Jakarta | Mahasiswa yang menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026), mulai membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berakhirnya penyampaian tuntutan menandai perubahan suasana aksi, dari berkumpul di lokasi menjadi meninggalkan kawasan tersebut. Para peserta mulai bergerak pulang, sementara perhatian tertuju pada proses berakhirnya kegiatan demonstrasi di sekitar Patung Kuda.
Aksi tersebut berlangsung di kawasan pusat Jakarta dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Setelah tuntutan disampaikan, peserta tidak lagi melanjutkan kegiatan dengan tetap berkumpul di lokasi, melainkan mulai membubarkan diri. Informasi mengenai peristiwa ini berfokus pada tahap akhir demonstrasi, yakni ketika massa meninggalkan kawasan Patung Kuda dan kembali dari lokasi aksi. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai isi tuntutan yang disampaikan, sehingga penjelasan mengenai tuntutan tidak diperluas di luar informasi yang tersedia.
Bergeraknya peserta meninggalkan lokasi juga berkaitan dengan pembukaan kembali Jalan Medan Merdeka Selatan, sebagaimana tercermin dalam perkembangan peristiwa tersebut. Setelah massa mulai pulang, kawasan yang sebelumnya menjadi tempat berlangsungnya aksi berangsur memasuki tahap pemulihan aktivitas. Perhatian utama tetap pada berakhirnya demonstrasi dan kepulangan para peserta, bukan pada detail lain yang tidak disampaikan. Dengan demikian, rangkaian aksi pada Kamis itu dapat ditandai melalui dua hal: mahasiswa telah menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, kemudian mulai membubarkan diri dari sekitar Monas. Peristiwa tersebut berlangsung di Patung Kuda, Jakarta Pusat, dan menjadi perhatian karena kegiatan massa telah mencapai tahap penutup. Setelah aspirasi disampaikan, para mahasiswa meninggalkan titik demonstrasi dan kembali dari kawasan itu.
Menjelang berakhirnya aksi di kawasan Patung Kuda, para peserta terlebih dahulu menyalakan suar atau flare berwarna merah. Kegiatan tersebut tercatat berlangsung sebelum massa menyampaikan pernyataan sikap dan sebelum peserta pulang. Urutan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pada penghujung aksi, setelah para mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka di lokasi. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bahwa suar yang dinyalakan berwarna merah; tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai jumlah, durasi, ataupun pihak yang menyalakannya. Karena itu, penyebutan mengenai suar dibatasi pada informasi tersebut dan tidak menambahkan gambaran lain tentang suasana maupun jalannya kegiatan.
Setelah menyalakan suar, massa menyampaikan pernyataan sikap yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Penyampaian pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian aksi sebelum peserta meninggalkan lokasi. Namun, rincian isi tuntutan tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Oleh sebab itu, tuntutan tersebut tidak dapat diuraikan atau ditafsirkan lebih jauh dalam laporan ini. Hal yang dapat dipastikan ialah bahwa pernyataan sikap disampaikan kepada pemerintah, dan kegiatan itu berlangsung setelah suar merah dinyalakan. Urutan tersebut memberikan gambaran singkat mengenai tahapan yang tercatat menjelang massa pulang, tanpa menambahkan keterangan yang belum terkonfirmasi.
Dengan demikian, rangkaian menjelang pembubaran yang diketahui terdiri atas dua kegiatan berurutan: peserta menyalakan suar merah, lalu menyampaikan pernyataan sikap berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Sesudah rangkaian tersebut, massa kemudian pulang. Tidak ada rincian tambahan mengenai waktu pasti masing-masing kegiatan, isi tuntutan, atau proses kepulangan peserta dalam keterangan yang tersedia. Uraian ini menjaga fokus pada kronologi yang dapat dipastikan dan tidak menyisipkan dugaan mengenai maksud penggunaan suar, tanggapan pemerintah, maupun kondisi di sekitar lokasi. Penyampaian fakta secara terbatas membantu pembaca memahami kegiatan sebelum massa meninggalkan kawasan Patung Kuda, sementara informasi tentang jalan yang kembali dibuka menjadi konteks terpisah dalam perkembangan setelah aksi.
Setelah menyampaikan tuntutan di kawasan Patung Kuda, para mahasiswa berangsur meninggalkan lokasi. Pergerakan peserta berlangsung secara bertahap, sehingga keberadaan mereka di sekitar tempat penyampaian aspirasi perlahan berkurang. Usai menyuarakan tuntutan, mereka mulai pulang menggunakan moda transportasi yang tersedia, yakni angkutan kota atau angkot serta sepeda motor. Kedua moda tersebut disebut sebagai pilihan yang digunakan peserta untuk meninggalkan lokasi. Tidak ada keterangan mengenai jumlah mahasiswa yang pulang dengan masing-masing kendaraan, sehingga kepulangan mereka dapat dijelaskan sebatas penggunaan angkot dan sepeda motor. Informasi yang tersedia juga tidak menyebutkan tujuan perjalanan atau rute yang ditempuh para peserta setelah meninggalkan kawasan tersebut.
Situasi itu menandai berakhirnya kehadiran mahasiswa di lokasi setelah tuntutan disampaikan. Mereka tidak meninggalkan tempat secara serentak; para peserta berangsur pergi dengan kendaraan yang disebutkan. Sebagian menggunakan angkutan kota, sementara sepeda motor juga menjadi moda yang digunakan. Keterangan tersebut memberi gambaran mengenai cara peserta pulang tanpa merinci siapa yang menggunakan kendaraan tertentu ataupun bagaimana pembagian pilihan transportasi di mereka. Dengan demikian, informasi mengenai kepulangan tetap terbatas pada dua moda yang disebut, yaitu angkot dan sepeda motor. Tidak tersedia keterangan tambahan mengenai proses keberangkatan, titik penjemputan, ataupun keadaan perjalanan setelah mereka meninggalkan area Patung Kuda.
Berangsur pulangnya peserta berlangsung setelah agenda penyampaian tuntutan selesai. Dalam konteks itu, angkot dan sepeda motor menjadi moda transportasi yang tercatat digunakan mahasiswa untuk pulang dari lokasi. Penyebutan kedua pilihan tersebut tidak menunjukkan bahwa seluruh peserta memakai salah satunya, ataupun bahwa ada moda lain yang digunakan. Tanpa keterangan lebih lanjut, tidak dapat dipastikan berapa banyak mahasiswa yang memilih angkot maupun sepeda motor. Informasi yang dapat disampaikan adalah bahwa para mahasiswa mulai meninggalkan kawasan secara bertahap setelah menyampaikan tuntutan, dengan menggunakan angkutan kota dan sepeda motor. Tidak ada rincian mengenai tujuan, rute perjalanan, maupun jumlah peserta dalam keterangan kepulangan tersebut.
Sejumlah mahasiswa terlihat mengacungkan simbol tiga jari saat berjalan meninggalkan kawasan Patung Kuda setelah menyampaikan tuntutan. Gestur tersebut tampak di tengah proses massa yang mulai bergerak menjauh dari lokasi aksi. Para peserta berjalan dalam kelompok, sementara simbol tiga jari beberapa kali terlihat diangkat ketika mereka melintasi area sekitar. Pemandangan itu menjadi salah satu hal yang menonjol saat aksi berangsur berakhir dan para mahasiswa meninggalkan titik berkumpul.
Di sepanjang perjalanan, sejumlah warga yang berpapasan dengan rombongan turut menunjukkan simbol serupa. Mereka mengangkat tiga jari ketika berhadapan dengan para mahasiswa, sebagai bentuk dukungan terhadap aksi dan pesan yang disampaikan. Respons tersebut berlangsung saat massa bergerak meninggalkan kawasan Patung Kuda. Meski interaksi itu tampak singkat, simbol yang ditunjukkan warga sejalan dengan gestur para mahasiswa. Situasi tersebut memperlihatkan adanya dukungan dari sebagian warga yang berada di sekitar lokasi, tanpa mengubah arus pembubaran peserta aksi.
Setelah massa berangsur membubarkan diri, kondisi di sekitar Patung Kuda mulai kembali normal. Jalan Medan Merdeka Selatan yang sebelumnya terdampak oleh kegiatan aksi kembali dibuka untuk lalu lintas. Kendaraan pun dapat melintas dari arah Patung Kuda maupun dari arah Tugu Tani. Pembukaan kembali jalan itu menandai berakhirnya pengaturan lalu lintas terkait keberadaan massa di lokasi. Pengendara yang melintas dapat kembali menggunakan ruas tersebut dari kedua arah, seiring aktivitas di sekitar kawasan berlangsung kembali. Pergerakan kendaraan pun kembali berjalan setelah ruang jalan yang sempat digunakan atau terdampak aksi dapat dilalui. Dengan demikian, pembubaran massa diikuti pemulihan akses lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Baca juga: Aksi Damai Mahasiswa Trisakti di Merdeka Selatan Berakhir Tertib | Aksi Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda Usai, Aspirasi Disampaikan kepada Stafsus Mensesneg | Aksi Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda Usai Hampir Tiga Jam, Pemerintah Tanggapi Aspirasi



































