Awal Musim Hujan DIY 2026/2027 Mundur Sebulan, BMKG Ungkap Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan – Berita Jogja

oleh -45 Dilihat
oleh
Awal Musim Hujan DIY 2026/2027 Mundur Sebulan, BMKG Ungkap Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan – Berita Jogja

Kabupaten Bantul | Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Nino yang turut memperpanjang periode Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah DIY. Periode tanpa hujan terpanjang tercatat di Pajangan, Kabupaten Bantul, yang mencapai 141 hari. Setelah wilayah utara Kulon Progo dan bagian utara hingga tengah Sleman memasuki musim hujan pada pekan ketiga November, hujan diperkirakan meluas secara bertahap ke wilayah DIY lainnya sepanjang Desember 2026. Pada pekan pertama Desember, awal musim hujan diperkirakan terjadi di Kulon Progo bagian timur, Kota Yogyakarta, Sleman bagian timur, selatan dan barat, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara. Sementara itu, wilayah selatan dan barat Kulon Progo, Bantul, hingga sebagian besar Gunungkidul diperkirakan baru memasuki awal musim hujan pada pekan kedua Desember. Kementrian ATR/BPN : Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Bengkulu Rasakan Presisi Waktu Jadwal Ukur Tanah BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan 2026/2027 tidak terjadi serentak di seluruh wilayah DIY. Kawasan Kulon Progo bagian utara dan timur, Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian barat diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Februari 2027. Prediksi puncak musim hujan 2026/2027 akan terjadi di bulan Februari, di wilayah Kulon Progo bagian utara dan timur; Sleman; Kota Yogyakarta; Bantul bagian utara; serta Gunungkidul bagian barat," tutur Mamenun. Adapun kawasan selatan Kulon Progo, selatan Bantul, dan sebagian besar Gunungkidul diperkirakan baru mengalami puncak musim hujan pada Maret 2027.

BMKG Stasiun Klimatologi DIY memperkirakan hujan pertama musim 2026/2027 akan lebih dulu menyambangi wilayah utara Kulon Progo serta Sleman bagian utara dan tengah pada November 2026. beritajogja.com (Yogyakarta) – Awal musim hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi mundur hingga sekitar satu bulan dibandingkan pola klimatologis normal.

Data lain dalam laporan menunjukkan Kepala Stasiun Klimatologi DIY Mamenun mengatakan, pergeseran awal musim hujan tersebut mencapai sekitar tiga dasarian atau 30 hari jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis periode 1991-2020. Mundurnya musim hujan ini merupakan dampak dari El Nino yang juga mengakibatkan terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) berkepanjangan, termasuk di DIY," ujar Mamenun, Rabu (1/10/2026). Sebanyak 18 Pasang Pengantin Resmi Menikah Di Baznas Klaten Mantu Data pemantauan BMKG dari 103 pos hujan di seluruh DIY menunjukkan, 81 pos mengalami HTH ekstrem dengan durasi lebih dari 60 hari. Dari sisi curah hujan, Oktober masih diperkirakan berada pada kategori rendah, yakni 0-50 milimeter per bulan. Intensitas kemudian meningkat pada November dengan kisaran 51-300 milimeter per bulan dan berpotensi mencapai kategori menengah hingga tinggi pada Desember, yakni 151-500 milimeter per bulan.