Antrean BBM di Bali Mereda, Ganjil-Genap Subsidi Berlaku hingga 23 Oktober

oleh -114 Dilihat
oleh
Antrean BBM di Bali Mereda, Ganjil-Genap Subsidi Berlaku hingga 23 Oktober

Kabupaten Karangasem | Gubernur Bali Wayan Koster memperpanjang pengaturan ganjil-genap untuk pembelian BBM bersubsidi hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah kebijakan awal yang berlaku pada 17–19 Oktober dinilai masih perlu dilanjutkan. Perpanjangan tersebut ditujukan untuk menjaga pengaturan distribusi BBM selama kondisi antrean dan kebutuhan masyarakat terus dipantau. Pemerintah daerah belum menetapkan bahwa aturan akan berjalan tanpa perubahan sampai tanggal tersebut, karena penerapannya tetap dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

Koster mengumumkan keputusan itu dalam konferensi pers pada Senin, 19 Oktober, setelah rapat koordinasi di Terminal BBM Pesanggaran Pertamina, Denpasar. Pertemuan tersebut membahas langkah penanganan distribusi BBM dan kondisi antrean di Bali. Dengan memperpanjang pengaturan, pemerintah memberi ruang bagi pihak terkait untuk melanjutkan upaya pengendalian pembelian BBM bersubsidi. Informasi mengenai jadwal dan pelaksanaan aturan menjadi penting bagi warga agar dapat menyesuaikan waktu pembelian serta menghindari kebingungan ketika mendatangi tempat pengisian.

Meski masa berlaku diperpanjang, pemerintah membuka kemungkinan untuk mengevaluasi kebijakan lebih awal apabila kondisi sudah membaik. Artinya, tanggal 23 Oktober menjadi batas waktu yang diumumkan untuk sementara, bukan keharusan bahwa pengaturan mesti dipertahankan hingga hari itu jika situasi telah memungkinkan perubahan. Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan kondisi distribusi dan antrean. Pengaturan ganjil-genap ini juga berjalan bersama pembatasan kuota pengisian BBM, sehingga keduanya menjadi bagian dari langkah yang diterapkan secara bersamaan. Masyarakat diharapkan mengikuti ketentuan yang berlaku dan memperhatikan pengumuman resmi, terutama jika terdapat penyesuaian sebelum masa perpanjangan berakhir.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai dapat diatasi melalui koordinasi Pemerintah Provinsi Bali, Pertamina, pihak terkait, dan masyarakat. Penanganan dilakukan dengan mengatur pembelian BBM bersubsidi serta menjaga komunikasi agar kebijakan berjalan tertib di lapangan. Koster menilai kerja sama berbagai pihak menjadi unsur penting dalam merespons kondisi yang sempat menimbulkan kepadatan di beberapa lokasi. Upaya tersebut juga membantu petugas mengatur arus kendaraan dan memberi informasi kepada pengendara, sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih teratur tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah skema kendaraan berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor, yakni ganjil dan genap, untuk pembelian BBM bersubsidi. Menurut Koster, pengaturan ini dinilai efektif membantu mengurai antrean di SPBU. Ia menyebut sejumlah lokasi bahkan sudah tidak lagi mengalami antrean, sementara di beberapa titik lain kepadatan berangsur berkurang. Pelaksanaan skema tersebut memerlukan kepatuhan pengguna kendaraan dan dukungan petugas, serta pemantauan dari pihak berwenang. Koster menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur yang mendukung kebijakan, karena ketertiban bersama dinilai memengaruhi kelancaran distribusi dan pelayanan di lapangan.

Dalam beberapa hari terakhir, situasi di sejumlah lokasi disebut kembali normal, tanpa antrean panjang yang signifikan. Perkembangan ini menunjukkan penanganan mulai memberikan hasil, meski kondisi dapat berbeda satu SPBU dan lokasi lainnya. Karena itu, keterangan tersebut tidak berarti seluruh SPBU di Bali sudah bebas antrean. Pemerintah daerah dan pihak terkait tetap perlu memantau situasi serta menyesuaikan langkah apabila terjadi perubahan kebutuhan atau kepadatan. Masyarakat diharapkan mengikuti ketentuan yang berlaku, memperhatikan arahan petugas, dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan koordinasi yang berlanjut, pelayanan di SPBU diharapkan tetap tertib dan antrean dapat terus dikendalikan.

Pasokan bahan bakar minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Bali secara umum dinilai berjalan lancar. Kondisi antrean kendaraan juga dilaporkan sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Perkembangan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa situasi distribusi di lapangan mulai lebih terkendali, meskipun pemantauan tetap diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan baik.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa stok BBM yang tersedia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 11–12 hari ke depan. Perkiraan itu, menurut Koster, disampaikan berdasarkan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam rapat. Keterangan tersebut memberikan gambaran mengenai kecukupan persediaan untuk sementara waktu, sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus mengikuti perkembangan pasokan serta kondisi antrean di SPBU.

Koster juga menyebut stok akan ditingkatkan lagi. Namun, ia tidak merinci jumlah persediaan yang akan ditambahkan maupun langkah khusus yang akan ditempuh untuk melakukannya. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap membantu Pertamina menjalankan tugas di lapangan. Dukungan itu ditujukan agar pelaksanaan tugas perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan kondisi pelayanan di SPBU tetap terpantau. Kerja bersama tersebut dinilai penting ketika upaya menjaga kelancaran pasokan dan mengurangi antrean masih berlangsung.

Dengan pasokan yang secara umum disebut lancar dan antrean yang telah berkurang, pemerintah menyampaikan perkembangan situasi berdasarkan kondisi yang terlihat saat ini. Ketersediaan untuk sekitar 11–12 hari ke depan menjadi keterangan stok yang disampaikan Koster dalam merespons keadaan di Bali. Ia juga menegaskan rencana peningkatan stok, sementara pemerintah daerah menyatakan akan membantu Pertamina dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan. Pemantauan situasi tetap relevan untuk memastikan informasi mengenai stok dan antrean dapat disesuaikan dengan perkembangan berikutnya, tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada layanan SPBU di berbagai wilayah Pulau Bali.

Selain pengaturan pembelian BBM bersubsidi, upaya meredakan antrean di Bali turut didukung kebijakan bekerja dari rumah dan belajar secara daring. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu mengurangi kepadatan aktivitas, termasuk mobilitas masyarakat, ketika kondisi antrean menjadi perhatian. Kebijakan itu berjalan bersama pengaturan ganjil-genap yang diterapkan untuk pembelian BBM bersubsidi hingga 23 Oktober. Dengan beberapa upaya dijalankan secara bersamaan, pemerintah daerah berharap situasi dapat tertangani dan kegiatan warga berlangsung lebih tertib. Koster menekankan bahwa penanganan persoalan ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya kebijakan pemerintah semata.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga bekerja sama dengan Pertamina, Pangdam, Kapolda, serta masyarakat. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung langkah penanganan di lapangan dan menjaga komunikasi pihak-pihak terkait. Koster mengapresiasi kerja sama yang terjalin, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut mendukung kebijakan yang sedang diberlakukan. Peran warga diperlukan agar pengaturan dapat berjalan dengan baik dan keadaan tetap terkendali. Dukungan bersama juga membantu menciptakan suasana yang tertib selama upaya meredakan antrean berlangsung. Pemerintah dan pihak terkait terus mengupayakan penanganan secara bersama, dengan mengedepankan kerja sama serta perhatian terhadap kondisi Bali.

Koster turut mengingatkan bahwa persoalan antrean di Bali dapat menjadi perhatian negara-negara lain. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga suasana yang nyaman, aman, dan kondusif bagi Bali maupun Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar masyarakat, pemerintah, dan unsur terkait tetap menjaga ketertiban serta bekerja sama dalam menghadapi situasi ini. Koster tidak menyampaikan hal tersebut sebagai penilaian dari pihak luar, melainkan menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah dan negara. Sikap saling mendukung diharapkan dapat menguatkan upaya bersama dalam menangani antrean BBM. Dengan koordinasi antarpihak, kebijakan pendukung, dan partisipasi warga, Bali diharapkan tetap menjalankan aktivitas dalam suasana yang nyaman, aman, serta kondusif selama langkah penanganan berlangsung.

Baca juga: Ganjil-Genap BBM Bersubsidi di Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober | Layanan SIM Keliling Bali pada 19 Oktober: Lokasi Badung dan Klungkung | Solar Subsidi Diduga Ditampung di Tateli Satu, Nama Rian Tateli Muncul dalam Informasi yang Dihimpun