Kunjungan Pramono di Sekolah Jaktim Diwarnai Ucapan Terima Kasih dan Ajakan Bermain Basket

oleh -114 Dilihat
oleh
Kunjungan Pramono di Sekolah Jaktim Diwarnai Ucapan Terima Kasih dan Ajakan Bermain Basket

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jakarta Timur pada Senin, 12 Oktober 2026. Kedatangan tersebut berlangsung setelah proses revitalisasi di kedua sekolah itu rampung. Kunjungan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, ketika kegiatan di lingkungan sekolah sedang berlangsung.

Saat Pramono tiba, para siswa tengah berolahraga di area sekolah. Kondisi itu membuat suasana sekolah segera menjadi ramai. Aktivitas olahraga yang sebelumnya berjalan seperti biasa berubah menjadi momen yang menarik perhatian para siswa dan warga sekolah setelah mengetahui kedatangan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta menjadi lokasi kunjungan Pramono setelah masing-masing menyelesaikan proses revitalisasi. Kehadiran gubernur di kedua sekolah di wilayah Jakarta Timur itu berlangsung di tengah suasana pagi yang diwarnai kegiatan olahraga para siswa. Para siswa dan lingkungan sekolah pun menyambut kedatangan tersebut dengan suasana yang semarak.

Kunjungan pada pagi hari itu menempatkan kondisi sekolah yang telah selesai direvitalisasi sebagai bagian penting dari peristiwa. Pramono datang ketika para siswa berada di lingkungan sekolah dan sedang berolahraga, sehingga kedatangannya langsung terlihat serta menambah keramaian di area SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta.

Kedatangan Pramono di salah satu sekolah di Jakarta Timur disambut antusias oleh para siswa, baik dari jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama. Begitu gubernur tiba di lingkungan sekolah, para siswa segera mendekat dan mengerumuninya. Mereka tampak bersemangat untuk bertemu secara langsung, bahkan saling berebut kesempatan untuk bersalaman dan menyapa Pramono.

Di tengah sambutan tersebut, sejumlah siswa menyampaikan ucapan terima kasih atas selesainya proses revitalisasi sekolah mereka. Perubahan fasilitas dan lingkungan belajar itu membuat mereka merasa lebih nyaman sekaligus bangga. Dengan penuh semangat, para siswa menyampaikan bahwa sekolah mereka kini menjadi bagus. Pernyataan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan di sekolah mereka.

Pramono merespons sambutan itu dengan tersenyum dan menyapa para siswa yang berada di sekelilingnya. Ia terlihat menikmati suasana hangat tersebut dan memberikan perhatian kepada anak-anak yang ingin berbicara maupun berjabat tangan. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar para siswa rajin belajar, semakin bersemangat menuntut ilmu, serta terus berusaha untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Suasana kunjungan kemudian semakin meriah ketika seorang siswa mengajak Pramono bermain basket. Ajakan tersebut disampaikan secara spontan di tengah antusiasme para siswa. Tanpa ragu, Pramono langsung menerima ajakan itu. Respons tersebut disambut gembira oleh siswa dan menambah keakraban dalam kunjungan tersebut. Interaksi melalui olahraga itu juga menciptakan momen yang menyenangkan, sekaligus menunjukkan kedekatan Pramono dengan para siswa di lingkungan sekolah.

Penataan kawasan pendidikan di Pekayon, Jakarta Timur, berangkat dari keberadaan beberapa bangunan sekolah yang memiliki sejarah berbeda. Bangunan SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 didirikan pada 1972, sedangkan gedung SMPN 91 Jakarta telah berdiri lebih dahulu sejak 1962. Perbedaan usia bangunan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam pelaksanaan rehabilitasi dan pengembangan fasilitas pendidikan di kawasan tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 269 Tahun 2025, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 diregrouping menjadi satu kesatuan di SDN Pekayon 05. Kebijakan ini menata kembali pengelolaan dua sekolah dasar tersebut dalam satu unit, sekaligus mendukung pemanfaatan fasilitas secara lebih terarah. Penggabungan itu tidak menghapus kebutuhan peningkatan sarana, terutama karena jumlah peserta didik dan kegiatan pembelajaran memerlukan ruang yang memadai.

Revitalisasi kemudian menempatkan SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta dalam satu kawasan pendidikan yang terintegrasi. Penataan ini memungkinkan fasilitas sekolah dikembangkan secara lebih sistematis, dengan memperhatikan kebutuhan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Integrasi kawasan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan belajar serta daya tampung sekolah secara bertahap.

Sebelum rehabilitasi, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 secara keseluruhan memiliki 24 rombongan belajar dengan 14 ruang kelas. Setelah rehabilitasi, tersedia 30 ruang kelas. Penambahan tersebut ditujukan untuk memperluas kapasitas pembelajaran secara bertahap. Sementara itu, SMPN 91 Jakarta sebelumnya memiliki 16 rombongan belajar dengan 8 ruang kelas. Setelah rehabilitasi, jumlah ruang kelas meningkat menjadi 21 ruang. Perubahan kapasitas di kedua jenjang ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya menyasar kondisi fisik gedung, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daya tampung pendidikan di wilayah Pekayon.

Sekolah di wilayah Jakarta Timur tersebut dibangun dengan gedung enam lantai. Ruang kelas menjadi fasilitas utama yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Penataan gedung menyediakan ruang bagi aktivitas pendidikan sekaligus dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung yang berada di dalam kawasan sekolah.

Fasilitas pembelajaran dan penunjang yang tersedia meliputi laboratorium serta perpustakaan. Sekolah juga memiliki mushala, kantin, toilet umum, dan toilet khusus penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat unit kesehatan sekolah (UKS) untuk mendukung kebutuhan kesehatan warga sekolah, ruang bimbingan dan konseling (BK), serta aula yang dapat digunakan untuk kegiatan bersama.

Gedung sekolah tersebut dilengkapi panel surya sebagai bagian dari fasilitas bangunan. Sistem proteksi kebakaran juga tersedia untuk menunjang perlindungan di lingkungan gedung. Kehadiran kedua perangkat itu menjadi bagian dari kelengkapan fasilitas yang dibangun bersama gedung enam lantai dan ruang-ruang untuk kegiatan sekolah.

Untuk kegiatan olahraga, sekolah menyediakan lapangan futsal dan lapangan basket. Kedua fasilitas tersebut dapat digunakan untuk aktivitas olahraga siswa serta kegiatan bersama lainnya. Lapangan basket kemudian menjadi lokasi Pramono bermain bersama para siswa setelah menerima ajakan mereka. Kegiatan itu berlangsung setelah kunjungannya ke sekolah, ketika para siswa menyampaikan ajakan untuk bermain basket.

Dengan demikian, fasilitas sekolah mencakup ruang kelas sebagai sarana utama pembelajaran, ruang dan fasilitas pendukung pendidikan, serta area olahraga. Laboratorium, perpustakaan, mushala, kantin, toilet umum, toilet disabilitas, UKS, ruang BK, aula, panel surya, dan sistem proteksi kebakaran berada dalam lingkungan sekolah yang dibangun enam lantai tersebut. Lapangan futsal dan lapangan basket melengkapi fasilitas untuk aktivitas olahraga dan kebersamaan siswa.

Baca juga: Pramono Tegaskan Komitmen Jakarta Inklusif melalui Pendidikan dan Kesempatan bagi Penyandang Disabilitas | Perekaman KTP-el di Sekolah Menjangkau 1.719 Siswa di Kota Cilegon | Kemensos Pastikan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Menjadi Perhatian