Bandung | Persib Bandung mengalahkan Persik Kediri dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan kelima BRI Super League. Laga tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu malam, 18 Oktober 2026 WIB. Hasil ini memastikan Persib meraih poin penuh dari pertandingan melawan Persik. Skor akhir memperlihatkan keunggulan satu gol bagi Persib, sementara Persik tidak mencetak gol sepanjang laga yang berakhir dengan kemenangan tim Bandung tersebut.
Kemenangan 1-0 menjadi catatan hasil pertandingan Persib pada pekan kelima kompetisi. Dalam laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat itu, Persib menutup pertandingan dengan jumlah gol lebih banyak daripada Persik Kediri. Selisih satu gol menentukan hasil akhir sekaligus membuat Persib membawa pulang tiga poin dari pertandingan ini. Adapun Persik mengakhiri laga tanpa gol, dan hasil yang tercatat untuk kedua tim adalah kemenangan Persib.
Pertandingan pada Minggu malam tersebut mempertemukan Persib Bandung dan Persik Kediri dalam agenda BRI Super League. Laga pekan kelima itu dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, dengan skor akhir 1-0 untuk Persib. Bagi Persib, hasil tersebut berarti tambahan poin penuh sesuai dengan kemenangan yang diraih. Persik, di sisi lain, tidak memperoleh gol dalam pertandingan ini. Tidak ada perubahan pada informasi pokok hasil laga: Persib menang satu gol tanpa balas.
Dengan demikian, hasil resmi pertandingan pekan kelima ini mencatat Persib Bandung sebagai pemenang atas Persik Kediri. Skor 1-0 ditetapkan setelah kedua tim bertanding di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu malam, 18 Oktober 2026 WIB. Kemenangan tersebut memberikan Persib poin penuh, sedangkan Persik menyelesaikan laga tanpa gol. Angka pada papan skor merangkum hasil pertemuan kedua kesebelasan: satu gol untuk Persib dan tidak ada gol untuk Persik Kediri.
Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan ketika pertandingan melawan Persik Kediri dimulai di Stadion Si Jalak Harupat. Dengan dukungan suporter, tuan rumah berusaha menguasai bola dan membangun tekanan melalui kombinasi di area tengah serta pergerakan pemain di sisi lapangan. Upaya itu membuat Persib lebih sering mendekati wilayah pertahanan lawan, tetapi belum menghasilkan penyelesaian yang benar-benar mengubah keadaan.
Persik tidak hanya bertahan pasif. Para pemainnya menjaga jarak antarlini dengan rapat dan sigap menutup ruang bagi pemain Persib yang mencoba masuk ke kotak penalti. Setiap umpan terobosan maupun serangan dari sayap mendapat pengawalan, sehingga tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih. Persib tetap berusaha meningkatkan tempo, namun barisan belakang Persik mampu meredam ancaman dan menjaga gawangnya dari kebobolan sepanjang sebagian besar babak pertama.
Memasuki menit ke-40, Persik sempat merayakan gol yang tercipta melalui situasi bola mati. Berawal dari tendangan bebas, Park Jun-heong menyambut bola dengan sundulan dan mengarahkannya ke gawang Persib. Namun, gol tersebut tidak bertahan setelah wasit meninjau tayangan melalui VAR. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya posisi offside dalam proses serangan, sehingga gol Park dianulir. Keputusan itu membuat kedudukan tetap tanpa gol dan memberi Persib kesempatan melanjutkan pertandingan dengan skor seimbang.
Persib segera merespons ancaman tersebut dengan kembali menekan. Empat menit setelah gol Persik dianulir, Luka Menalo memperoleh kesempatan untuk membawa tuan rumah unggul. Ia melepaskan tendangan keras yang mengarah ke gawang, tetapi bola hanya membentur tiang. Peluang itu menjadi salah satu momen paling berbahaya bagi Persib pada paruh pertama, sekaligus menunjukkan bahwa pertahanan Persik masih harus bekerja keras meski mampu menahan serangan-serangan sebelumnya.
Hingga wasit mengakhiri babak pertama, kedua tim belum berhasil mencetak gol yang sah. Persib tampil agresif dan memiliki peluang melalui Menalo, sementara Persik sempat mengancam lewat sundulan Park Jun-heong sebelum dianulir VAR karena offside. Kedua tim pun memasuki ruang ganti dengan skor 0-0. Hasil imbang itu mencerminkan ketatnya duel: Persib lebih banyak membangun serangan, sedangkan Persik bertahan disiplin dan sesekali mencari kesempatan dari bola mati.
Persik Kediri kembali menunjukkan ancaman setelah pertandingan memasuki babak kedua. Pada menit ke-57, Park Jun-heong melepaskan tendangan jarak jauh yang membuat pertahanan Persib Bandung harus kembali . Bola melaju menuju gawang, tetapi membentur tiang dan gagal mengubah kedudukan. Momen tersebut menjadi peluang penting bagi Persik untuk memecah kebuntuan, sekaligus mengingatkan Persib bahwa keunggulan dalam penguasaan permainan belum menjamin hasil akhir. Setelah bola memantul keluar, Persib berusaha menjaga konsentrasi dan meredam tekanan agar lawan tidak memperoleh kesempatan serupa.
Persib kemudian menemukan gol yang menentukan pada menit ke-78. Thom Haye mengambil sepak pojok dan mengirim bola ke area berbahaya di depan gawang Persik. Julio Cesar, yang masuk sebagai pemain pengganti, mampu menyambut umpan tersebut dengan sundulan terarah. Bola melewati jangkauan penjaga gawang dan masuk ke dalam gawang, membuat Persib unggul 1-0. Gol ini menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat, sekaligus memperlihatkan pentingnya kontribusi pemain dari bangku cadangan. Eksekusi bola mati Thom Haye dan penyelesaian Julio Cesar menghadirkan momen krusial bagi tuan rumah di Stadion Si Jalak Harupat.
Setelah tertinggal, Persik masih berupaya mencari gol penyama kedudukan. Pada masa injury time, Berguinho sempat mencetak gol yang berpotensi mengubah hasil pertandingan. Namun, gol tersebut tidak disahkan karena hakim garis mengangkat bendera, menandakan posisi offside. Keputusan itu membuat Persib tetap mempertahankan keunggulan tipis hingga pertandingan berakhir. Dengan demikian, sundulan Julio Cesar menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan memastikan kemenangan Persib atas Persik. Rangkaian peluang pada babak kedua menunjukkan bagaimana satu peluang bola mati dapat menentukan hasil, sementara ancaman Park Jun-heong dan gol Berguinho yang dianulir menjadi bagian penting dari jalannya laga. Persib pun mengamankan hasil di kandang melalui gol pemain pengganti tersebut.
Persik Kediri masih memiliki kesempatan untuk mengubah keadaan setelah gol mereka dianulir. Tak lama setelah keputusan tersebut, tim tamu berupaya kembali menekan dan mencari peluang untuk menyamakan kedudukan. Kesempatan itu datang melalui Marcelo Taritolay, yang melepaskan sundulan tepat sasaran ke arah gawang Persib Bandung. Sundulannya menguji kesiapan penjaga gawang tuan rumah, Fitrah Maulana, yang berada di posisi untuk mengantisipasi bola.
Fitrah Maulana berhasil menepis sundulan Taritolay dan mengarahkan bola keluar, sehingga Persik tidak memperoleh gol penyeimbang dari peluang tersebut. Penyelamatan itu menjaga keunggulan Persib yang telah dibangun melalui gol Julio Cesar. Bagi Persik, peluang Taritolay menjadi salah satu kesempatan penting untuk kembali bersaing dalam pertandingan, tetapi bola tidak melewati penjagaan Fitrah. Upaya mengejar ketertinggalan pun belum menghasilkan perubahan pada papan skor.
Persik terus berusaha mencari cara untuk menyamakan kedudukan, tetapi hingga pertandingan berakhir mereka tidak mampu mencetak gol. Keunggulan Persib tetap bertahan setelah satu gol yang dicetak Julio Cesar, sementara peluang sundulan Taritolay yang ditepis Fitrah tidak mengubah hasil. Dengan demikian, laga di Si Jalak Harupat ditutup dengan kemenangan Persib atas Persik dengan skor 1-0. Persib mengamankan tiga poin dari pertandingan tersebut, sedangkan Persik pulang tanpa berhasil mengejar ketertinggalan. Hasil ini juga memengaruhi posisi kedua tim di klasemen sementara. Persib naik ke posisi kelima dengan koleksi 10 poin. Sementara itu, Persik berada di urutan kesepuluh dengan 7 poin.
Baca juga: Persib Alihkan Fokus ke Persik Usai Laga di Kompetisi Asia | Persik Kediri Datang ke Markas Persib dengan Target Tiga Poin



































