari satu moda, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan TransJakarta BRT. Dengan demikian, penggunaan layanan secara terintegrasi tidak hanya bergantung pada perpindahan moda, tetapi juga pada pencatatan perjalanan melalui sistem pembayaran yang mendukung integrasi tersebut.

Perluasan akses Tap JakLingko di jaringan MRT Jakarta mendukung proses tersebut dengan menyediakan infrastruktur pembayaran yang lebih luas. Saat ini, infrastruktur JakLingko tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta, dengan dukungan 186 reader JakLingko dan 60 balance check terminal (BCT). Reader digunakan untuk membaca kartu atau media pembayaran ketika pelanggan melakukan transaksi, sedangkan BCT membantu memastikan informasi kartu tetap dapat diperiksa sebelum maupun selama pelanggan menggunakan layanan transportasi publik.

Keberadaan BCT tetap memiliki fungsi penting meskipun integrasi pembayaran terus dikembangkan. Perangkat ini dapat digunakan pelanggan untuk memeriksa saldo dan status kartu, sehingga pengguna dapat mengetahui kesiapan kartu sebelum melakukan perjalanan atau berpindah ke moda lain. Ketersediaan perangkat tersebut turut memperkuat keandalan layanan dan membantu mengurangi kendala saat pelanggan memanfaatkan perjalanan terintegrasi dalam batas waktu tiga jam.

Data penggunaan layanan MRT Jakarta menunjukkan meningkatnya pemanfaatan akses pembayaran yang terhubung dengan ekosistem JakLingko. Dalam periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 40,86 juta perjalanan pelanggan, atau 51,10 persen dari seluruh perjalanan pada periode tersebut, dilakukan melalui gate JakLingko. Angka ini mencerminkan bahwa lebih dari separuh perjalanan pelanggan telah memanfaatkan perangkat yang mendukung akses pembayaran terintegrasi, sekaligus memperlihatkan pentingnya perluasan akses tersebut di jaringan MRT Jakarta.

Pada periode yang sama, sebanyak 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen tercatat menggunakan tarif integrasi. Skema ini memungkinkan pelanggan memperoleh manfaat perjalanan yang lebih terhubung ketika menggunakan layanan transportasi publik yang termasuk dalam sistem integrasi. Penggunaan tarif integrasi menjadi salah satu indikator pemanfaatan layanan lintas moda, karena pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan mekanisme pembayaran dan perhitungan tarif yang dirancang untuk mendukung perpindahan antarlayanan secara lebih praktis.

Meski akses melalui gate JakLingko terus diperluas, pelanggan yang menggunakan jenis kartu lain tetap perlu melakukan tap pada perangkat yang sesuai. Kartu single trip MRT Jakarta digunakan pada gate MRT Jakarta, sedangkan kartu EMV atau contactless digunakan pada reader EMV. Penyesuaian perangkat ini diperlukan agar kartu dapat terbaca dengan benar dan proses masuk maupun keluar stasiun berlangsung lancar. Informasi mengenai perangkat yang sesuai juga penting disampaikan secara konsisten untuk mencegah kebingungan pelanggan, terutama bagi pengguna yang membawa lebih dari satu pilihan kartu pembayaran.

MRT Jakarta akan terus mendorong pengembangan ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, inklusif, mudah digunakan, terjangkau, dan nyaman bagi masyarakat. Upaya tersebut mencakup perluasan akses pembayaran, penguatan interoperabilitas antarlayanan, serta penyediaan pengalaman perjalanan yang sederhana bagi berbagai kelompok pengguna. Dengan dukungan teknologi dan koordinasi antarpengelola transportasi, integrasi diharapkan semakin mendukung mobilitas perkotaan yang efisien serta memperluas minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.