Empat Tangki Septik Komunal Dibangun untuk Warga Cempaka Baru

oleh -61 Dilihat
oleh
Empat Tangki Septik Komunal Dibangun untuk Warga Cempaka Baru

Jakarta | Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat membangun empat titik tangki septik komunal di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran. Pembangunan fasilitas ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sanitasi bagi 21 rumah warga yang selama ini belum memiliki sarana pengolahan limbah domestik tersebut. Kehadiran tangki septik komunal diharapkan menyediakan pilihan yang lebih layak bagi keluarga yang membutuhkan fasilitas sanitasi dasar di lingkungan tempat tinggal mereka.

Fasilitas komunal memungkinkan beberapa rumah memanfaatkan sistem penampungan dan pengolahan limbah secara bersama. Dengan demikian, warga yang belum memiliki tangki septik sendiri dapat memperoleh akses ke sarana sanitasi tanpa harus menyediakan fasilitas individual terlebih dahulu. Empat titik pembangunan ditempatkan untuk melayani kebutuhan warga di Cempaka Baru. Upaya ini juga menjadi bagian dari penyediaan prasarana lingkungan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan permukiman.

Pembangunan tangki septik komunal tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur, tetapi juga dengan perubahan kebiasaan sanitasi. Salah satu tujuannya ialah mengurangi praktik buang air besar sembarangan, yang dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Akses terhadap fasilitas yang lebih memadai membantu warga menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat, sekaligus menjaga kualitas lingkungan di sekitar rumah. Keberadaan sarana bersama ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan dasar 21 rumah yang sebelumnya belum memiliki fasilitas sanitasi.

Agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, penggunaan dan pemeliharaan fasilitas perlu menjadi perhatian bersama. Warga dapat menjaga kebersihan area tangki, menggunakan sarana sesuai peruntukannya, serta menyampaikan apabila terdapat gangguan yang memerlukan penanganan. Keterlibatan masyarakat dalam merawat fasilitas akan mendukung fungsi tangki septik komunal dalam jangka panjang. Melalui pembangunan empat titik tersebut, layanan sanitasi di Kelurahan Cempaka Baru diharapkan semakin mudah dijangkau dan praktik buang air besar sembarangan dapat terus ditekan.

Pembangunan empat tangki septik komunal di Cempaka Baru menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses warga terhadap sanitasi yang layak. Fasilitas bersama ini diharapkan membantu masyarakat mengelola limbah domestik dengan lebih baik, terutama di lingkungan yang membutuhkan sarana sanitasi memadai. Ketersediaan infrastruktur tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Upaya penyediaan tangki septik komunal mendukung program Open Defecation Free (ODF), yaitu kondisi ketika masyarakat tidak lagi melakukan BABS. DKI Jakarta menargetkan pencapaian ODF pada 2030, sehingga pembangunan sarana sanitasi di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dari pekerjaan menuju sasaran tersebut. Selain membangun fasilitas, keberlanjutan manfaatnya juga bergantung pada pemanfaatan dan pemeliharaan yang baik oleh warga serta dukungan koordinasi pihak terkait.

Pekerjaan pembangunan di Cempaka Baru dimulai pada 16 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana, koordinasi teknis dilakukan bersama pelaksana proyek. Koordinasi ini diperlukan untuk memantau tahapan pekerjaan, membahas kebutuhan teknis di lapangan, serta menangani kendala yang berpotensi memengaruhi kemajuan pembangunan. Penyelesaian tetap diarahkan agar sesuai jadwal yang tercantum dalam surat perintah mulai kerja (SPMK).

Wintha Frilliana, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru, menyambut positif program pembangunan tersebut. Menurutnya, penyediaan tangki septik komunal merupakan langkah yang bermanfaat bagi warga sekaligus mendukung peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Dukungan terhadap program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat langkah menuju lingkungan yang lebih sehat dan pencapaian target bebas BABS di Jakarta.

Wintha mengimbau warga Cempaka Baru menggunakan tangki septik komunal sesuai peruntukannya, yakni untuk mengelola limbah domestik. Instalasi tersebut bukan tempat pembuangan sampah, sehingga warga diminta tidak memasukkan plastik, sisa makanan, kain, maupun benda lain ke dalam saluran atau bagian tangki. Sampah yang masuk dapat mengganggu proses pengolahan, menyumbat aliran, dan berpotensi mengurangi kinerja fasilitas. Kebiasaan menggunakan sarana sanitasi secara tepat menjadi langkah sederhana yang membantu menjaga lingkungan permukiman tetap bersih sekaligus melindungi investasi pemerintah.

Ia juga berharap masyarakat ikut merawat fasilitas yang telah dibangun, bukan hanya mengandalkan petugas atau pemerintah. Perawatan dapat dimulai dengan menjaga kebersihan area instalasi, menggunakan saluran dengan benar, serta segera menyampaikan laporan apabila ditemukan kerusakan atau gangguan. Keterlibatan warga penting karena tangki septik komunal digunakan bersama dan manfaatnya bergantung pada kondisi sarana dalam jangka panjang. Dengan kepedulian kolektif, fasilitas sanitasi dapat terus berfungsi dengan baik dan mendukung kebutuhan warga secara berkelanjutan.

Pembangunan fasilitas serupa direncanakan berlanjut di wilayah lain. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), termasuk kemungkinan memperoleh dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Wintha menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah, pengelola wilayah, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya standar sanitasi universal di Jakarta Pusat. Kerja bersama tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membangun kota global yang sehat dan berkelanjutan. Perluasan sarana sanitasi, disertai pemanfaatan dan pemeliharaan yang bertanggung jawab, dapat membantu memperkuat layanan dasar di lingkungan warga. Karena itu, keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesiapan anggaran, dukungan berbagai pihak, dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga fasilitas bersama.

Ketua RW 03 Cempaka Baru, Hasanudin Moni, menyampaikan apresiasi atas pembangunan empat tangki septik komunal bagi warga di lingkungannya. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan dukungan nyata terhadap upaya menciptakan permukiman yang lebih sehat, bersih, dan layak. Pengelolaan limbah rumah tangga melalui jaringan yang memadai dapat membantu mengurangi risiko pencemaran lingkungan, sekaligus mendukung kebiasaan hidup sehat bagi masyarakat. Ia menilai pembangunan ini sebagai langkah penting yang manfaatnya dapat dirasakan bersama, terutama oleh warga yang sebelumnya belum memiliki akses pengelolaan sanitasi yang memadai.

Meski demikian, tidak semua rumah di wilayah RW 03 dapat tersambung ke jaringan tangki septik komunal yang telah dibangun. Hasanudin menjelaskan, masih terdapat tiga rumah warga yang belum bisa dihubungkan dengan fasilitas tersebut. Kondisi lokasi dan kontur tanah menjadi kendala utama untuk menarik sambungan menuju rumah-rumah itu. Dengan keadaan tersebut, pembangunan jaringan komunal belum dapat menjangkau seluruh warga secara merata, meskipun fasilitasnya sudah tersedia dan diharapkan mampu melayani kebutuhan sanitasi di kawasan permukiman tersebut.

Situasi itu menjadi perhatian pengurus lingkungan karena akses sanitasi yang aman perlu tersedia bagi setiap keluarga. Keterbatasan teknis di lapangan membuat ketiga rumah tersebut memerlukan solusi berbeda dari sambungan ke tangki komunal. Hasanudin berharap kebutuhan warga yang belum terlayani tetap diperhatikan, sehingga mereka tidak tertinggal dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Upaya penyediaan sarana yang sesuai kondisi masing-masing rumah dinilai penting agar tujuan pembangunan fasilitas komunal dapat memberi dampak lebih luas dan mendukung kesehatan warga secara menyeluruh.

Karena itu, Hasanudin meminta Wali Kota Jakarta Pusat mempertimbangkan bantuan pembangunan tangki septik individual bagi tiga rumah tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi alternatif yang sesuai dengan keterbatasan lokasi maupun kondisi tanah, sekaligus memastikan warga memperoleh fasilitas sanitasi yang layak. Ia berharap koordinasi pemerintah dan masyarakat dapat membantu menemukan bentuk dukungan yang tepat bagi rumah-rumah yang belum tersambung.

Baca juga: Bedah RTLH, Satgas TMMD Ke-130 Hadirkan Harapan Baru Warga Yamboi | Empat Narapidana Jadi Tersangka dalam Kematian Warga Binaan di Muaradua