Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki Polisi

oleh -69 Dilihat
oleh
Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki Polisi

Kota Bandar Lampung | Seorang pria diduga melakukan aksi pamer alat kelamin di depan Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi di area depan pagar panti dan menghebohkan para penghuni yang berada di lingkungan tersebut.

Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba merupakan tempat tinggal bagi anak-anak perempuan. Karena seluruh penghuni panti adalah perempuan, kejadian itu menjadi perhatian pengurus. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria yang mengenakan masker. Namun, informasi mengenai identitas, motif, serta hal lain di luar peristiwa tersebut belum disampaikan.

Pengurus panti sempat merekam kejadian itu. Rekaman tersebut kemudian disiapkan sebagai bukti untuk mendukung pelaporan kepada polisi. Dokumentasi itu diharapkan dapat membantu pihak kepolisian menelusuri dan menyelidiki dugaan aksi pamer alat kelamin yang berlangsung di depan pagar panti.

Peristiwa ini selanjutnya ditangani melalui proses pelaporan kepada aparat penegak hukum. Polisi melakukan penyelidikan berdasarkan informasi dan bukti yang disampaikan oleh pengurus panti. Hingga tahap ini, kejadian tersebut disebut sebagai dugaan aksi, sehingga keterangan lebih lanjut tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Keberadaan rekaman menjadi bagian penting dalam laporan karena dapat memperlihatkan peristiwa yang terjadi di area depan panti. Pengurus menggunakan dokumentasi itu sebagai bahan pendukung ketika menyampaikan kejadian kepada polisi. Penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang menghebohkan penghuni Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba pada 13 Oktober 2026.

Pengurus panti asuhan putri di Bandar Lampung, Ayu Fathonah, menjelaskan bahwa pria yang diduga melakukan aksi pamer alat kelamin tersebut datang seorang diri ke sekitar lokasi. Pria itu disebut menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan pagar panti, sebelum kemudian diduga memperlihatkan alat kelaminnya kepada para penghuni panti.

Menurut Ayu, tindakan tersebut membuat penghuni dan pengurus panti merasa terkejut serta tidak nyaman. Para pengurus kemudian berusaha mengusir pria itu dengan berteriak dari area panti. Namun, teguran tersebut tidak langsung membuat yang bersangkutan meninggalkan lokasi.

Ayu menuturkan, pengurus akhirnya meminta bantuan seorang perempuan yang tinggal di sebelah panti karena pria tersebut belum juga beranjak setelah diteriaki. Perempuan itu kemudian turut membantu meminta pria tersebut meninggalkan area sekitar panti. Setelah bantuan tersebut datang, pria itu akhirnya pergi dari lokasi dengan sepeda motornya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian pengurus panti karena terjadi di depan tempat tinggal para penghuni perempuan. Pihak panti menyampaikan keterangan mengenai urutan kejadian kepada polisi untuk membantu proses penyelidikan. Polisi masih menelusuri identitas pria tersebut serta memeriksa informasi yang berkaitan dengan dugaan aksi tidak senonoh di depan panti asuhan.

Pihak pengelola panti asuhan putri di Bandar Lampung berencana melaporkan dugaan aksi tak senonoh yang terjadi di depan lingkungan panti kepada polisi. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian dapat ditindaklanjuti melalui proses hukum, sekaligus menjadi upaya untuk mencegah peristiwa serupa kembali terjadi. Pengelola berharap laporan itu dapat membantu aparat menghimpun keterangan dan menelusuri pelaku berdasarkan informasi yang tersedia. Pelaporan juga diperlukan untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak yang tinggal di panti.

Ayu, salah satu pihak yang mengetahui kejadian tersebut, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi anak-anak panti. Menurut dia, sebagian anak mungkin merasa takut, terkejut, atau mengalami trauma setelah melihat perilaku yang tidak pantas di sekitar tempat tinggal mereka. Karena itu, pihak panti perlu memberikan pendampingan dan memastikan lingkungan tetap aman. Kondisi psikologis anak-anak juga akan diperhatikan agar mereka dapat kembali beraktivitas tanpa rasa cemas berlebihan. Pengelola ingin memastikan kejadian itu tidak mengganggu kegiatan belajar, istirahat, maupun interaksi anak-anak sehari-hari.

Ayu mengatakan masih mengingat sejumlah ciri pria yang diduga melakukan aksi tersebut. Ia juga mengingat sepeda motor yang digunakan saat kejadian. Namun, wajah pria itu tidak terlihat jelas karena tertutup masker dan helm. Informasi mengenai ciri-ciri tersebut akan disampaikan kepada polisi sebagai bahan awal dalam penyelidikan. Pihak panti menyerahkan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut kepada aparat berwenang, tanpa menyimpulkan identitas orang yang bersangkutan.

Setelah laporan dibuat, Ayu berharap polisi segera menindaklanjuti perkara dan menangkap pelaku apabila bukti serta keterangan yang diperlukan telah diperoleh. Harapan itu disampaikan demi memberikan rasa aman kepada anak-anak dan pengelola panti. Pihak panti juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi relevan agar menyampaikannya melalui jalur resmi, tanpa menyebarkan tuduhan yang belum terverifikasi. Kerja sama warga dinilai dapat membantu penyelidikan berjalan secara objektif dan mencegah munculnya keresahan baru di lingkungan sekitar.

Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan menyampaikan bahwa kepolisian masih melakukan penyelidikan atas dugaan aksi pamer kelamin di depan panti asuhan putri di Bandar Lampung. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa, termasuk memastikan informasi mengenai lokasi, waktu kejadian, serta pihak yang diduga terlibat. Polisi juga berupaya menghimpun keterangan yang dapat membantu memperjelas perkara tersebut.

Menurut Pandiangan, pihak panti asuhan belum menyampaikan laporan resmi ke Mapolsek Sukarame. Kendati demikian, kondisi itu tidak menghentikan langkah kepolisian untuk menelusuri dugaan aksi tak senonoh tersebut. Petugas tetap menjalankan serangkaian penyelidikan sebagai bagian dari upaya memastikan kebenaran informasi yang beredar dan memahami situasi yang terjadi di sekitar panti.

Proses yang dilakukan kepolisian masih berada pada tahap pengumpulan informasi. Petugas perlu memeriksa keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian, mencermati informasi pendukung, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya bukti yang relevan. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan perkara didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata pada kabar awal atau kesaksian yang belum diverifikasi.

Kompol HD Pandiangan menegaskan bahwa status perkara tersebut masih dalam penyelidikan. Sampai tahap ini, belum ada keterangan mengenai penangkapan, penetapan tersangka, ataupun hasil akhir penyelidikan yang dapat disampaikan kepada publik. Kepolisian masih menunggu perkembangan dari proses penelusuran yang dilakukan dan akan menentukan langkah berikutnya berdasarkan temuan serta informasi yang berhasil diperoleh. Pihak panti juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan aparat apabila memiliki keterangan atau informasi tambahan terkait dugaan peristiwa tersebut.

Baca juga: Polisi Telusuri Kekerasan terhadap Dua Wartawan Saat Kericuhan Aksi Karhutla di Palembang | Aksi KNPRI di Depan DPR Desak Pemakzulan Wakil Presiden Gibran