Igor Tolic Bela Kakang Rudianto Usai Persib Ditahan Dewa United

oleh -102 Dilihat
oleh
Igor Tolic Bela Kakang Rudianto Usai Persib Ditahan Dewa United

Bandung | Bek Persib Bandung, Kakang Rudianto, mendapat pembelaan dari pelatih Igor Tolic setelah laga menghadapi Dewa United Banten FC berakhir imbang 2-2. Hasil tersebut membuat Persib gagal mengamankan kemenangan, meskipun sempat menunjukkan upaya untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Dalam pertandingan itu, Kakang dipercaya mengisi lini belakang dan tampil penuh selama 90 menit.

Penampilan Kakang kemudian menjadi bahan sorotan di kalangan sebagian bobotoh. Sejumlah suporter menilai pemain muda tersebut belum mampu memberikan kontribusi maksimal ketika Persib menghadapi tekanan dari serangan Dewa United. Kritik itu muncul seiring kegagalan Maung Bandung mempertahankan keunggulan dan mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya.

Igor Tolic memahami kekecewaan suporter terhadap hasil pertandingan dan performa tim. Namun, ia meminta agar kritik tidak diarahkan secara berlebihan kepada pemain secara personal. Menurutnya, evaluasi terhadap penampilan Kakang perlu dilakukan dalam konteks permainan tim secara keseluruhan, bukan dengan menjadikan satu pemain sebagai penyebab utama hasil imbang.

Pelatih tersebut menilai Kakang telah menjalankan tugasnya dengan tetap berada di lapangan hingga pertandingan selesai. Keputusan untuk memainkan sang bek selama 90 menit menunjukkan bahwa staf kepelatihan masih memberikan kepercayaan kepadanya. Tolic juga berupaya menjaga mental pemain agar tetap stabil, terutama karena tekanan dari suporter dapat memengaruhi perkembangan pemain yang masih berada dalam proses meningkatkan pengalaman dan konsistensinya.

Pembelaan itu menjadi pesan bahwa hasil imbang Persib bukan semata-mata persoalan individu. Lini belakang, lini tengah, dan barisan depan memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keunggulan maupun merespons perubahan situasi pertandingan. Karena itu, penilaian terhadap Kakang diharapkan tetap objektif, sementara tim segera memperbaiki kekurangan agar hasil serupa tidak kembali terjadi pada laga berikutnya.

Persib Bandung harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United Banten FC pada pekan keempat Super League 2026-2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 11 Oktober 2026. Hasil ini membuat laga berjalan kompetitif hingga menit-menit akhir, karena kedua kesebelasan sama-sama menunjukkan upaya untuk menguasai permainan dan meraih kemenangan.

Dewa United tampil efektif sejak awal pertandingan dan mampu memberikan tekanan yang menyulitkan tuan rumah. Klub berjuluk Tangsel Warrior itu lebih dulu membuka keunggulan melalui Egy Maulana Vikri. Gol tersebut membuat Persib harus meningkatkan intensitas serangan sekaligus memperbaiki koordinasi di lini tengah dan pertahanan. Namun, tekanan Dewa United belum berhenti. Noah Sadaoui kemudian mencetak gol tambahan sehingga tim tamu sempat unggul 2-0 atas Persib.

Dalam kondisi tertinggal, Persib berusaha merespons dengan membangun serangan yang lebih terorganisasi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui Balsa Sekulic, yang memperkecil selisih gol dan menghidupkan kembali peluang Maung Bandung untuk mendapatkan poin penuh. Persib kemudian terus menekan dan mencari ruang di area pertahanan Dewa United. Perjuangan tuan rumah berbuah gol penyama kedudukan yang dicetak Marc Klok.

Skor 2-2 bertahan sampai pertandingan berakhir. Persib memang berhasil bangkit setelah tertinggal dua gol, tetapi mereka belum mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan. Bagi Dewa United, hasil ini menunjukkan kemampuan tim dalam memanfaatkan peluang dan mempertahankan perlawanan di kandang lawan. Sementara itu, Persib perlu mengevaluasi sejumlah aspek permainan, terutama ketika menghadapi tekanan serta membangun serangan sejak awal laga. Pertandingan tersebut juga menjadi konteks pernyataan Igor Tolic yang membela Rudianto seusai Persib ditahan Dewa United.

Igor Tolic menyatakan bahwa kritik terhadap Kakang Rudianto setelah Persib ditahan Dewa United seharusnya tidak diarahkan secara personal kepada sang pemain. Menurutnya, Kakang hanya menjalankan tugas ketika dipercaya tampil dalam pertandingan. Keputusan untuk memasukkan seorang pemain ke dalam susunan utama, termasuk menentukan posisi dan perannya di lapangan, sepenuhnya berada di tangan tim pelatih. Karena itu, penilaian terhadap keputusan tersebut perlu mempertimbangkan pihak yang memiliki kewenangan dalam prosesnya.

Tolic menegaskan bahwa dirinya siap berada di depan untuk melindungi anak asuhnya. Sikap tersebut bukan berarti ia menutup ruang bagi kritik atau menganggap seluruh evaluasi terhadap permainan Persib tidak diperlukan. Kritik tetap dapat menjadi bahan perbaikan, terutama jika disampaikan berdasarkan jalannya pertandingan dan ditujukan pada aspek teknis yang memang perlu dibenahi. Namun, ia meminta agar kritik tidak berubah menjadi serangan pribadi kepada pemain yang hanya menjalankan instruksi.

Bagi Tolic, pelatih memiliki tanggung jawab penuh atas setiap pilihan yang dibuat sebelum dan selama pertandingan. Apabila keputusan memainkan Kakang Rudianto dinilai tidak tepat, maka kritik tersebut semestinya diarahkan kepada pelatih yang mengambil keputusan, bukan dibebankan kepada pemain. Pernyataan itu menunjukkan komitmen Tolic untuk menjaga para pemainnya dari tekanan yang tidak proporsional, sekaligus menegaskan sikap profesional dalam menghadapi evaluasi. Ia ingin publik memahami bahwa tanggung jawab atas komposisi tim tidak dapat dipisahkan dari kewenangan pelatih.

Igor Tolic menyampaikan bahwa kritik merupakan hal yang selalu muncul dalam sepak bola. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Persib ditahan Dewa United, sebagaimana keterangan yang dimuat di laman resmi PT Liga Indonesia Baru pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menanggapi persoalan yang berkaitan dengan pemilihan pemain dalam pertandingan tersebut.

Tolic meminta pihak-pihak yang mempersoalkan keputusan mengenai pemain yang tampil untuk menyampaikan kritik langsung kepadanya. Menurut dia, pelatih merupakan pihak yang menentukan pemain yang turun ke lapangan. Karena itu, pertanyaan maupun kritik mengenai pilihan pemain dinilai berkaitan dengan tanggung jawab pelatih dalam menetapkan susunan tim.

Ia menegaskan bahwa kritik dalam sepak bola akan selalu ada, termasuk ketika keputusan pelatih mengenai pemain yang diturunkan mendapat perhatian. Oleh sebab itu, Tolic meminta agar pihak yang tidak sependapat dengan pemilihan pemain mengarahkan kritik tersebut kepadanya. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk menentukan pemain yang bermain berada di tangan pelatih, sehingga persoalan itu dapat disampaikan kepada pihak yang membuat keputusan tersebut.

Baca juga: Egy Maulana Vikri Akhiri Paceklik Gol dalam Duel Dewa United dan Persib | PSSI Soroti Keamanan Persib U-18 Usai Bus Diserang di Batang