Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Operator Diamankan

oleh -89 Dilihat
oleh
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Operator Diamankan

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat mengungkap dugaan penggunaan sebuah rumah di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, sebagai markas judi online. Pengungkapan tersebut menjadi perhatian karena lokasi yang berada di kawasan permukiman itu diduga dimanfaatkan untuk menjalankan aktivitas perjudian berbasis internet.

Dalam penindakan yang dilakukan pada Minggu, 4 Oktober 2026, aparat mengamankan 11 orang. Mereka diduga berperan sebagai operator dalam kegiatan judi online yang dijalankan dari rumah tersebut. Jumlah orang yang diamankan menjadi bagian penting dari pengungkapan dugaan markas perjudian di wilayah Cijantung.

Lokasi rumah di kompleks KPAD Cijantung dan dugaan fungsinya sebagai tempat operasional menjadi fokus utama pengungkapan ini. Rumah tersebut diduga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan digunakan untuk mendukung aktivitas judi online. Informasi mengenai penindakan itu disampaikan bersamaan dengan pengamanan para terduga operator pada waktu yang sama.

Dengan demikian, peristiwa pada Minggu, 4 Oktober 2026, mencakup pengungkapan sebuah rumah yang diduga menjadi markas judi online serta penangkapan 11 orang yang diduga menjalankan peran sebagai operator. Pengungkapan oleh TNI Angkatan Darat itu berlangsung di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, dan menempatkan lokasi, dugaan penggunaan rumah, serta jumlah orang yang diamankan sebagai inti informasi dalam perkara tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Dony Pramono menjelaskan bahwa sebelas orang yang diamankan dari rumah di KPAD Cijantung bukan merupakan prajurit TNI. Menurut keterangan tersebut, seluruh orang yang dibawa dalam penanganan awal itu berstatus sebagai warga sipil. Penjelasan ini menegaskan bahwa tidak ada anggota TNI dalam kelompok sebelas orang yang diamankan dari lokasi tersebut.

Komposisi mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Rincian tersebut disampaikan untuk menjelaskan identitas umum orang-orang yang berada di lokasi ketika dilakukan pengamanan. Dengan demikian, jumlah keseluruhan yang diamankan adalah sebelas orang, dengan perbandingan enam laki-laki dan lima perempuan, dan seluruhnya bukan personel militer.

Setelah diamankan, sebelas warga sipil tersebut dibawa ke Denpom. Mereka menjalani pemeriksaan serta pendalaman terkait aktivitas yang dilakukan di lokasi. Proses ini diperlukan untuk memperoleh keterangan mengenai kegiatan yang berlangsung di rumah tersebut dan peran masing-masing orang yang berada di sana.

Pemeriksaan di Denpom juga menjadi tahapan untuk mengklarifikasi informasi berdasarkan keterangan para pihak yang diamankan. Pendalaman dilakukan terhadap aktivitas yang mereka jalankan selama berada di lokasi, tanpa mengubah status mereka sebagai warga sipil sebagaimana telah dijelaskan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD. Keterangan mengenai hasil pemeriksaan maupun perkembangan penanganan selanjutnya bergantung pada proses pendalaman yang dilakukan oleh pihak terkait.

Sejumlah barang turut diamankan dari rumah di KPAD Cijantung yang diduga digunakan sebagai markas judi online. Barang-barang tersebut terdiri atas 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan 9 kartu tanda penduduk. Ketiga jenis barang itu disebut menjadi bagian dari barang yang diamankan dari lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan Dony Pramono, seluruh barang yang diamankan itu berasal dari rumah yang sama. Keterangan tersebut mencakup 32 unit komputer, 14 telepon seluler, serta 9 kartu tanda penduduk. Dengan demikian, barang-barang itu dicatat sebagai temuan dari satu lokasi, yakni rumah yang berada di kawasan KPAD Cijantung.

Rincian tersebut menunjukkan jumlah masing-masing barang yang diamankan dari lokasi. Komputer tercatat sebanyak 32 unit, sedangkan telepon seluler berjumlah 14 unit. Selain itu, terdapat 9 kartu tanda penduduk yang juga disebut turut diamankan dari rumah tersebut. Tidak ada jenis barang lain yang dicantumkan dalam keterangan mengenai temuan di lokasi.

Keterangan tentang asal barang disampaikan oleh Dony Pramono, yang menyebut seluruhnya berasal dari lokasi yang sama. Karena itu, pencatatan barang mencakup satu rumah dengan tiga jenis barang, yaitu komputer, telepon seluler, dan kartu tanda penduduk. Jumlah yang disebutkan masing-masing adalah 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan 9 kartu tanda penduduk.

Rumah di kawasan KPAD Cijantung tersebut kini telah dipasangi garis polisi setelah diduga digunakan sebagai tempat aktivitas judi online. Pemasangan garis polisi menjadi penanda bahwa lokasi itu berada dalam pengamanan aparat. Dengan adanya pembatas tersebut, area rumah tidak lagi dapat dimasuki secara bebas dan kondisi di dalamnya tetap menjadi bagian dari penanganan setelah pengungkapan dugaan aktivitas tersebut.

Selain pemasangan garis polisi, aliran listrik ke rumah itu juga telah dipadamkan. Kondisi tersebut membuat rumah tidak lagi memiliki pasokan listrik sebagaimana sebelumnya. Pemadaman dilakukan bersamaan dengan tindakan pengamanan terhadap lokasi, sehingga aktivitas di dalam rumah tidak berlanjut setelah tempat tersebut terungkap sebagai lokasi yang diduga berkaitan dengan operasional judi online.

Garis polisi dan pemadaman listrik menjadi kondisi terakhir yang terlihat pada rumah tersebut. Kedua tindakan itu menunjukkan bahwa lokasi telah ditutup dan diamankan setelah pengungkapan terhadap dugaan penggunaan rumah sebagai markas judi online. Rumah di KPAD Cijantung kini berada dalam keadaan tidak digunakan, dengan akses yang dibatasi serta aliran listrik yang telah diputus. Penanganan terhadap tempat kejadian ditandai oleh pengamanan fisik tersebut tanpa mengubah kondisi lain di sekitar lokasi.

Dengan dipasangnya garis polisi dan dimatikannya aliran listrik, rumah itu untuk sementara tidak dapat dipakai seperti biasa. Kondisi lokasi tetap menjadi bagian dari tindakan yang dilakukan setelah pengungkapan, sementara seluruh pembatasan di tempat tersebut dipertahankan sesuai pengamanan yang telah diterapkan.