Pemeriksaan DNA Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport Masih Berlangsung

oleh -120 Dilihat
oleh
Pemeriksaan DNA Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport Masih Berlangsung

Banjarmasin | Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri masih melakukan pemeriksaan sampel DNA terhadap lima jenazah korban kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum berhasil diidentifikasi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi korban setelah upaya pengenalan secara visual belum memberikan hasil yang meyakinkan. Informasi itu disampaikan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Senin.

Lima jenazah tersebut berada dalam kondisi yang sulit dikenali, sehingga ciri fisik tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan identitas. Dalam situasi seperti ini, pemeriksaan DNA menjadi langkah penting sekaligus tahap terakhir untuk mencocokkan profil genetik jenazah dengan sampel dari keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati agar hasil identifikasi memiliki tingkat ketepatan dan kepastian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tim forensik perlu mengambil dan mengolah sampel dari jenazah, kemudian membandingkannya dengan materi genetik keluarga. Tahapan ini dapat memerlukan waktu, terutama apabila kondisi jaringan tubuh telah mengalami kerusakan atau perubahan akibat proses evakuasi dan penyimpanan. Karena itu, status kelima korban masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Pusdokkes Polri. Pihak terkait diharapkan menyampaikan perkembangan setelah analisis selesai, termasuk apabila terdapat kecocokan dengan data keluarga korban.

Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari penanganan pascakecelakaan kapal yang tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pemulihan hak keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka. Selama hasil belum diterbitkan, identitas lima jenazah tersebut belum dapat dinyatakan secara resmi. Keterangan dari Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Senin menegaskan bahwa proses ilmiah masih berlangsung dan seluruh keputusan identifikasi akan didasarkan pada hasil pemeriksaan forensik, bukan perkiraan semata.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Selatan, Kombes Much Sofwan, menyampaikan bahwa seluruh data pembanding ante mortem dari keluarga korban telah dihimpun. Data tersebut mencakup informasi dan bahan pemeriksaan yang diperlukan untuk mendukung proses identifikasi lima jenazah korban KM Virgo Transport. Keluarga juga telah memberikan sampel DNA sebagai salah satu pembanding utama dalam pemeriksaan.

Pengumpulan data ante mortem dilakukan dengan memperoleh keterangan serta sampel biologis dari keluarga yang berkaitan dengan korban. Bahan tersebut kemudian digunakan untuk dibandingkan dengan data post mortem, yaitu informasi dan sampel yang diperoleh dari jenazah. Perbandingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesesuaian identitas setiap jenazah berdasarkan metode pemeriksaan kedokteran kepolisian.

Menurut Much Sofwan, ketersediaan seluruh bahan pemeriksaan dari keluarga tidak berarti hasil identifikasi telah selesai. Sampel DNA dan data pembanding yang telah dihimpun masih harus melalui proses analisis oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri atau Pusdokkes Polri. Hingga keterangan tersebut disampaikan, hasil analisis dari Pusdokkes Polri belum keluar.

Dengan demikian, proses identifikasi terhadap lima jenazah masih berlangsung pada tahap pemeriksaan dan pencocokan data. Tim pemeriksa menggunakan data ante mortem dari keluarga bersama hasil pemeriksaan post mortem untuk menilai kesesuaian identitas. Hasil pencocokan tersebut menjadi dasar dalam penetapan identitas korban secara resmi. Selama analisis Pusdokkes Polri belum menghasilkan laporan, identitas jenazah tetap menunggu hasil pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

Much Sofwan mengimbau keluarga korban KM Virgo Transport untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan DNA terhadap lima jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kecocokan sampel jenazah dan data pembanding dari keluarga. Proses ini memerlukan ketelitian agar setiap informasi yang disampaikan kepada pihak keluarga maupun masyarakat memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia memahami bahwa keluarga tentu menantikan kepastian mengenai identitas anggota keluarga mereka. Namun, pemeriksaan DNA tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh tim terkait. Sampel harus diperiksa dan dibandingkan melalui prosedur yang berlaku sebelum hasilnya dapat disampaikan secara resmi. Karena itu, keluarga diminta memberikan waktu kepada petugas untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan.

Imbauan tersebut disampaikan agar keluarga tidak berpegang pada informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan mengenai proses identifikasi akan disampaikan melalui pihak berwenang setelah hasil pemeriksaan tersedia. Dengan demikian, informasi yang diterima keluarga diharapkan berasal dari sumber resmi dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah situasi yang masih berlangsung.

Much Sofwan berharap identitas kelima jenazah dapat segera diketahui melalui proses pemeriksaan yang sedang berjalan. Kepastian identitas akan membantu penyampaian informasi secara lebih jelas kepada keluarga korban dan menjadi dasar bagi tahapan penanganan berikutnya. Sampai hasil resmi dikeluarkan, seluruh pihak diminta menghormati proses pemeriksaan serta memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kabar.

Lima jenazah yang pemeriksaan DNA-nya masih berlangsung disebut sebagai korban terakhir yang sedang menjalani proses identifikasi dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan identitas setiap korban secara akurat, terutama apabila kondisi jenazah menyulitkan pengenalan secara langsung. Tim terkait masih mengumpulkan, mencocokkan, dan memverifikasi data ante-mortem dari keluarga dengan hasil pemeriksaan post-mortem terhadap jenazah.

Hingga satu minggu terakhir, belum ada temuan korban baru dalam pencarian KM Virgo Transport. Karena itu, lima jenazah tersebut menjadi bagian terakhir yang masih ditangani untuk kepentingan identifikasi. Pemeriksaan DNA diperlukan agar hasil penetapan identitas memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat disampaikan kepada keluarga secara tepat. Selain membantu proses pemulangan jenazah, kepastian identitas juga penting untuk melengkapi pendataan korban dalam penanganan bencana.

Meski pencarian belum menemukan korban tambahan selama sepekan, proses penanganan masih menyisakan pekerjaan besar. Dari total 243 penumpang dan awak kapal, sebanyak 53 korban kapal Virgo hingga kini belum ditemukan. Jumlah tersebut menjadi perhatian bagi seluruh unsur yang terlibat, termasuk tim pencarian, petugas di lapangan, serta tim Disaster Victim Identification atau DVI yang bertugas menangani identifikasi korban.

Tim DVI menyatakan tetap siap melanjutkan proses identifikasi apabila pada perkembangan berikutnya ditemukan korban lain. Kesiapan itu mencakup penerimaan jenazah, pengambilan dan pemeriksaan sampel, pencocokan data, hingga penyerahan hasil identifikasi kepada pihak berwenang dan keluarga. Dengan demikian, setiap temuan baru akan tetap ditangani melalui prosedur yang berlaku, meskipun pemeriksaan terhadap lima jenazah yang ada saat ini belum selesai.

Baca juga: Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap, Delapan Siswa Jadi Korban Selama Lima Tahun | KPK Telusuri Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang Nonaktif melalui Penggeledahan dan Pemeriksaan Saksi