Bahlil Absen dari Pelantikan Golkar Sulsel karena Dampingi Prabowo

oleh -580 Dilihat
oleh
Bahlil Absen dari Pelantikan Golkar Sulsel karena Dampingi Prabowo

Kota Makassar | Bahlil Lahadalia tidak menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 yang dipimpin Ilham Arief Sirajuddin. Acara berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Hotel Four Points, Jalan Andi Djemma, Makassar. Bahlil, yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar, absen karena mendampingi Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan dalam konteks kegiatan tersebut. Meski tidak dihadiri langsung oleh ketua umum, agenda pelantikan tetap berlangsung dengan dipimpin Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.

Pelantikan itu menandai dimulainya masa kepengurusan baru Golkar Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan. Ilham Arief Sirajuddin memimpin jajaran pengurus daerah yang dilantik dalam acara tersebut. Kehadiran Sarmuji mewakili DPP Partai Golkar dalam memimpin prosesi, sekaligus menempatkan agenda daerah ini dalam rangkaian kegiatan organisasi di tingkat nasional. Acara di Makassar tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Rangkaian acara tersebut mempertemukan pengurus partai di tingkat daerah dengan perwakilan pusat dan pejabat kabinet. Pelantikan menjadi agenda formal untuk mengesahkan susunan kepengurusan Golkar Sulsel periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ilham. Sementara itu, ketidakhadiran Bahlil tidak mengubah pelaksanaan acara, karena prosesi dipimpin oleh Sarmuji selaku Sekjen DPP. Informasi mengenai tempat dan waktu pelaksanaan, serta para tokoh yang hadir, menjadi bagian penting dari laporan kegiatan tersebut. Dengan demikian, perhatian pada acara ini tertuju pada pergantian masa kepengurusan daerah, peran DPP dalam memimpin pelantikan, dan alasan Bahlil tidak dapat hadir di Makassar untuk mengikuti prosesi secara langsung.

Ketidakhadiran Bahlil Lahadalia dalam pelantikan pengurus Golkar Sulawesi Selatan dijelaskan oleh Sarmuji sebagai akibat tugas yang harus dijalankannya bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurut penjelasan tersebut, Bahlil perlu mendampingi presiden untuk membahas sejumlah persoalan penting. Kewajiban itu membuatnya tidak dapat hadir secara langsung di acara pelantikan yang telah dijadwalkan.

Sebelum acara berlangsung, sempat ada rencana agar Bahlil tetap menyapa para pengurus melalui sambungan Zoom apabila ia tidak bisa datang ke lokasi. Opsi tersebut dimaksudkan sebagai alternatif agar Bahlil dapat menyampaikan sapaan kepada jajaran partai meskipun berhalangan hadir secara fisik. Namun, rencana itu pada akhirnya tidak terlaksana.

Sarmuji menyampaikan bahwa Bahlil sudah berada bersama Presiden Prabowo. Dengan keadaan tersebut, ia tidak dapat mengikuti acara melalui Zoom sebagaimana sempat direncanakan. Penjelasan itu menempatkan agenda bersama presiden sebagai alasan utama absennya Bahlil, sekaligus menerangkan mengapa alternatif kehadiran jarak jauh juga tidak terwujud.

Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai persoalan-persoalan yang dibahas Bahlil bersama presiden. Karena itu, alasan ketidakhadirannya dapat dijelaskan sebatas keterangan bahwa ia mendampingi Prabowo untuk membicarakan sejumlah hal penting. Keterangan Sarmuji juga membedakan dua kemungkinan yang sebelumnya dipertimbangkan: kehadiran langsung dan sapaan melalui Zoom. Kehadiran langsung tidak memungkinkan karena tugas tersebut, sementara opsi daring tidak jadi dilakukan setelah Bahlil berada bersama presiden.

Dengan demikian, absennya Bahlil dalam pelantikan Golkar Sulsel bukan disertai rencana sambungan virtual yang kemudian berjalan, melainkan berakhir tanpa sapaan melalui Zoom. Informasi yang disampaikan Sarmuji menegaskan bahwa jadwal bersama Presiden Prabowo menjadi kendala, tanpa memerinci isi pembahasan. Penjelasan itu memberi konteks mengenai situasi Bahlil pada saat pelantikan, namun tidak menambahkan keterangan tentang agenda pertemuan maupun persoalan yang dibahas. Keterangan tersebut menjadi dasar untuk memahami mengapa Bahlil tidak hadir di lokasi dan mengapa alternatif menyapa pengurus secara daring akhirnya tidak terlaksana.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam pelantikan kepengurusan Golkar Sulawesi Selatan. Ketidakhadiran tersebut terjadi karena Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Sarmuji menjelaskan keadaan itu kepada jajaran partai dan pihak yang hadir, sekaligus menyampaikan bahwa absennya ketua umum bukanlah bentuk kurangnya perhatian terhadap Sulawesi Selatan.

Permohonan maaf itu disertai penegasan bahwa Golkar tetap menaruh perhatian besar kepada provinsi tersebut. Menurut Sarmuji, Sulawesi Selatan memiliki arti penting bagi partai dan menjadi salah satu basis utama pendulang suara Golkar. Pernyataan tersebut menggambarkan posisi strategis daerah itu dalam pandangan partai, tanpa mengubahnya menjadi klaim mengenai hasil pemilu ataupun kondisi politik lain yang tidak disampaikan.

Dengan demikian, pesan Sarmuji berfokus pada dua hal: menjelaskan alasan Bahlil tidak dapat menghadiri pelantikan dan memastikan bahwa hubungan serta perhatian Golkar terhadap Sulawesi Selatan tetap dijaga. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan tertinggi partai, sementara penekanannya mengenai basis suara menunjukkan pentingnya daerah itu bagi Golkar. Keterangan tersebut juga menjadi penegasan bagi pengurus dan kader setempat bahwa agenda pelantikan tetap mendapat perhatian partai, meskipun ketua umum berhalangan hadir karena mendampingi Prabowo. Sarmuji tidak menyatakan bahwa ketidakhadiran itu mengubah kedudukan Sulawesi Selatan bagi Golkar. Sebaliknya, ia menekankan arti daerah tersebut dalam konteks dukungan terhadap partai. Penjelasan ini mempertahankan fokus pada permohonan maaf dan pengakuan atas peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis utama pendulang suara, tanpa menarik kesimpulan lebih jauh dari pernyataannya.

Sarmuji menyampaikan pesan tentang hubungan kader dan pemimpin organisasi dengan merujuk pada filosofi sastra Makassar. Dalam perumpamaan tersebut, pemimpin diibaratkan sebagai jarum, sedangkan para pengikut atau kader adalah benang. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi tidak dapat dipisahkan dalam menghasilkan tenunan. Jarum menentukan arah lintasan, sementara benang mengikuti geraknya dan membentuk pola. Gambaran ini menekankan bahwa organisasi hanya dapat berjalan baik apabila pemimpin dan anggota memahami tanggung jawab masing-masing serta bekerja dalam satu tujuan.

Bagi kader, kesetiaan bukan sekadar pernyataan dukungan. Komitmen perlu diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan organisasi, kesediaan menaati instruksi yang sah, dan kesiapan mengikuti arahan pemimpin. Sikap tersebut membantu menjaga koordinasi serta mencegah setiap anggota bergerak sendiri-sendiri. Namun, ketaatan tidak berarti bahwa kader kehilangan peran atau tanggung jawab. Mereka tetap perlu bekerja secara konsisten, menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, dan mendukung keputusan organisasi agar tujuan bersama dapat dicapai. Loyalitas yang sehat menjadi kekuatan ketika diarahkan pada kepentingan organisasi, bukan hanya pada hubungan pribadi.

Di sisi lain, perumpamaan itu juga mengingatkan bahwa kewajiban tidak hanya berada pada kader. Pemimpin harus memberikan arahan yang jelas, mengambil keputusan ketika organisasi menghadapi pilihan, dan menjadi teladan melalui sikap serta tindakannya. Instruksi akan lebih mudah diterima apabila disertai pertimbangan yang bertanggung jawab dan contoh yang dapat diikuti. Jarum yang sekadar ada, tetapi tidak bergerak dengan tepat, tidak akan membantu benang membentuk tenunan yang indah. Demikian pula, loyalitas kader saja tidak cukup apabila kepemimpinan tidak mampu menyatukan, menuntun, dan menggerakkan anggota. Keseimbangan kesetiaan anggota dan tanggung jawab pemimpin menjadi dasar bagi organisasi yang solid, terarah, dan mampu bekerja bersama.

Baca juga: Survei IPO: Mayoritas Responden Puas terhadap Kinerja Prabowo, Harga Pokok Jadi Sorotan | Titik Kedelapan Dokter Keliling Prabowo Bareng Gerindra Sapa Warga Depok, Prasetyawati: Masyarakat Sehat Pangkal Kesejahteraan | Titik Kedelapan Dokter Keliling Prabowo Bareng Gerindra Sapa Warga Depok, Prasetyawati: Masyarakat Sehat Pangkal Kesejahteraan