Dari Benang ke Pasar Global, Kiprah Ekkyta Mengembangkan Produk Handmade bersama BRI

oleh -50 Dilihat
oleh
Dari Benang ke Pasar Global, Kiprah Ekkyta Mengembangkan Produk Handmade bersama BRI

KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Perjalanan Ekkyta berawal dari kegiatan sederhana yang dilakukan untuk mengisi waktu luang, yaitu merajut. Di tangan Indah Prihatiningsih, benang tidak hanya menjadi bahan kerajinan, tetapi juga berkembang menjadi sumber gagasan dan peluang usaha. Sejak 2011, kegemaran tersebut perlahan tumbuh menjadi usaha kreatif yang berbasis di Kota Semarang. Dengan ketekunan dan konsistensi, Ekkyta menghadirkan berbagai produk handmade yang memadukan fungsi, keindahan, serta karakter personal.

Indah menuturkan bahwa Ekkyta bermula dari kegemarannya merajut. Perkembangan usaha itu kemudian didorong oleh semangat untuk terus belajar, mengeksplorasi teknik, dan mencoba beragam material. Proses tersebut membuatnya mampu menciptakan produk yang memiliki ciri khas sekaligus nilai jual. Setiap karya dikerjakan dengan perhatian terhadap detail, mulai dari pemilihan warna dan bahan hingga penyelesaian bentuk, sehingga menghasilkan kerajinan yang tidak sekadar dekoratif, tetapi juga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu produk yang menjadi bagian dari pengembangan Ekkyta adalah basket rajut karakter. Produk ini memanfaatkan teknik rajut untuk membentuk wadah dengan tampilan yang menarik dan mudah dikenali. Selain itu, Ekkyta memproduksi tas makrame yang menonjolkan keindahan simpul serta susunan tali. Ragam produk tersebut menunjukkan kemampuan usaha dalam mengolah benang dan tali menjadi barang yang memiliki fungsi sekaligus daya tarik visual.

Minat masyarakat terhadap produk handmade Ekkyta muncul karena setiap karya menawarkan keunikan yang sulit ditemukan pada produk massal. Karakter, warna, dan detail pengerjaan dapat memberikan kesan lebih personal bagi pemiliknya. Di samping nilai estetika, produk-produk tersebut dirancang agar tahan digunakan melalui pemilihan material dan pengerjaan yang cermat. Perpaduan keindahan, ketahanan, dan fungsi menjadi kekuatan yang membuat karya Ekkyta semakin dikenal. Dari hobi merajut, Indah membangun usaha yang terus berkembang melalui kreativitas, pembelajaran, dan keberanian berinovasi.

Ekkyta tidak membatasi pengembangan usahanya pada satu teknik kerajinan atau bentuk produk tertentu. Fleksibilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kreativitas sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah. Setiap gagasan baru dikembangkan dengan mempertimbangkan fungsi, tampilan, dan karakter produk, sehingga barang handmade yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat digunakan dalam keseharian. Pendekatan ini membuat Ekkyta memiliki ruang untuk mengeksplorasi beragam kemungkinan tanpa kehilangan identitas sebagai usaha berbasis kerajinan tangan.

Salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah kain perca. Bahan yang sebelumnya berpotensi terbuang diolah menjadi barang yang tetap fungsional dan memiliki ciri khas. Perbedaan warna, motif, serta susunan potongan kain justru dapat menciptakan tampilan yang unik pada setiap produk. Selain memperkaya pilihan, langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan produk handmade dapat berjalan seiring dengan upaya menggunakan material secara lebih bijak. Nilai guna dan karakter personal menjadi kekuatan yang membedakan hasil karya Ekkyta dari produk yang dibuat secara massal.

Perkembangan Ekkyta juga terlihat dari jangkauan pemasarannya. Produk yang pada awalnya dikenal di lingkungan lokal kini telah menjangkau pelanggan antarkota dan antarpulau. Perluasan tersebut menunjukkan bahwa karya handmade memiliki peluang untuk diterima oleh konsumen di berbagai wilayah, selama kualitas dan keunikannya terus dijaga. Selain pasar domestik, produk Ekkyta juga telah mencapai pasar ekspor melalui pihak ketiga. Jalur ini membuka kesempatan bagi karya lokal untuk dikenal lebih luas tanpa mengubah proses pengembangan yang menjadi ciri utama usaha. Dengan terus mengeksplorasi bahan, teknik, dan bentuk produk, Ekkyta memperkuat fondasi pertumbuhan sekaligus memperluas akses pasar secara bertahap.

Mempertahankan pembeda menjadi tantangan tersendiri bagi Ekkyta ketika semakin banyak pelaku usaha menawarkan produk dengan teknik rajut yang serupa. Kemiripan proses tidak hanya menuntut kualitas pengerjaan yang konsisten, tetapi juga mendorong Ekkyta untuk terus mengembangkan desain, memilih kombinasi warna yang relevan, serta menghadirkan fungsi baru pada setiap produk. Inovasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi usaha agar karya handmade tetap memiliki karakter dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan menjaga orisinalitas sekaligus memperhatikan kebutuhan pasar, Ekkyta berupaya membangun nilai yang tidak berhenti pada keindahan produk, melainkan juga mencakup kerapian, kegunaan, dan cerita di balik pembuatannya.

Konsistensi berinovasi kemudian membuka kesempatan bagi Ekkyta untuk memperkenalkan karyanya di berbagai ajang. Ekkyta tercatat mengikuti UMKM Expo(rt) Brilianpreneur 2023, BRI UMKM Expo(rt) 2025, Inacraft, serta sejumlah pameran yang diselenggarakan oleh dinas di Kota Semarang. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberikan ruang untuk bertemu calon pelanggan, memperoleh masukan langsung, dan mengamati perkembangan tren produk kriya. Pameran juga memperluas jejaring dengan sesama pelaku usaha serta membuka peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan bisnis. Pengalaman tampil di berbagai forum menjadi sarana bagi Ekkyta untuk menguji daya tarik produknya di hadapan pasar yang lebih beragam.

Penguatan kemampuan usaha turut diperoleh melalui LinkUMKM by BRI yang dikenal Ekkyta melalui Rumah BUMN Semarang. Berbagai program pelatihan yang tersedia membantu pelaku UMKM memahami pengelolaan usaha, pemasaran, pengemasan, dan pengembangan merek secara lebih terarah. Pengetahuan tersebut diterapkan Ekkyta dalam kegiatan operasional sehari-hari hingga berhasil meraih juara 2 BRI Inkubator Rumah BUMN Semarang pada 2023. Dalam mendukung transaksi, Ekkyta menggunakan Tabungan BRI, BRImo, dan QRIS BRI untuk menerima maupun melakukan pembayaran dengan lebih praktis. Pemanfaatan layanan tersebut membantu mencatat arus transaksi serta memberikan kemudahan dalam melayani pelanggan di pameran maupun kanal penjualan lainnya.

Keterampilan merajut yang terus diasah Ekkyta tidak berhenti pada pengembangan produk handmade miliknya. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama membangun usaha kemudian dibagikan kepada warga binaan Lapas Perempuan Semarang. Melalui pelatihan yang diberikan Ekkyta, para warga binaan mempelajari teknik merajut sekaligus memahami tahapan dasar dalam menghasilkan produk yang rapi dan bernilai jual. Setelah memperoleh pembekalan, mereka dilibatkan dalam proses produksi, sehingga keterampilan tersebut dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan yang produktif.

Pelibatan warga binaan dalam proses produksi menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas dapat menciptakan manfaat yang lebih luas. Keahlian yang dimiliki pelaku UMKM berpotensi menjadi pengetahuan bersama ketika dibagikan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima pelatihan. Bagi Ekkyta, kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan usahanya untuk terus belajar, meningkatkan kualitas, serta membuka ruang bagi orang lain agar turut memperoleh kesempatan untuk berkembang melalui keterampilan yang bernilai ekonomi.

Senior Executive Vice President Micro Business Empowerment BRI, M. Candra Utama, menyampaikan bahwa perjalanan Ekkyta memperlihatkan pentingnya pengembangan kapasitas, pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan kemampuan melihat peluang. Menurutnya, keterampilan usaha tidak hanya bermanfaat bagi pemilik usaha, tetapi juga dapat dibagikan agar membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang. Sejalan dengan itu, LinkUMKM by BRI akan terus dikembangkan sebagai ruang belajar, peningkatan kapasitas, dan pengembangan usaha bagi pelaku UMKM. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkuat kemampuan, beradaptasi terhadap perubahan, serta mengembangkan peluang secara berkelanjutan.