Bentrokan dalam Unjuk Rasa Biaya Hidup di Italia, Puluhan Orang Ditangkap

oleh -167 Dilihat
oleh
Bentrokan dalam Unjuk Rasa Biaya Hidup di Italia, Puluhan Orang Ditangkap

Kota Milan | Polisi Italia menangkap 28 orang, termasuk 12 anak di bawah umur, setelah bentrokan terjadi dalam demonstrasi menentang tingginya biaya hidup pada Sabtu. Aksi tersebut digelar oleh gerakan Italia In Piazza dan berlangsung di sejumlah kota. Para peserta menyuarakan kekhawatiran mengenai kenaikan biaya hidup, mahalnya harga bahan bakar, serta beban pajak yang dinilai semakin memberatkan. Bentrokan mewarnai sebagian kegiatan, tetapi tidak menggambarkan keseluruhan jalannya unjuk rasa: ribuan orang lainnya mengikuti aksi secara damai.

Data kepolisian menunjukkan bahwa sekitar 5.000 orang berkumpul di Milan. Turin mencatat sekitar 3.000 peserta, sementara sekitar 2.000 orang mengikuti demonstrasi di Bologna. Aksi serupa berlangsung dengan skala lebih kecil di Brescia, yang dihadiri sekitar 600 orang, serta Bergamo, dengan sekitar 800 peserta. Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa seruan mengenai tekanan biaya hidup menarik perhatian warga di berbagai wilayah, bukan hanya di kota-kota besar. Peserta membawa isu yang dekat dengan pengeluaran sehari-hari, mulai dari kebutuhan transportasi hingga pajak.

Perdana menteri mengakui bahwa ribuan orang turun ke jalan secara damai, meskipun kekerasan terjadi di beberapa lokasi. Pernyataan itu menegaskan adanya perbedaan sebagian aksi yang berlangsung tertib dan insiden yang kemudian ditangani aparat. Penangkapan dilakukan setelah bentrokan, dengan 12 dari 28 orang yang ditahan masih berstatus anak di bawah umur. Demonstrasi ini menempatkan persoalan keterjangkauan hidup di pusat perhatian publik, sementara kejadian kekerasan dan proses penegakan hukum menjadi bagian lain dari perkembangan yang dicermati setelah aksi. Skala kehadiran di beberapa kota sekaligus menunjukkan bahwa tuntutan terkait harga dan pajak mendapatkan respons luas, meski jumlah peserta berbeda-beda menurut lokasi.Di pusat Milan, unjuk rasa menentang kenaikan biaya hidup berubah menjadi bentrokan ketika sejumlah kelompok berhadapan dengan petugas keamanan. Para peserta melempar batu, botol, dan petasan ke arah polisi, serta menggunakan barikade untuk menghadang atau menghalangi pergerakan aparat. Situasi yang semakin tegang membuat polisi berupaya membubarkan massa dengan gas air mata dan meriam air. Bentrokan tersebut menambah kerusakan di kawasan pusat kota dan mengganggu kegiatan warga maupun pelaku usaha setempat.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah toko, sementara beberapa tempat usaha juga dijarah di tengah kekacauan. Sebuah kendaraan milik Carabinieri, kepolisian militer Italia, turut menjadi sasaran dan dihancurkan. Insiden itu menggambarkan dampak langsung kerusuhan terhadap fasilitas publik dan kegiatan komersial di Milan. Di tengah aksi saling berhadapan, aparat berusaha mengendalikan situasi dan memisahkan kelompok-kelompok yang terlibat, sedangkan warga serta pemilik toko menghadapi kerugian dan gangguan di sekitar lokasi demonstrasi.

Polisi menangkap 17 orang di Milan terkait bentrokan tersebut. Penangkapan dilakukan setelah aksi unjuk rasa diwarnai pelemparan benda dan kerusakan properti. Jumlah itu menjadi bagian dari penanganan aparat atas kerusuhan yang berlangsung di pusat kota. Namun, penindakan tersebut tidak serta-merta mengakhiri ketegangan. Suasana di kawasan pusat Milan masih dilaporkan berlanjut hingga Minggu, sehingga keadaan tetap menjadi perhatian aparat, warga, dan kalangan usaha. Kehadiran polisi dan langkah pengamanan diperlukan untuk memantau perkembangan serta mencegah kerusakan tambahan.

Confcommercio, asosiasi perdagangan Italia, memperkirakan kerugian yang dialami toko dan pelaku usaha akibat kerusuhan mencapai lebih dari 500.000 euro, atau sekitar USD 561.860. Perkiraan itu mencakup dampak terhadap kegiatan usaha di kawasan yang terdampak, termasuk toko yang rusak dan dijarah. Nilai kerugian tersebut menunjukkan beban ekonomi yang ditimbulkan aksi kekerasan, di luar kerusakan kendaraan dan gangguan terhadap ruang publik. Ketegangan yang masih terasa di pusat kota pada Minggu juga membuat situasi usaha dan keamanan setempat belum sepenuhnya pulih.

Di Turin, penindakan aparat berlangsung setelah sejumlah insiden terjadi di tengah unjuk rasa terkait biaya hidup. Polisi menangkap seorang pria dewasa atas dugaan melawan petugas. Selain itu, tiga anak di bawah umur ditangkap karena diduga membawa bom molotov. Informasi mengenai penangkapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tindakan kepolisian untuk mengidentifikasi dan mengamankan orang-orang yang diduga terlibat dalam kericuhan. Peristiwa lain terjadi di stasiun Porta Nuova, ketika sekelompok orang masuk ke toko buku Feltrinelli. Mereka melemparkan buku-buku yang berada di dalam toko ke lantai, sehingga kegiatan usaha dan suasana di area stasiun turut terganggu. Insiden di toko buku itu menambah ketegangan di Turin, di tengah situasi demonstrasi yang diwarnai bentrokan dan pengamanan ketat.

Di Bologna, bentrokan terjadi di dekat stasiun kereta api dan berujung pada penangkapan lima anak di bawah umur. Menurut laporan, demonstran melempar botol dan batu ke arah aparat, serta menggunakan atau melemparkan barikade dalam kericuhan. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan massa. Bentrokan tersebut memperlihatkan bagaimana aksi yang berkaitan dengan tekanan biaya hidup di sejumlah kota berkembang menjadi konfrontasi demonstran dan aparat. Area sekitar stasiun menjadi titik penting dalam penanganan, sementara petugas berupaya mengendalikan situasi dan mencegah kericuhan meluas. Penangkapan di Bologna menambah jumlah anak di bawah umur yang diamankan dalam insiden-insiden tersebut.

Secara keseluruhan, 197 orang telah diidentifikasi dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 43 orang dilaporkan kepada otoritas peradilan. Angka itu menggambarkan skala penindakan setelah berbagai insiden berlangsung di lokasi demonstrasi, termasuk di Turin dan Bologna. Dampak juga dirasakan oleh aparat penegak hukum: sebanyak 141 anggota dilaporkan terluka. Data tersebut mencakup akibat bentrokan dan langkah pengendalian massa, meskipun tidak merinci kondisi masing-masing korban. Rangkaian penangkapan, pelaporan kepada otoritas peradilan, dan korban luka menunjukkan besarnya dampak keamanan dari aksi-aksi tersebut. Peristiwa ini berlangsung dalam konteks unjuk rasa mengenai biaya hidup, tetapi sejumlah insiden yang dilaporkan beralih menjadi tindakan kekerasan dan perusakan. Aparat melanjutkan proses identifikasi serta penanganan hukum terhadap orang-orang yang diduga terlibat.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan solidaritas kepada aparat penegak hukum yang menghadapi kekerasan dalam unjuk rasa menentang tingginya biaya hidup. Ia mendesak partai-partai oposisi untuk secara tegas mengecam tindakan kekerasan dan kerusakan yang terjadi. Namun, Meloni juga mengakui bahwa banyak peserta turun ke jalan secara damai. Pernyataan tersebut membedakan aksi mayoritas demonstran dari perilaku sebagian orang yang terlibat bentrokan, sekaligus menyoroti pentingnya menjaga ruang bagi penyampaian aspirasi tanpa kekerasan.

Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini, yang memimpin partai Liga, mengangkat kembali gagasan tentang tanggung jawab penyelenggara demonstrasi. Ia mengatakan partainya akan kembali mengajukan usulan di parlemen agar penyelenggara aksi yang dinilai berisiko diwajibkan menyediakan jaminan keuangan. Dana itu, menurut usulan tersebut, dapat digunakan untuk menanggung kerusakan yang mungkin timbul selama demonstrasi. Gagasan itu menempatkan pengelolaan risiko dan biaya kerusakan sebagai bagian dari pembahasan politik setelah kerusuhan. Usulan tersebut masih perlu dibahas melalui proses parlemen dan belum dapat diperlakukan sebagai kebijakan yang berlaku.

Di tingkat daerah, Wali Kota Milan Giuseppe Sala menyatakan keluhan para demonstran dapat dipahami, tetapi hal itu tidak membenarkan kekerasan terhadap petugas maupun kerusakan besar. Sikap Sala mencerminkan upaya memisahkan substansi tuntutan warga dari cara sebagian peserta menyampaikannya.

Baca juga: Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Bentrokan, Ratusan Orang Ditangkap | Kerusuhan Unjuk Rasa Biaya Hidup Meluas, Balai Kota Limoges Dilalap Api | Perselisihan Suara Motor di Tanggamus Berujung Penganiayaan, Pria 36 Tahun Ditangkap