Stadion H. Agus Salim Padang Dibangun Ulang dengan Konsep Khusus Sepak Bola

oleh -110 Dilihat
oleh
Stadion H. Agus Salim Padang Dibangun Ulang dengan Konsep Khusus Sepak Bola

Padang | Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, akan dibangun kembali dengan pendekatan yang menempatkan kebutuhan sepak bola sebagai fokus utama. Proyek rekonstruksi ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui kerja sama operasi (KSO) HK-Adhi. Pembangunan tersebut diharapkan menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih sesuai dengan tuntutan penyelenggaraan pertandingan sepak bola modern, sekaligus memperkuat fungsi stadion sebagai salah satu ruang publik penting di Kota Padang.

Salah satu ciri utama rancangan baru itu adalah penerapan konsep football-only stadium. Artinya, stadion dirancang secara khusus untuk pertandingan sepak bola dan tidak dilengkapi lintasan atletik yang memisahkan area penonton dari lapangan. Konsep ini memungkinkan tribun ditempatkan lebih dekat dengan arena permainan, sehingga pengalaman menyaksikan pertandingan dapat terasa lebih intens. Selain mendukung kenyamanan penonton, rancangan tersebut juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pemain, perangkat pertandingan, pengelola, serta kegiatan operasional stadion secara lebih terintegrasi.

Meski mengusung karakter modern, desain Stadion H. Agus Salim tetap membawa nuansa arsitektur rumah adat Minangkabau. Unsur lokal tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk identitas visual bangunan, sehingga wajah baru stadion tidak terlepas dari karakter budaya daerah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas olahraga dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan nilai dan ekspresi arsitektur setempat.

Perpaduan fungsi khusus sepak bola dan sentuhan arsitektur Minangkabau menjadikan rekonstruksi stadion ini tidak sekadar pembaruan fisik. Stadion diproyeksikan menjadi fasilitas dengan desain yang relevan terhadap kebutuhan olahraga masa kini, tetapi tetap memiliki keterkaitan kuat dengan lingkungan budaya Sumatera Barat. Melalui pelaksanaan oleh KSO HK-Adhi, pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur olahraga yang modern, fungsional, dan memiliki identitas daerah yang jelas.

Proyek pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Kota Padang memasuki tahapan penting sejak peletakan batu pertama pada 9 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, yang menjadi lokasi utama pembangunan stadion. Peletakan batu pertama menandai dimulainya pelaksanaan proyek sekaligus menjadi dasar bagi tahapan pekerjaan berikutnya. Stadion ini dirancang ulang dengan konsep khusus untuk sepak bola, sehingga pengembangannya diarahkan untuk mendukung kebutuhan pertandingan, operasional, serta aktivitas olahraga yang berkaitan dengan cabang tersebut.

Tahap berikutnya ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan pada 9 Oktober 2026. Dokumen kontrak tersebut ditandatangani oleh Executive Vice President Divisi Infrastruktur II Hutama Karya sekaligus Kuasa KSO HK-Adhi, Andung Damar Sasongko, bersama Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Ivan Pratama Setiadi. Penandatanganan ini memperjelas keterlibatan pihak pelaksana dan pemerintah dalam menjalankan pembangunan ulang stadion. Selain menjadi dasar administratif, kontrak tersebut menunjukkan bahwa proyek telah bergerak dari tahap seremoni awal menuju pelaksanaan yang memiliki landasan kerja sama resmi.

Pembangunan Stadion H. Agus Salim didukung anggaran tahun jamak untuk periode 2026–2028. Skema pembiayaan tersebut menempatkan proyek sebagai pekerjaan lintas tahun anggaran, sehingga dukungan pendanaan disiapkan untuk mencakup tahapan pembangunan dalam rentang waktu tersebut. Informasi yang tersedia belum mencantumkan nilai kontrak maupun jadwal pengerjaan secara rinci. Karena itu, perkembangan proyek dapat dipahami berdasarkan tahapan utama yang telah diumumkan, yakni peletakan batu pertama, penandatanganan kontrak, dan pelaksanaan pembangunan dengan dukungan anggaran tahun jamak. Lokasi di Jalan Rimbo Kaluang tetap menjadi titik sentral seluruh proses pembangunan stadion di wilayah Padang Barat.

Pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim Padang dirancang dengan skala fisik yang lebih terukur untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola dan aktivitas pendukungnya. Kawasan stadion mencakup lahan seluas 53.068,49 meter persegi, sedangkan luas bangunan utamanya mencapai 21.747,67 meter persegi. Perencanaan tersebut tidak hanya memperhatikan bentuk tribun, tetapi juga alur pergerakan penonton, kebutuhan atlet, pengelola, media, serta aspek keselamatan di dalam kompleks stadion.

Setelah dibangun ulang, stadion ini ditargetkan mampu menampung 12.067 penonton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berada di kisaran 10.000 penonton. Komposisi tempat duduk disusun untuk melayani berbagai kebutuhan pengunjung, terdiri atas 114 kursi VVIP, 488 kursi VIP, 11.273 kursi reguler, dan 192 kursi media. Pembagian ini diharapkan menciptakan pengaturan penonton yang lebih jelas sekaligus menyediakan area khusus bagi tamu penting, jurnalis, dan penonton umum.

Fasilitas olahraga utama yang disiapkan mencakup lapangan berstandar FIFA, sehingga permukaan dan dimensinya dapat mendukung pertandingan sesuai ketentuan sepak bola internasional. Stadion juga akan dilengkapi papan skor, ruang ganti pemain, ruang pemanasan, dan ruang wasit. Untuk menunjang kegiatan pertandingan dan komunikasi publik, tersedia ruang konferensi pers serta lounge bagi tamu dan pihak terkait. Area kuliner dirancang sebagai fasilitas pendukung bagi penonton sebelum, selama, maupun setelah pertandingan. Selain itu, tempat duduk aksesibel bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari rancangan stadion. Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada kenyamanan, aksesibilitas, dan kelancaran operasional seluruh pengguna stadion.

Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim Padang memiliki arti penting bagi keberlangsungan aktivitas olahraga di daerah, khususnya sepak bola. Stadion ini merupakan markas Semen Padang FC, sehingga keberadaannya diharapkan dapat menunjang penyelenggaraan pertandingan klub tersebut serta berbagai kegiatan sepak bola di Sumatera Barat. Dengan pembangunan ulang yang mengusung konsep khusus sepak bola, stadion akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan secara lebih baik.

Selain menjadi tempat bertanding, stadion berfungsi sebagai salah satu fasilitas utama yang mendukung aktivitas olahraga masyarakat dan pembinaan sepak bola daerah. Ketersediaan sarana yang layak diperlukan agar kegiatan olahraga dapat berlangsung dalam lingkungan yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Karena itu, pembangunan Stadion H. Agus Salim tidak hanya berkaitan dengan pembaruan bangunan, tetapi juga dengan upaya menyediakan fasilitas yang dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan sepak bola.

Hamdani selaku Pj. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya menyampaikan bahwa pembangunan kembali stadion tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan fasilitas olahraga berkualitas bagi masyarakat. Pernyataan ini menegaskan perhatian Hutama Karya terhadap kebutuhan sarana olahraga yang dapat mendukung aktivitas masyarakat dan keberlangsungan sepak bola di Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya bersama mitra kerja sama operasi (KSO) berkomitmen mengutamakan kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu pengerjaan. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar penting dalam proses pembangunan agar stadion dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah pembangunan rampung, Stadion H. Agus Salim diharapkan kembali menjalankan fungsinya sebagai markas Semen Padang FC sekaligus fasilitas pendukung penyelenggaraan pertandingan dan perkembangan sepak bola Sumatera Barat.