Bandung | Persib Bandung gagal mengamankan kemenangan ketika menghadapi Dewa United pada laga pekan keempat Super League 2026-2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Minggu malam (11/10). Hasil pertandingan menjadi perhatian karena Persib sejatinya tampil di hadapan pendukung sendiri dan berupaya menjaga momentum kompetisi.
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengakui bahwa timnya melakukan sejumlah kesalahan sepanjang pertandingan. Sorotan utama diarahkan pada dua kesalahan yang terjadi pada babak pertama. Menurut Tolic, kesalahan tersebut turut memengaruhi jalannya pertandingan dan membuat Persib tidak dapat menjalankan rencana permainan secara maksimal sejak awal.
Pengakuan itu menunjukkan bahwa persoalan Persib bukan hanya berkaitan dengan penyelesaian akhir, tetapi juga menyangkut konsentrasi dan pengambilan keputusan ketika pertandingan berlangsung. Kesalahan pada fase awal dapat memberikan ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan, sementara Persib harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan kendali di lapangan.
Laga melawan Dewa United pun menjadi bahan evaluasi penting bagi staf pelatih dan para pemain. Persib perlu memperbaiki koordinasi, mengurangi kesalahan individu, serta menjaga fokus sejak menit pertama agar situasi serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya. Pernyataan Igor Tolic mengenai dua kesalahan di babak pertama menjadi penanda bahwa pembenahan harus segera dilakukan, terutama dalam menghadapi persaingan Super League yang masih panjang.
Penilaian Igor Tolic terhadap babak pertama laga Persib kontra Dewa United berpusat pada dua kesalahan yang terjadi di lini pertahanan Persib. Menurut sang pelatih, Dewa United mampu menemukan dua celah tersebut dan memanfaatkannya dengan baik hingga menghasilkan gol. Penilaian itu menjadi sorotan karena kedua kesalahan tersebut secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan pada 45 menit pertama. Bagi Tolic, kesempatan yang dimanfaatkan Dewa United menunjukkan bahwa Persib harus lebih cermat dalam menjaga pertahanan.
Celah pertama yang ditemukan Dewa United berujung pada gol Egy Maulana Vikri pada menit ke-23. Gol tersebut menjadi hasil dari kesalahan pertama Persib yang berhasil dimanfaatkan oleh lawan. Tolic menilai momen itu memperlihatkan kemampuan Dewa United dalam mengenali ruang yang tersedia di lini pertahanan Persib. Setelah celah tersebut ditemukan, Dewa United mampu mengubahnya menjadi gol melalui Egy Maulana Vikri. Urutan kejadian itu menjadi bagian penting dari evaluasi sang pelatih terhadap penampilan Persib pada babak pertama.
Kesalahan kedua kemudian kembali dimanfaatkan Dewa United dan berujung pada gol Noah Sadaoui pada menit ke-45. Dengan demikian, dua celah di pertahanan Persib menghasilkan dua gol bagi Dewa United, masing-masing melalui Egy Maulana Vikri pada menit ke-23 dan Noah Sadaoui pada menit ke-45. Igor Tolic menyoroti dua momen tersebut sebagai hal yang perlu diperhatikan dalam menilai jalannya babak pertama. Penilaian itu menegaskan bahwa Dewa United tidak menyia-nyiakan peluang yang muncul dari kesalahan Persib, sementara dua gol tersebut menjadi gambaran utama dari masalah pertahanan yang disoroti oleh sang pelatih.
Selain dua kesalahan pada babak pertama, Igor Tolic menilai Persib menghadapi tantangan lain yang membuat pengembangan permainan tidak berjalan mudah. Dewa United memiliki sejumlah pemain berkualitas, baik secara individu maupun dalam menjalankan skema tim. Kemampuan lawan dalam menjaga penguasaan bola, memenangkan duel, serta memanfaatkan ruang membuat Persib harus bekerja lebih keras untuk membangun serangan. Situasi tersebut turut membatasi pilihan Persib ketika berusaha keluar dari tekanan dan menemukan celah di lini pertahanan Dewa United.
Aspek kebugaran juga menjadi perhatian. Menurut penilaian Igor, kondisi fisik pemain Dewa United tampak lebih terjaga sehingga mereka mampu mempertahankan intensitas permainan dalam periode yang panjang. Kebugaran yang lebih baik dapat membantu sebuah tim bergerak lebih konsisten, terutama saat harus melakukan transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya. Bagi Persib, tekanan dari lawan menjadi semakin berat ketika energi pemain mulai terkuras dan koordinasi antarlini tidak lagi berlangsung secepat yang diharapkan.
Igor juga melihat perbedaan fokus dalam persiapan kompetisi. Dewa United dinilai memiliki persiapan yang lebih terarah untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2026, sedangkan Persib harus menghadapi tantangan dalam menyiapkan tim secara optimal. Keuntungan dari persiapan yang lebih fokus dapat terlihat melalui kesiapan taktik, ritme pertandingan, serta kondisi pemain saat laga berlangsung. Meski demikian, kualitas pemain dan kebugaran lawan bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil pertandingan. Persib tetap perlu mengevaluasi kesalahan individu, efektivitas strategi, dan kemampuan menjaga konsentrasi agar dapat berkembang pada pertandingan berikutnya.
Igor Tolic menyoroti dua kesalahan yang dibuat Persib pada babak pertama dalam laga menghadapi Dewa United. Menurutnya, kesalahan tersebut menjadi faktor penting karena Persib harus menerima hukuman dari lawan. Dewa United dinilai mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik, terutama karena mereka merupakan tim yang memiliki kualitas.
Igor juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi Dewa United. Ia menilai fokus tim tersebut hanya berada di kompetisi liga. Selain itu, Dewa United memiliki pemain-pemain berkualitas yang membuat mereka mampu memberikan tekanan dan menyulitkan Persib. Kombinasi fokus pada liga serta kualitas pemain lawan menjadi bagian dari alasan Persib tidak mudah mengejar ketertinggalan setelah dua gol tercipta.
Baca juga: Igor Tolic Apresiasi Perjuangan Persib Saat Bangkit dari Ketertinggalan | Persib Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol dan Tahan Dewa United 2-2 | Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran: Nilai Rendah, Stres Publik, dan Sorotan Tata Kelola







