Prabowo Berseloroh soal Tepuk Tangan Meriah untuk Sherly Tjoanda

oleh -77 Dilihat
oleh
Prabowo Berseloroh soal Tepuk Tangan Meriah untuk Sherly Tjoanda

GORONTALO, GORONTALO — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel sekaligus ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri pengolahan nikel dan rantai pasok baterai EV di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyapa Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang hadir bersama para undangan.

Sapaan Presiden kepada Sherly langsung disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Suasana acara yang semula berlangsung formal berubah lebih semarak ketika respons tersebut terdengar riuh dari area kegiatan. Tepuk tangan itu menjadi perhatian Prabowo, yang kemudian menanggapinya dengan nada berseloroh di hadapan peserta acara.

Prabowo mengaku heran karena sambutan untuk Sherly terdengar sangat keras. Ia lalu mengaitkan meriahnya tepuk tangan tersebut dengan suasana politik, meskipun disampaikannya sebagai kelakar. “Gubernur Maluku Utara, saudari Sherly Tjoanda, kok tepuk tangannya paling keras? Pemilu masih lama,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana penuh keakraban. Hadirin kembali merespons ucapan Presiden dengan perhatian dan suasana yang hangat. Momen itu pun menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam acara peresmian awal pembangunan ekosistem hilirisasi nikel dan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Selain menandai dimulainya pengembangan sejumlah ekosistem industri, agenda di Halmahera Tengah tersebut juga memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap penguatan hilirisasi mineral. Kehadiran kepala daerah dan jajaran pemerintah pusat menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan industri berbasis sumber daya alam serta memperluas kapasitas produksi komponen kendaraan listrik di dalam negeri.

Kelakar Prabowo Subianto mengenai tepuk tangan untuk Sherly Tjoanda muncul dalam rangkaian agenda resmi yang membahas penguatan hilirisasi nikel. Acara tersebut menjadi penanda dimulainya groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel, sekaligus memperlihatkan perkembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri. Selain agenda pembangunan ekosistem tersebut, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan ekspor perdana baterai kendaraan listrik atau baterai EV.

Di tengah susunan acara yang berfokus pada capaian industri dan pengembangan rantai produksi, terdapat momen ketika Prabowo menyapa Sherly Tjoanda. Sapaan itu kemudian memperoleh perhatian dari hadirin karena disambut tepuk tangan yang terdengar paling meriah dibandingkan sejumlah momen lain dalam acara. Respons tersebut menjadi bagian yang menonjol dalam suasana kegiatan, sehingga Prabowo menanggapinya dengan sebuah kelakar.

Pernyataan Prabowo disampaikan setelah ia mendengar meriahnya tepuk tangan ketika nama Sherly disebut. Candaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan muncul sebagai respons spontan terhadap suasana ruangan dalam agenda resmi itu. Dengan demikian, kemunculannya berkaitan langsung dengan rangkaian sapaan, sambutan hadirin, serta jalannya kegiatan yang mencakup groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dan ekspor perdana baterai EV.

Momen itu turut memberi warna pada acara yang secara umum membahas pembangunan industri dan kegiatan ekspor. Perhatian hadirin terhadap sapaan kepada Sherly, disusul respons Prabowo, membuat bagian tersebut menjadi salah satu percakapan yang menonjol dari rangkaian agenda. Kelakar itu pun terdengar di sela kegiatan resmi, ketika pembahasan mengenai hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik sedang menjadi bagian utama acara.

Respons meriah masyarakat terhadap sapaan Prabowo Subianto kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bukanlah peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Momen serupa sebelumnya terlihat dalam acara puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6). Ketika itu, suasana di lokasi berlangsung semarak karena dihadiri masyarakat serta peserta dari berbagai daerah.

Dalam pidatonya, Prabowo menyapa satu per satu kepala daerah yang hadir. Sapaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pengakuan terhadap kehadiran para pemimpin daerah dalam agenda nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia. Prabowo kemudian menyebut nama Sherly Tjoanda yang hadir sebagai Gubernur Maluku Utara.

Saat nama Sherly disebut, masyarakat yang memenuhi lokasi langsung memberikan sorak-sorai. Tepuk tangan dan sambutan meriah terdengar dari arah penonton, sehingga perhatian tertuju pada reaksi spontan tersebut. Respons itu menunjukkan antusiasme publik terhadap kehadiran Sherly dalam acara tersebut, sekaligus menciptakan suasana yang lebih hidup di tengah pidato Presiden.

Kronologi itu menegaskan bahwa sambutan hangat kepada Sherly berlangsung ketika Prabowo sedang menyapa para kepala daerah, bukan dalam sesi acara yang terpisah. Penyebutan nama gubernur tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian sapaan Prabowo kepada pejabat daerah yang hadir di puncak Penas Petani dan Nelayan XVII.

Peristiwa di Gorontalo kemudian menjadi catatan bahwa sorakan dan tepuk tangan untuk Sherly telah muncul dalam kesempatan sebelumnya. Karena itu, respons serupa yang kembali terdengar ketika Prabowo menyapanya dalam agenda lain dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perhatian publik terhadap sosok Gubernur Maluku Utara tersebut. Kedua momen itu sama-sama memperlihatkan sambutan antusias saat namanya disebut di hadapan khalayak.

Suasana acara di Gorontalo berubah semakin meriah setelah sapaan Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Tepuk tangan dan sorakan terdengar dari berbagai sisi ruangan, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap rangkaian acara tersebut. Reaksi itu berlangsung cukup ramai hingga menarik perhatian Prabowo yang berada di hadapan hadirin.

Prabowo tampak tersenyum melihat sambutan tersebut. Ia memberikan waktu kepada warga untuk mengekspresikan kegembiraan sebelum kembali melanjutkan pidatonya. Setelah sorakan mulai mereda, Prabowo melanjutkan penyampaian sambil tetap merespons suasana dengan nada ringan. Momen itu membuat jalannya acara terasa lebih akrab karena interaksi pembicara dan warga berlangsung secara spontan.

Sambutan serupa juga diberikan ketika nama Sherly Tjoanda dipanggil. Sherly kemudian berdiri dari tempatnya dan tersenyum lebar ke arah hadirin. Warga kembali menyampaikan tepuk tangan dan sorakan sebagai bentuk sambutan. Sherly terlihat menikmati perhatian tersebut sambil membalas respons masyarakat dengan senyum, sehingga suasana di lokasi kembali dipenuhi kegembiraan.

Prabowo kemudian menanggapi kemeriahan itu dengan sebuah seloroh. Ia menggambarkan kuatnya sambutan yang diterima Sherly melalui perbandingan yang disampaikan secara ringan. “Seperti menang Piala Citra,” ujar Prabowo. Ucapan tersebut disampaikan setelah tepuk tangan dan sorakan warga terdengar meriah ketika Sherly berdiri. Suasana pun tetap hangat ketika Prabowo kembali mengarahkan perhatian hadirin pada jalannya pidato.