Delapan Anggota Salvador 424 Ditangkap Seusai Bentrokan Empat Geng Motor di Medan

oleh -53 Dilihat
oleh
Delapan Anggota Salvador 424 Ditangkap Seusai Bentrokan Empat Geng Motor di Medan

MEDAN, SUMATERA UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026, Bentrokan yang melibatkan empat geng motor terjadi di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Peristiwa tersebut berlangsung tepat di depan Raz Hotel and Convention, sehingga lokasi itu menjadi titik yang disebut dalam pemberitaan mengenai kejadian tersebut. Bentrokan ini melibatkan kelompok Salvador 424 Medan, Dokmar Stay High, Coham Famz, dan NKB Padang Bulan.

Keempat kelompok tersebut tercatat sebagai pihak yang terlibat dalam bentrokan antargeng motor itu. Peristiwa di Jalan Dr Mansyur kemudian menarik perhatian setelah kejadian tersebut terekam kamera. Rekaman itu memperlihatkan adanya bentrokan antargeng motor di area depan Raz Hotel and Convention, Kecamatan Medan Sunggal.

Setelah direkam, video mengenai peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Penyebaran rekaman membuat informasi tentang bentrokan empat geng motor itu diketahui oleh lebih banyak orang. Nama Salvador 424 Medan, Dokmar Stay High, Coham Famz, dan NKB Padang Bulan turut disebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Kota Medan tersebut.

Lokasi kejadian, yakni Jalan Dr Mansyur di depan Raz Hotel and Convention, menjadi bagian penting dalam laporan ini. Bentrokan itu tidak hanya menjadi perhatian karena melibatkan empat kelompok, tetapi juga karena dokumentasinya beredar melalui media sosial. Dengan demikian, peristiwa tersebut dikenal publik sebagai bentrokan antargeng motor yang terjadi di kawasan Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Polisi mengamankan delapan orang yang disebut sebagai anggota kelompok geng motor Salvador 424 Medan setelah konflik jalanan yang melibatkan empat geng motor berlangsung. Penindakan tersebut dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam bentrokan serta mencegah konflik serupa kembali terjadi di wilayah Medan.

Delapan orang yang diamankan memiliki rentang usia 15 hingga 20 tahun. Mereka adalah ANZ, 15 tahun; RSP, 17 tahun; Arif Kurniawan, 20 tahun; FMG, 16 tahun; Syihan Pamungkas alias Beben, 20 tahun; DT, 18 tahun; JOH, 18 tahun; dan Exel Yosua Siburian, 19 tahun. Seluruh identitas tersebut dicatat berdasarkan keterangan terkait proses pengamanan yang dilakukan oleh personel kepolisian.

Para terduga anggota Salvador 424 itu terdiri atas pelajar hingga mahasiswa. Namun, tidak terdapat informasi lebih lanjut mengenai status pendidikan masing-masing orang yang diamankan. Karena itu, kepolisian masih perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mendalami peran setiap individu dalam rangkaian konflik tersebut. Pemeriksaan juga penting untuk memastikan kronologi bentrokan, termasuk waktu kejadian, lokasi pertemuan antarkelompok, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Operasi yang dipimpin Iptu Ramadhani Bimo Setiadi menunjukkan respons kepolisian terhadap meningkatnya potensi gangguan keamanan yang berkaitan dengan aktivitas geng motor. Setelah delapan orang tersebut diamankan, penyidik dapat mengumpulkan keterangan dari para pihak dan menyesuaikannya dengan bukti yang ditemukan di lapangan. Proses hukum selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan pembuktian mengenai keterlibatan masing-masing orang dalam konflik jalanan itu.

Bimo menerangkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bahwa proses penangkapan terhadap anggota Salvador 424 dilakukan di sejumlah lokasi, terutama di kawasan Perumahan Rorinata Residence, Kecamatan Sunggal. Menurut keterangannya, sebagian besar pelaku diamankan dari kediaman masing-masing. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menindaklanjuti bentrokan yang melibatkan empat geng motor di Medan.

Keterangan itu menegaskan bahwa para pelaku tidak seluruhnya diamankan dalam satu tempat atau melalui satu rangkaian tindakan di lokasi yang sama. Petugas mendatangi beberapa rumah yang diduga berkaitan dengan keberadaan anggota kelompok tersebut. Dari lokasi-lokasi itu, polisi juga melakukan penggeledahan untuk mencari barang atau benda yang dapat membantu penyelidikan atas peristiwa bentrokan.

Dalam penggeledahan di beberapa lokasi, polisi menemukan tiga celurit. Benda-benda tajam tersebut ditemukan di tempat yang berbeda, termasuk di atas lemari di rumah salah satu pelaku. Polisi juga menemukan celurit di bawah kasur milik seseorang berinisial Y. Nama Y disebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sehingga keberadaan benda tersebut menjadi bagian dari temuan yang didalami penyidik.

Temuan celurit itu turut dicatat dalam proses penanganan perkara dan diamankan untuk kebutuhan penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih perlu mencocokkan barang bukti dengan keterangan para saksi serta informasi lain mengenai rangkaian bentrokan. Penyebutan lokasi penemuan tersebut tidak berarti seluruh pelaku ditangkap di tempat yang sama. Selain itu, status Y sebagai orang yang masuk DPO tidak dapat dipahami sebagai tanda bahwa yang bersangkutan telah ditangkap. Keterangan mengenai penangkapan, penggeledahan, dan daftar pencarian orang tetap dibedakan sesuai hasil tindakan kepolisian di masing-masing lokasi.

Selain tiga celurit yang telah diamankan, polisi menyita sejumlah barang bukti lain dari kelompok tersebut. Barang bukti itu terdiri atas empat sepeda motor, tujuh ponsel dari berbagai merek, satu helm, serta empat kunci kendaraan. Seluruh barang tersebut dibawa bersama para anggota yang diamankan untuk membantu penyidik mendalami peristiwa bentrokan dan aktivitas kelompok di lapangan.

Dalam pemeriksaan awal, kelompok itu diketahui menamakan diri Salvador 424 Medan. Mereka disebut biasa berkumpul di kawasan Jalan Tanjung Selamat. Informasi mengenai identitas kelompok dan lokasi berkumpul tersebut menjadi bagian dari pendalaman polisi untuk mengetahui pola pergerakan, hubungan antaranggota, serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam rangkaian bentrokan antargeng motor yang terjadi di wilayah Medan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Salvador 424 Medan sebelumnya terlibat bentrokan dengan sejumlah kelompok lain. Kelompok yang disebut dalam pemeriksaan tersebut adalah Dokmar Stay High, Coham Famz, dan NKB Padang Bulan. Keterangan ini masih menjadi bahan penyelidikan untuk menyusun gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian, termasuk latar belakang bentrokan dan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Seluruh anggota geng motor yang diamankan, bersama seluruh barang bukti, telah dibawa ke Mapolrestabes Medan. Di lokasi tersebut, mereka menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Polisi juga mendalami keterangan para pihak dan mencocokkannya dengan barang bukti yang disita. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan fakta kejadian serta menentukan langkah hukum berikutnya sesuai hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *