Jakarta | BlueFive Capital, perusahaan investasi global yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mengumumkan investasi strategis di Majoris Asset Management. Investasi tersebut dilakukan melalui BlueFive786, platform investasi berbasis syariah yang dimiliki grup BlueFive. Kemitraan ini menandai langkah penting bagi BlueFive dalam memperluas jangkauan bisnisnya ke Asia Tenggara, dengan Indonesia ditempatkan sebagai pintu masuk utama ke kawasan yang memiliki prospek pertumbuhan kuat.
Melalui kerja sama tersebut, BlueFive dan Majoris akan mengembangkan peluang di sektor pengelolaan investasi serta memperkuat akses terhadap produk dan layanan keuangan yang relevan bagi investor Indonesia. Namun, nilai transaksi dan rencana rebranding Majoris Asset Management masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, sejumlah rincian mengenai struktur investasi, perubahan identitas perusahaan, dan tahapan pelaksanaan kemitraan belum dapat diumumkan secara penuh.
Kerja sama ini berlangsung ketika minat investor global terhadap industri pengelolaan investasi terus meningkat. Indonesia dinilai menawarkan kombinasi menarik pertumbuhan ekonomi, basis investor yang luas, dan kebutuhan terhadap solusi investasi yang semakin beragam. Di saat yang sama, potensi pasar keuangan syariah Indonesia menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki permintaan besar terhadap instrumen investasi yang selaras dengan prinsip syariah. Kehadiran BlueFive melalui BlueFive786 dapat mempertemukan keahlian global dengan pemahaman lokal Majoris, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar domestik. Kemitraan ini juga mencerminkan upaya perusahaan untuk membangun pijakan jangka panjang di Indonesia, bukan sekadar melakukan ekspansi komersial, melainkan turut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekosistem investasi dan keuangan syariah nasional.
Kerja sama BlueFive Capital dan Majoris Asset Management memberikan manfaat strategis bagi kedua perusahaan melalui penggabungan kekuatan lokal dan jaringan internasional. Bagi Majoris, kemitraan ini membuka peluang untuk memperluas akses terhadap investor internasional sekaligus memperkenalkan produk investasi global kepada basis nasabah di Indonesia. Kehadiran BlueFive juga dapat memperkuat koneksi Majoris dengan ekosistem keuangan lintas negara, sehingga perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan layanan dan pilihan investasi yang relevan bagi investor domestik.
Dari sisi BlueFive Capital, Majoris menyediakan jalur langsung untuk menjangkau pasar Indonesia yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Akses tersebut didukung oleh lebih dari 700.000 nasabah ritel dan sekitar 50 klien institusi yang telah menjadi bagian dari jaringan Majoris. Basis nasabah ini memungkinkan BlueFive memahami kebutuhan investor lokal secara lebih mendalam, sekaligus mendukung distribusi solusi investasi global melalui mitra yang memiliki pengalaman dan infrastruktur di pasar domestik.
Kegiatan Majoris Asset Management terutama berfokus pada produk pasar uang dan pendapatan tetap. Fokus tersebut menjadi fondasi penting dalam melayani investor yang membutuhkan instrumen dengan karakteristik likuiditas, stabilitas, dan pengelolaan risiko yang sesuai. Direktur Utama Majoris Asset Management, San Verandy Herveranto, menyampaikan bahwa kemitraan ini ditujukan untuk memperluas kemampuan perusahaan dalam melayani investor domestik sekaligus memperkuat koneksinya dengan ekosistem investasi internasional. Tujuan tersebut mencerminkan upaya memadukan pengetahuan serta kemampuan lokal Majoris dengan pengalaman dan jaringan internasional BlueFive Capital. Dengan kombinasi ini, kedua perusahaan dapat membangun pendekatan yang lebih menyeluruh, yakni menghadirkan pemahaman terhadap kondisi pasar Indonesia sambil memanfaatkan wawasan, peluang, dan relasi investasi global. Sinergi tersebut diharapkan memperkaya pilihan bagi investor dan memperkuat posisi kedua perusahaan dalam mengembangkan layanan investasi yang berkelanjutan.
Majoris Asset Management memandang Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang kuat, tercermin dari meningkatnya minat investor global terhadap industri pengelolaan investasi di dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi, perkembangan kelas menengah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keuangan menciptakan ruang bagi pengembangan produk investasi yang lebih beragam. Momentum tersebut juga menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipertimbangkan sebagai bagian penting dari strategi investasi regional dan global.
Namun, peluang pertumbuhan perlu berjalan seiring dengan tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat. San Verandy menekankan bahwa transparansi, kepatuhan, manajemen risiko, serta perlindungan investor merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan pasar. Penguatan aspek-aspek tersebut penting agar ekspansi industri pengelolaan investasi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan aset, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang sehat manajer investasi dan nasabah.
Kemitraan ini diharapkan memperluas akses investor Indonesia terhadap produk investasi syariah yang berkualitas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan berbagai profil risiko. Kehadiran pilihan yang lebih luas dapat membantu mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional. Dengan inovasi, standar profesional, dan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan investor, sektor ini berpotensi berkembang secara berkelanjutan.
Bagi BlueFive Capital, Indonesia merupakan pasar strategis karena memiliki skala ekonomi besar, basis investor domestik yang luas, serta kebutuhan yang terus meningkat terhadap produk yang menggabungkan tujuan keuangan dengan prinsip syariah. CEO BlueFive Capital, Hazem Ben-Gacem, memandang Majoris sebagai penghubung penting pasar Indonesia, jaringan investor internasional, dan solusi investasi syariah BlueFive. Peran tersebut diharapkan membuka kolaborasi yang lebih luas, memperkenalkan keahlian global secara relevan, dan menghadirkan solusi yang tetap memperhatikan karakteristik serta kebutuhan investor lokal.
BlueFive Capital melihat peluang pertumbuhan jangka panjang di Indonesia seiring meningkatnya literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Perubahan ini mendorong semakin banyak individu untuk memahami pilihan investasi, menilai risiko, dan mempertimbangkan tujuan keuangan secara lebih terstruktur. Bagi industri pengelolaan aset, perkembangan tersebut menciptakan basis investor yang lebih luas sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap solusi investasi yang relevan, transparan, dan dikelola secara profesional.
Peluang itu tidak hanya berkaitan dengan potensi imbal hasil. Investor generasi baru semakin memperhatikan keberlanjutan, tata kelola, serta dampak jangka panjang dari keputusan penempatan dana. Karena itu, produk investasi diharapkan mampu menyeimbangkan kinerja finansial dengan pertimbangan sosial dan lingkungan, tanpa mengabaikan prinsip pengelolaan risiko. Kebutuhan tersebut membuka ruang bagi pengembangan produk yang dirancang sesuai karakteristik investor Indonesia, termasuk mereka yang mencari alternatif berdasarkan prinsip keuangan syariah.
Berdasarkan data yang menjadi rujukan, produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah saat ini baru mencakup sekitar 10% dari pasar asset management. Porsi tersebut menunjukkan bahwa segmen ini masih memiliki ruang ekspansi yang besar. Kehadiran produk yang dikelola secara profesional, memiliki strategi yang jelas, dan tetap selaras dengan prinsip keuangan syariah dapat membantu memperluas pilihan investor. Pada saat yang sama, pengembangan pasar perlu ditopang oleh edukasi, transparansi, dan pemahaman yang memadai mengenai risiko serta tujuan setiap produk.
Perspektif regional turut memperkuat posisi BlueFive dalam melihat peluang tersebut. Pada awal Oktober 2025, BlueFive menjalin aliansi strategis dengan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang didirikan Arsjad Rasjid. Kemitraan ini ditujukan untuk memperkuat aliran modal kawasan Teluk dan Asia Tenggara. Pada tahap awal, aliansi tersebut menyasar Asia Tenggara dan Timur Tengah, dengan opsi perluasan ke Asia Selatan serta pasar negara berkembang lainnya. Jejaring ini menjadi bagian dari rekam jejak regional BlueFive dalam membangun konektivitas investasi lintas kawasan.
Baca juga: Strategi Pengendalian Banjir Jakarta melalui DAS Mampang-Krukut dan Jaktirta | Coretax Perluas Basis Pajak Indonesia hingga Dua Juta Wajib Pajak Baru | Sengketa Merek Asics dan Istana Sepatu Diselesaikan melalui Mediasi DJKI



































