BTM Muhammadiyah Batang Catat 16.000 Anggota di Usia 11 Tahun, Hadiah NMAX Jadi Sorotan

oleh -42 Dilihat
oleh
BTM Muhammadiyah Batang Catat 16.000 Anggota di Usia 11 Tahun, Hadiah NMAX Jadi Sorotan

Pekalongan | Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Batang memperingati milad ke-11 dengan capaian sekitar 16.000 anggota. Jumlah tersebut menjadi penanda penting bagi perjalanan lembaga keuangan syariah tersebut dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas layanan simpanan. Peringatan milad digelar melalui kegiatan undian berhadiah di Zieda Garden, Limpung, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Acara ini berlangsung sebagai bentuk penghargaan kepada para anggota yang selama ini mempercayakan kebutuhan simpanan dan layanan keuangannya kepada BTM Batang.

Undian tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memberikan apresiasi secara langsung kepada anggota. Beragam hadiah disiapkan untuk meningkatkan kemeriahan acara, mulai dari peralatan rumah tangga hingga kendaraan. Hadiah yang tersedia lain kompor, blender, kipas angin, setrika, kulkas, dan televisi. Selain itu, anggota juga berkesempatan membawa pulang sepeda serta sepeda listrik. Keragaman hadiah tersebut menunjukkan upaya penyelenggara untuk menjangkau kebutuhan dan minat anggota dari berbagai kalangan.

Perhatian terbesar dalam perayaan ini tertuju pada hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX. Kendaraan tersebut menjadi daya tarik utama dalam undian milad dan turut memperkuat antusiasme peserta yang hadir di lokasi. Bagi BTM Batang, perayaan ke-11 bukan hanya momentum untuk menandai bertambahnya usia lembaga, melainkan juga kesempatan untuk merawat hubungan dengan anggota. Capaian 16.000 anggota mencerminkan dukungan yang terus tumbuh, sedangkan pemberian hadiah menjadi wujud terima kasih atas partisipasi dan loyalitas mereka.

BTM Muhammadiyah Batang berperan sebagai lembaga keuangan syariah yang hadir untuk melayani kebutuhan finansial masyarakat secara aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah. Selama 11 tahun beroperasi, lembaga ini terus memperkuat hubungan dengan anggota melalui layanan simpanan dan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan keluarga, pelaku usaha, serta masyarakat secara umum. Jumlah anggota yang telah mencapai sekitar 16.000 orang menjadi gambaran pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan BTM Batang.

Ketua KSPPS BTM Batang, H Farichun, menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan membuat pelayanan kepada anggota semakin baik, cepat, dan memuaskan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus tetap dijaga seiring bertambahnya jumlah anggota. Karena itu, setiap layanan perlu diberikan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan anggota. Ia juga mendorong anggota untuk memanfaatkan berbagai produk simpanan dan pembiayaan yang telah tersedia.

Produk simpanan BTM Batang mencakup simpanan wadiah dan mudharabah, yang dapat digunakan sesuai tujuan serta kemampuan anggota. Tersedia pula simpanan qurban dan aqiqah untuk membantu perencanaan ibadah, simpanan haji dan umrah, serta simpanan pendidikan bagi kebutuhan biaya belajar. Bagi anggota yang ingin mengembangkan dana dalam periode tertentu, tersedia simpanan berjangka atau deposito dengan mekanisme yang sesuai ketentuan syariah.

Di sisi pembiayaan, akad murabahah dapat dimanfaatkan untuk pembelian berbagai barang. Pembiayaan musyarakah ditujukan bagi anggota yang membutuhkan tambahan modal usaha melalui kerja sama permodalan. Sementara itu, ijarah multi jasa dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbasis jasa. Ragam pilihan tersebut dirancang agar anggota lebih mudah menyimpan dan mengambil dana, memperoleh pembiayaan sesuai kebutuhan, serta mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Dengan penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan produk secara tepat, BTM Batang diharapkan terus menjadi mitra keuangan syariah yang dipercaya masyarakat.

Pengalaman Siti Nur Wahidah, warga Krajan, Kecamatan Tersono, menjadi gambaran nyata manfaat layanan BTM bagi anggotanya. Perempuan berusia 36 tahun itu berhasil memenangkan hadiah utama berupa sepeda motor Yamaha NMAX dalam undian milad ke-11 BTM Muhammadiyah Batang. Kemenangan tersebut tidak hanya menjadi kejutan menyenangkan bagi Siti, tetapi juga menunjukkan adanya apresiasi lembaga kepada anggota yang mempercayakan kebutuhan keuangannya kepada BTM.

Siti diketahui telah menjadi anggota BTM selama kurang lebih lima tahun. Selama periode tersebut, ia menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung. Besaran tabungan dan frekuensi setoran tidak selalu sama, melainkan disesuaikan dengan kondisi keuangan serta kemampuan pada setiap waktu. Cara tersebut membuat kegiatan menabung terasa lebih ringan dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Bagi Siti, kebiasaan menyimpan uang sedikit demi sedikit merupakan langkah penting untuk menjaga keuangan sekaligus membangun cadangan bagi kebutuhan mendatang.

Setelah menerima kabar mengenai hadiah utama, Siti menyampaikan rasa senang dan bersyukur. Ia juga meyakini bahwa menyimpan uang di BTM terasa aman, sehingga kepercayaan terhadap layanan tersebut semakin kuat. Pengalaman memenangkan Yamaha NMAX membuatnya semakin yakin untuk terus menjadi anggota dan menggunakan layanan BTM sesuai kebutuhannya. Kisah Siti memperlihatkan bahwa manfaat keanggotaan tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh hadiah, tetapi juga dengan rasa aman, kedisiplinan menabung, serta hubungan kepercayaan yang terbangun anggota dan lembaga keuangan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, H M Harto Setiyono, memandang BTM memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar lembaga keuangan. Kehadirannya menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui layanan yang berlandaskan prinsip syariah. BTM diharapkan tidak hanya menyediakan akses pembiayaan dan layanan simpanan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi anggota, warga persyarikatan, pelaku usaha kecil, serta masyarakat secara lebih luas.

Dalam kerangka tersebut, BTM diposisikan sebagai salah satu pilar dakwah ekonomi syariah Muhammadiyah di Batang. Perjalanan selama 11 tahun tentu tidak lepas dari berbagai tantangan, baik dalam menjaga kepercayaan anggota, menghadapi dinamika perekonomian, maupun menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan layanan keuangan. Perkembangan yang telah dicapai menunjukkan adanya komitmen pengelola, konsistensi dan dedikasi jajaran pengurus, serta dukungan kepercayaan masyarakat dan warga persyarikatan. Ketiga unsur tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan lembaga sekaligus memperluas dampak sosial dan ekonominya.

Ke depan, terdapat sejumlah hal yang perlu terus diperkuat. Pertama, fondasi syariah harus berjalan seiring dengan profesionalisme dalam tata kelola, pelayanan, pengelolaan risiko, dan pengembangan sumber daya manusia. Kedua, BTM perlu mempererat sinergi dengan program dakwah Muhammadiyah agar aktivitas ekonomi memiliki keterkaitan yang jelas dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan amal usaha. Ketiga, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan penting, termasuk melalui peningkatan layanan digital, keamanan data, dan kemudahan akses bagi anggota. Dengan penguatan pada tiga aspek tersebut, BTM diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan yang telah dibangun sekaligus menjalankan peran strategisnya sebagai lembaga keuangan syariah yang berorientasi pada kemanfaatan bersama.