Jakarta | Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) menggelar Road to FP Run pada Minggu, 11 Oktober 2026, sebagai rangkaian menuju acara utama Run for Good Journalism 2026. Kegiatan ini mempertemukan insan pers dengan komunitas pelari dan masyarakat melalui format yang interaktif, terbuka, serta mendorong partisipasi langsung. Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas lari bersama, tetapi juga terlibat dalam diskusi mengenai media, permainan, dan sosialisasi agenda utama yang akan diselenggarakan Forum Pemred.
Road to FP Run dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan olahraga. Agenda tersebut menjadi sarana silaturahmi yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana informal, sehingga komunikasi pers dan publik dapat berlangsung lebih cair. Melalui community run, peserta memperoleh ruang untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, serta mengenal lebih dekat peran media dalam kehidupan masyarakat. Diskusi yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan itu turut membuka kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pandangan mengenai tantangan dan perkembangan pers di Indonesia.
Forum Pemred memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mendengar aspirasi publik secara langsung. Pandangan masyarakat mengenai kondisi pers, kualitas pemberitaan, independensi media, dan kebutuhan informasi yang dapat dipercaya menjadi bagian penting dari percakapan. Masukan itu diharapkan tidak berhenti sebagai tanggapan dalam sebuah acara, melainkan dapat menjadi bahan refleksi bagi insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik. Dengan demikian, Road to FP Run menghubungkan semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, dan komitmen untuk memperkuat hubungan media dengan publik. Aspirasi yang dihimpun juga menjadi pengingat bahwa pers perlu terus menjaga relevansi, akurasi, serta tanggung jawabnya dalam melayani kepentingan masyarakat.
Run for Good Journalism 2026 akan diselenggarakan di Jakarta pada 18 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pers untuk Publik” sebagai penegasan bahwa pers memiliki tanggung jawab penting dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan bagi masyarakat. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjaga pers tetap independen, tidak mudah dipengaruhi kepentingan politik maupun komersial, serta terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan publik.
Pemilihan tema itu juga berkaitan erat dengan tantangan yang dihadapi pers di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat kini menerima beragam berita, pendapat, dan klaim melalui berbagai saluran, tetapi tidak semuanya memiliki dasar yang jelas atau dapat dipertanggungjawabkan. Disinformasi, misinformasi, serta opini yang disajikan seolah-olah sebagai fakta dapat membingungkan publik dan menurunkan kepercayaan terhadap media. Dalam situasi tersebut, pers profesional dituntut untuk menjalankan proses verifikasi secara disiplin, menghadirkan konteks yang memadai, dan mempertahankan standar etika jurnalistik.
Run for Good Journalism 2026 karena itu dirancang bukan semata-mata sebagai agenda olahraga. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen insan pers untuk mempertahankan integritas produk jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media. Partisipasi dalam kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kesadaran bahwa kepercayaan publik merupakan modal penting bagi keberlanjutan pers. Melalui semangat “Pers untuk Publik”, para jurnalis dan pekerja media diajak untuk terus menempatkan kebutuhan informasi masyarakat sebagai orientasi utama, sekaligus membangun hubungan yang lebih terbuka, bertanggung jawab, dan kredibel dengan publik.
Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, memandang keberlangsungan media tidak dapat dilepaskan dari kemampuan untuk bertahan menghadapi perubahan lanskap informasi. Perkembangan teknologi, pergeseran kebiasaan audiens, serta derasnya arus informasi menuntut perusahaan media dan para jurnalis untuk terus beradaptasi. Namun, adaptasi saja tidak cukup. Media juga memerlukan daya tahan agar tetap mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara konsisten dalam situasi yang berubah-ubah.
Retno menyamakan kondisi tersebut dengan olahraga lari. Seorang pelari tidak hanya membutuhkan kecepatan untuk menempuh jarak, tetapi juga stamina untuk menjaga ritme hingga mencapai garis akhir. Analogi itu menggambarkan bahwa keberlanjutan media pada masa kini membutuhkan stamina dan konsistensi yang kuat. Media perlu menjaga kualitas kerja, mempertahankan kepercayaan publik, serta terus menghasilkan pemberitaan meskipun menghadapi tekanan dan tantangan yang beragam.
Dalam konteks itulah Forum Pemred mengangkat tema “Pers untuk Publik”. Menurut Retno, tema tersebut mengingatkan kembali bahwa pers memiliki peran untuk menghasilkan produk jurnalistik yang berintegritas bagi kepentingan publik. Peran itu menjadi semakin penting di tengah maraknya disinformasi dan badai opini yang dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu persoalan.
Pers, melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab, perlu tetap menempatkan kepentingan publik sebagai pijakan. Konsistensi dalam menjalankan prinsip tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan media. Seperti pelari yang mengatur tenaga agar dapat menyelesaikan lintasan, media membutuhkan ketahanan untuk mempertahankan mutu dan integritas hingga tujuan akhirnya, yakni melayani publik melalui informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Panitia Run for Good Journalism 2026, Masirom, menyampaikan bahwa sebanyak 500 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai kalangan, yaitu pemimpin redaksi media massa nasional, komunitas pers, dan masyarakat umum. Keterlibatan lintas kelompok ini mencerminkan semangat acara untuk mempertemukan insan pers dengan publik dalam suasana yang sehat, terbuka, dan penuh kebersamaan.
Rangkaian utama kegiatan berupa lari dan jalan santai dengan jarak 5 kilometer. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan media dan masyarakat. Peserta dapat mengikuti aktivitas sesuai kemampuan masing-masing, sambil membawa pesan mengenai pentingnya jurnalisme yang hadir, bertanggung jawab, dan dekat dengan kepentingan publik.
Panitia juga menyiapkan kegiatan pendukung berupa best cheering competition dan best costume. Kedua kegiatan tersebut terbuka bagi komunitas, jurnalis, serta masyarakat umum yang ingin memberikan dukungan kreatif di sepanjang rute. Peserta dan pendukung dapat menampilkan gagasan, ekspresi, serta kreativitas melalui sorakan atau kostum yang menarik. Bagi para pemenang, panitia menyediakan hadiah dengan nilai jutaan rupiah.
Penyelenggaraan Run for Good Journalism 2026 menjadi kali kedua untuk acara sejenis. Kegiatan serupa pada tahun sebelumnya memperoleh respons positif dari kalangan pers dan masyarakat, sehingga Forum Pemred kembali menghadirkannya dengan harapan partisipasi yang lebih luas. Forum Pemred berharap semangat olahraga dapat berjalan bersama komitmen untuk memperkuat jurnalisme yang berkualitas, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik. Masirom menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Apresiasi tersebut ditujukan kepada seluruh peserta serta pihak yang turut menyukseskan pelaksanaan acara, tanpa mengurangi tujuan utamanya sebagai ruang kebersamaan dan penguatan nilai-nilai pers.







