Erick Thohir Ungkap Keinginan John Herdman untuk Uji Tandang Timnas Indonesia pada November

oleh -35 Dilihat
oleh
Erick Thohir Ungkap Keinginan John Herdman untuk Uji Tandang Timnas Indonesia pada November

Jakarta | Ketua PSSI Erick Thohir mengungkapkan keinginan pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, agar skuad Garuda tetap menjalani pertandingan tandang pada FIFA Matchday November 2026. Keinginan tersebut disampaikan di tengah perhatian terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Asia Barat yang belakangan semakin memanas.

Erick menyebut bahwa Herdman ingin timnas Indonesia tidak hanya berfokus pada pertandingan di kandang. Pelatih tersebut menghendaki adanya laga tandang pada agenda FIFA Matchday November 2026. Pernyataan itu menegaskan rencana untuk menjaga skuad Garuda tetap menjalani pengalaman bertanding di luar negeri pada periode tersebut.

Keterangan mengenai keinginan John Herdman itu disampaikan Erick sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah situasi di Arab Saudi setelah terjadi serangan peluru kendali atau rudal di Riyadh. Kondisi tersebut menjadi latar bagi penyampaian informasi mengenai rencana pertandingan timnas Indonesia.

Erick menyampaikan pernyataan itu di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa John Herdman menginginkan timnas Indonesia tetap memperoleh agenda pertandingan tandang pada FIFA Matchday November 2026. Informasi ini menjadi gambaran awal mengenai arah persiapan skuad Garuda, khususnya terkait kemungkinan menjalani pertandingan di luar kandang ketika ketegangan di kawasan Asia Barat sedang meningkat.

Keinginan John Herdman agar Timnas Indonesia menjalani pertandingan tandang pada November berkaitan dengan kebutuhan persiapan menuju Piala Asia 2027. Erick Thohir menjelaskan bahwa laga di kawasan Asia Barat dapat memberikan pengalaman yang relevan karena turnamen tersebut akan berlangsung di Arab Saudi. Dengan menghadapi lawan di wilayah yang memiliki karakter lingkungan serupa, pemain diharapkan tidak hanya berlatih dalam situasi yang terkontrol, tetapi juga mulai beradaptasi dengan berbagai kondisi yang mungkin ditemui saat kompetisi.

Salah satu manfaat utama adalah kesempatan merasakan atmosfer pertandingan di kawasan Asia Barat. Pengalaman tersebut mencakup suasana stadion, karakter dukungan penonton, serta tekanan psikologis ketika bermain jauh dari kandang. Tim juga dapat mempelajari bagaimana pemain merespons pertandingan dengan intensitas dan lingkungan yang berbeda. Menurut penjelasan Erick, pengalaman semacam itu penting agar skuad tidak menjadikan kondisi baru sebagai kejutan ketika tampil di Piala Asia 2027.

Selain atmosfer, pertandingan tandang dapat membantu pemain mengenali kondisi udara dan pengaruhnya terhadap permainan. Cuaca, suhu, kelembapan, serta waktu pemulihan berpotensi memengaruhi stamina dan strategi pertandingan. Perjalanan menuju kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran. Tim pelatih dapat mengevaluasi pengaturan jadwal, waktu istirahat, pola makan, dan pemulihan setelah penerbangan panjang. Semua aspek itu berkaitan dengan kesiapan fisik pemain secara keseluruhan.

Rencana tersebut sekaligus memberi ruang bagi tim untuk menguji aspek logistik, mulai dari transportasi lokal, akomodasi, komunikasi antartim, hingga pengelolaan perlengkapan. Karena itu, laga tandang tidak dipandang hanya sebagai agenda untuk menambah jumlah pertandingan. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari persiapan yang lebih luas, yang menggabungkan evaluasi teknis, adaptasi lingkungan, kesiapan mental, dan kemampuan operasional. Dengan pendekatan itu, Timnas Indonesia dapat membangun pengalaman sebelum menghadapi tuntutan Piala Asia di Arab Saudi.

Menurut Erick Thohir, laga tandang di kawasan Asia Barat dapat menjadi bagian penting dalam persiapan Timnas Indonesia. Pertandingan semacam ini tidak hanya menguji kemampuan teknis Ole Romeny dan rekan-rekannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana mereka merespons lingkungan yang berbeda. Perubahan cuaca, kondisi lapangan, suasana stadion, hingga tekanan dari pendukung tuan rumah dapat memengaruhi konsentrasi serta pengambilan keputusan pemain. Situasi tersebut memberi pengalaman nyata yang sulit sepenuhnya disimulasikan dalam pemusatan latihan atau pertandingan di kandang sendiri.

Perjalanan menuju Asia Barat juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi skuad Garuda. Jarak tempuh yang panjang, perbedaan waktu, jadwal transit, dan waktu istirahat yang terbatas berpotensi menimbulkan kelelahan. Dampaknya dapat terlihat pada kebugaran, kecepatan pemulihan, dan kemampuan pemain menjaga intensitas permainan selama 90 menit. Karena itu, pertandingan tandang dapat membantu tim menguji kesiapan pengelolaan perjalanan, mulai dari penentuan waktu keberangkatan hingga pola pemulihan setelah tiba di lokasi. Aspek pendukung seperti nutrisi, tidur, serta penyesuaian rutinitas juga perlu diperhatikan secara cermat.

Erick menilai berbagai kondisi tersebut perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen berlangsung. Tim pelatih dapat mengamati respons pemain, kemudian menyusun langkah antisipasi berdasarkan pengalaman langsung. Evaluasi itu mencakup kemampuan menjaga fokus ketika lelah, beradaptasi dengan kebiasaan setempat, serta mempertahankan komunikasi dan kedisiplinan dalam situasi yang tidak ideal. Dengan demikian, laga tandang berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan yang lebih menyeluruh. Timnas Indonesia dapat mengukur bukan hanya kualitas permainan, melainkan juga daya tahan mental, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi tantangan nonteknis yang mungkin muncul selama kompetisi.

Erick Thohir menegaskan bahwa rencana pertandingan tandang Timnas Indonesia pada November masih akan disesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan di Asia Barat. Kondisi di Arab Saudi dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum federasi mengambil keputusan final. Menurut Erick, aspek keselamatan pemain, staf pelatih, ofisial, serta rombongan pendukung harus ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap agenda pertandingan internasional.

Apabila keadaan keamanan di kawasan tersebut tidak membaik, opsi alternatif akan dipertimbangkan. Perubahan itu dapat mencakup peninjauan terhadap lokasi pertandingan atau penyusunan rencana lain yang tetap memungkinkan Timnas Indonesia menjalani agenda FIFA Matchday. Erick menyampaikan bahwa keputusan tersebut tidak akan dibuat secara terburu-buru karena perlu mempertimbangkan informasi terbaru dan jaminan keamanan dari negara tuan rumah.

Sesuai jadwal yang telah ada, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania dalam FIFA Matchday pada 13 November. Pertandingan itu direncanakan berlangsung di Stadion Amman Internasional, Yordania. Jadwal tersebut masih menjadi acuan, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil evaluasi keamanan serta komunikasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan laga.

Erick juga menyebutkan bahwa dalam satu hingga dua hari setelah pernyataan tersebut, pihak Indonesia akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati pertandingan. Komunikasi itu dilakukan untuk mengetahui situasi keamanan terkini dan memastikan kesiapan masing-masing negara dalam menerima kedatangan Timnas Indonesia. Jika negara terkait tidak dapat memberikan jaminan keamanan yang memadai, rencana pertandingan tandang akan ditinjau kembali. Erick menegaskan bahwa langkah selanjutnya akan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga: PSSI Siapkan Alternatif Lawan Timnas untuk FIFA Match Day November 2026 | Erick Thohir Soroti Kebutuhan Skuad Indonesia Menjelang Piala Asia 2027 | Erick Thohir Kecam Penyerangan Rombongan Persib U-18 di Batang