Jakarta | Pada Rabu siang, 28 Oktober 2026, Transjakarta menyesuaikan operasional delapan rute menyusul aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta Pusat. Perubahan layanan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi di lapangan, yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan bus dan akses pelanggan di sekitar lokasi kegiatan. Penyesuaian ini mencakup penghentian sementara, perpendekan layanan, serta pengalihan lintasan pada rute-rute tertentu.
Empat rute dihentikan sementara selama situasi dinilai belum memungkinkan bus melintas dengan aman. Sementara itu, empat rute lainnya tetap melayani pelanggan, tetapi dengan pola operasi berbeda: sebagian perjalanan diperpendek dan sebagian dialihkan dari lintasan semula. Dengan demikian, dampak aksi terhadap layanan tidak seragam, melainkan bergantung pada kondisi ruas jalan dan titik yang terdampak. Pelanggan yang hendak bepergian di kawasan tersebut perlu memperhatikan perubahan rute sebelum berangkat.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa penyesuaian dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan pelanggan. Pertimbangan keselamatan menjadi penting ketika aksi massa berpotensi membatasi akses kendaraan, menimbulkan kepadatan, atau membuat kondisi perjalanan sulit dipastikan. Pengaturan operasional juga memungkinkan petugas menyesuaikan layanan dengan perkembangan situasi, sehingga keputusan dapat mengutamakan keselamatan penumpang dan awak bus.
Meski delapan rute mengalami perubahan, sebagian besar layanan Transjakarta tetap beroperasi normal. Artinya, kegiatan unjuk rasa tidak menghentikan seluruh jaringan layanan, dan pelanggan di banyak wilayah masih dapat menggunakan bus seperti biasa. Namun, bagi pengguna rute yang melintasi Jakarta Pusat, perjalanan mungkin memerlukan waktu lebih lama atau perlu disesuaikan dengan titik layanan yang masih beroperasi. Pelanggan disarankan memeriksa informasi resmi Transjakarta secara berkala, termasuk pemberitahuan mengenai perubahan lintasan dan dimulainya kembali layanan yang dihentikan. Informasi terbaru dapat membantu pengguna memilih perjalanan alternatif, mengatur waktu keberangkatan, serta menghindari ketidakpastian saat menuju halte. Penyesuaian operasional tersebut bersifat mengikuti keadaan di lapangan, sehingga layanan dapat berubah kembali apabila akses jalan dan situasi aksi mengalami perkembangan. Transjakarta menyampaikan perubahan ini sebagai langkah layanan, bukan penghentian menyeluruh, agar perjalanan tetap dapat berlangsung di jalur yang memungkinkan.
Demo yang berlangsung di Jakarta Pusat berdampak pada operasional empat rute Transjakarta. Untuk sementara, layanan pada rute-rute tersebut dihentikan, sehingga pelanggan perlu memperhatikan perubahan sebelum merencanakan perjalanan. Penghentian ini berlaku di seluruh titik pemberhentian pada masing-masing rute, bukan hanya di halte tertentu atau pada sebagian ruas perjalanan. Dengan demikian, pelanggan yang biasanya naik maupun turun di titik mana pun pada rute terdampak tidak dapat mengandalkan layanan tersebut selama penghentian berlangsung.
Rute pertama yang dihentikan sementara adalah 6B, dengan lintasan Ragunan–Balai Kota via Semanggi. Rute kedua adalah 6A, yang melayani perjalanan Ragunan–Balai Kota via Kuningan. Kedua rute ini menghubungkan Ragunan dengan kawasan Balai Kota melalui jalur yang berbeda. Seluruh titik pemberhentian yang menjadi bagian dari rute 6B dan 6A termasuk dalam cakupan penghentian operasional. Pelanggan yang biasa menggunakan salah satu rute tersebut perlu mempertimbangkan pilihan perjalanan lain untuk sementara, terutama jika perjalanan mereka bergantung pada titik pemberhentian di sepanjang lintasan itu.
Dua rute lainnya yang terdampak adalah 1P Senen–Blok M dan 1B Stasiun Palmerah–Tosari. Pada rute 1P, penghentian mencakup semua titik pemberhentian sepanjang perjalanan Senen dan Blok M. Hal yang sama berlaku untuk rute 1B, dari Stasiun Palmerah hingga Tosari. Jadi, penghentian bukan hanya berlaku pada titik awal atau akhir, melainkan di seluruh pemberhentian masing-masing rute. Informasi mengenai waktu pemulihan layanan tidak tersedia, sehingga pelanggan sebaiknya memeriksa pengumuman resmi Transjakarta sebelum berangkat untuk memperoleh perkembangan terbaru. Daftar rute yang terdampak meliputi 6B Ragunan–Balai Kota via Semanggi, 6A Ragunan–Balai Kota via Kuningan, 1P Senen–Blok M, serta 1B Stasiun Palmerah–Tosari. Pastikan pula pilihan perjalanan alternatif sesuai dengan lokasi keberangkatan dan tujuan, karena layanan pada keempat rute tersebut dihentikan sementara secara menyeluruh.
Dalam penyesuaian operasional Transjakarta yang berlangsung saat demo di Jakarta Pusat, dua trayek mengalami perpendekan layanan, yakni 6D Stasiun Tebet–Bundaran Senayan via underpass dan 4C Pulo Gadung–Bundaran Senayan. Informasi perubahan ini penting bagi pelanggan yang menggunakan kedua rute tersebut untuk mengetahui batas pemberhentian yang masih dilayani. Perubahan yang disebutkan berfokus pada bagian layanan tertentu; keterangan mengenai pemberhentian terdampak tidak dengan sendirinya menjelaskan perubahan pada seluruh perjalanan atau rute lain.
Pada rute 6D, layanan tidak melayani bus stop Plaza Sentral hingga Jalan Karet Baru Timur. Rentang tersebut menjadi batas pemberhentian yang terdampak dalam penyesuaian rute Stasiun Tebet–Bundaran Senayan via underpass. Dengan demikian, pelanggan perlu mencermati nama kedua titik itu sebagai acuan area pemberhentian yang tidak dilayani. Keterangan ini tidak menyebut adanya perubahan pada titik lain di luar rentang tersebut, sehingga tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa semua bus stop pada rute 6D ikut tidak beroperasi.
Sementara itu, rute 4C Pulo Gadung–Bundaran Senayan tidak melayani pemberhentian mulai dari bus stop Graha Mandiri sampai Bundaran Senayan. Rentang yang disebutkan mencakup titik awal Graha Mandiri dan batas di Bundaran Senayan. Penjelasan mengenai batas ini membantu membedakan perubahan pada 4C dari perubahan pada 6D, karena titik awal dan titik akhir rentang pemberhentian yang terdampak untuk kedua trayek berbeda. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan bagian layanan 4C tersebut.
Untuk memastikan perjalanan sesuai kebutuhan, pelanggan kedua rute dapat menggunakan nama bus stop yang tercantum sebagai patokan sebelum berangkat. Pada 6D, perhatikan rentang Plaza Sentral hingga Jalan Karet Baru Timur; pada 4C, perhatikan rentang Graha Mandiri hingga Bundaran Senayan. Perincian tersebut menyajikan batas layanan yang terdampak tanpa menyatakan bahwa pemberhentian di luar batas itu mengalami perubahan. Tidak ada keterangan tambahan mengenai durasi penyesuaian, arah perjalanan yang berbeda, atau layanan pengganti. Karena itu, uraian perubahan sebaiknya dipahami terbatas pada bus stop yang telah disebutkan untuk masing-masing trayek, bukan sebagai informasi tentang kondisi semua layanan Transjakarta di Jakarta Pusat.
Pengalihan operasional Transjakarta dilakukan pada rute 9D Pasar Minggu–Tanah Abang dan rute 1 Blok M–Kota seiring kondisi lalu lintas di Jakarta yang terdampak aksi unjuk rasa. Pelanggan yang menggunakan kedua layanan tersebut perlu memperhatikan perubahan perjalanan, karena sejumlah halte atau titik pemberhentian tidak dilayani sementara dan lintasan bus mengalami penyesuaian.
Pada rute 9D menuju Tanah Abang, armada tidak melayani pemberhentian mulai dari Benhil hingga Pospol Jatibunder. Sementara itu, untuk perjalanan menuju Pasar Minggu, bus tidak berhenti di bus stop Jembatan Serong hingga Benhil. Pengguna rute disarankan memeriksa titik naik dan turun yang masih beroperasi sebelum berangkat, serta menyiapkan waktu tambahan untuk menyesuaikan perjalanan apabila harus berpindah ke layanan lain.
Adapun rute 1 Blok M–Kota dialihkan pada lintasan di kawasan Polda hingga Monas. Penyesuaian tersebut berlangsung ketika lalu lintas Jakarta terpantau padat akibat demonstrasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Berdasarkan data resmi Polda Metro Jaya, sebanyak 53 elemen masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa dan buruh, menyampaikan aspirasi pada hari tersebut.
Konsentrasi massa berada di sejumlah titik, lain Bundaran HI dan Monas, depan Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto arah Slipi, serta kawasan Tugu Tani di Menteng.
Baca juga: Tol Dalam Kota Jakarta Padat di Sejumlah Ruas Menjelang Aksi 28 Oktober | Aksi Massa 28 Oktober, Sejumlah Ruas Jakarta Diperkirakan Padat | Mal di Jakarta Tetap Buka saat Demo di Bundaran HI, APPBI Soroti Potensi Turunnya Kunjungan



































