IKK September Turun ke 118,1, Konsumen RI Masih Optimistis

oleh -79 Dilihat
oleh

PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Secara spasial, IKK mengalami peningkatan tertinggi di Pontianak, Medan, dan Padang, sementara penurunan IKK terbesar terjadi di wilayah Semarang, Mataram, dan Ambon. Jakarta, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 yang berada pada level optimis sebesar 118,1, meskipun lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 120,9.

Data lain dalam laporan menunjukkan Dalam laporan IKK September, dirilis Kamis (8/10/2026), optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 107,5 dan 128,7. Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada September 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden kelompok >Rp5 juta sebesar 123,5," ungkap BI dalam laporan IKK tersebut. Berdasarkan usia, IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun sebesar 127,9. Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat tecermin dari IKE September 2026 sebesar 107,5 berada pada level optimis (indeks >100), meskipun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 109,4.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Selanjutnya, berdasarkan tingkat pendidikan, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini berada pada level optimis untuk responden yang berpendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana.

Secara spasial, IKE mengalami penurunan terbesar di wilayah Mataram, Bandung, dan Ambon, sementara peningkatan IKE tertinggi terjadi di Pontianak, Medan, dan Makassar," ujar BI. Secara spasial, IEK mengalami peningkatan tertinggi di Padang, Pontianak, dan Banten, sementara penurunan IEK terbesar terjadi di wilayah Semarang, Jakarta, dan Makassar." katanya. Tetap kuatnya IKE bersumber dari optimisme seluruh komponen pembentuknya yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang masing-masing tercatat sebesar 114,6, 101,1, dan 106,7. Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada mayoritas kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp1-2 juta yang berada pada level pesimis. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran >Rp5 juta, yaitu sebesar 121,4. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, yaitu sebesar 128,2. Sementara responden berpendidikan SMA berada pada level pesimis dan mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 96,9. Berdasarkan kelompok usia, indeks ketersediaan lapangan kerja berada di level optimis pada kelompok usia 20-30 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya berada pada level pesimis. Dari sisi pengeluaran, IPDG berada pada level optimis untuk kelompok pengeluaran di atas Rp3,1 juta, sementara kelompok lainnya berada pada level pesimis. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, diikuti kelompok usia 31-40 tahun, masing-masing sebesar 116,1 dan 109,2. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK September 2026 sebesar 128,7, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 127,6. Kenaikan IEK bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) yang masing-masing tercatat sebesar 136,9 dan 127,7, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 134,9 dan 125,7. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tercatat di level optimis sebesar 121,5, meskipun sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 122,1. Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan indeks terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp3,1-4 juta yang mengalami penurunan menjadi sebesar 131,4. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, diikuti kelompok usia 31-40 tahun, masing-masing sebesar 144,9 dan 139,6 Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang berada pada level optimis di seluruh tingkat pendidikan. Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali akademi/diploma yang mengalami penurunan indeks menjadi 127,5," ungkap BI. Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks terjadi pada sebagian besar kelompok usia dengan indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 136,8 Ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya mengalami penurunan indeks.

📚 Artikel Terkait: