Geely EX2 Mengalami Gangguan Pengisian Daya pada Awal Pemakaian

oleh -62 Dilihat
oleh
Geely EX2 Mengalami Gangguan Pengisian Daya pada Awal Pemakaian

Jakarta | Seorang pemilik Geely EX2 mengeluhkan baterai mobilnya sulit, bahkan tidak dapat, diisi ketika kendaraan tersebut baru digunakan. Karena gangguan itu, mobil akhirnya dibawa ke bengkel dealer untuk menjalani pemeriksaan. Pengalaman tersebut disampaikan pemilik melalui akun Threads @heryxxx, yang mengunggah ceritanya mengenai kendala pengisian daya pada masa awal kepemilikan. Keluhan ini muncul tak lama setelah unit diterima, ketika pemilik masih berada dalam tahap awal menggunakan kendaraan listrik tersebut.

Pemilik menyebut membeli Geely EX2 varian tertinggi dengan pertimbangan kendaraan itu akan digunakan sebagai mobil keluarga untuk jangka panjang. Sebelum menentukan pilihan, ia mempertimbangkan efisiensi serta kenyamanan yang ditawarkan mobil listrik. Kendaraan dipesan pada 5 September 2026 dan diterima pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam proses pemesanan, ia menyepakati pilihan warna lain karena warna yang semula diinginkan sudah diambil oleh konsumen lain. Perubahan warna tersebut menjadi bagian dari proses sebelum unit diserahkan kepada pemilik.

Menurut pengakuannya, pada awal pemakaian belum ada masalah berarti yang dirasakan. Mobil dapat digunakan sebagaimana mestinya, sehingga gangguan pengisian daya yang kemudian terjadi menjadi perhatian tersendiri. Masalah itu berkaitan dengan kemampuan baterai menerima pengisian, bukan keluhan yang telah muncul sejak kendaraan pertama kali diterima. Pemilik lalu membawa mobil ke bengkel dealer agar kondisi kendaraan dapat diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan di bengkel menjadi langkah yang ditempuh untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang diperlukan.

Unggahan pemilik tersebut memberikan gambaran mengenai urutan kejadian sejak pemesanan hingga keluhan muncul. Ia menyampaikan bahwa keputusan memilih varian tertinggi didasarkan pada kebutuhan keluarga dan rencana pemakaian dalam jangka panjang, dengan efisiensi serta kenyamanan sebagai pertimbangan. Namun, setelah masa awal penggunaan yang menurutnya berjalan tanpa kendala berarti, persoalan pengisian baterai membuat kendaraan harus diperiksa di dealer. Informasi mengenai hasil pemeriksaan atau penyebab teknis gangguan belum disebutkan dalam pengalaman yang dibagikan tersebut. Karena itu, keluhan ini mencatat pengalaman seorang pemilik, sementara penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi unit menunggu hasil pemeriksaan bengkel.

Pada 8 Oktober 2026, pemilik Geely EX2 melakukan pengisian daya pertama di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) iGreen. Pengisian ini menjadi bagian dari pengalaman awal menggunakan kendaraan setelah proses pembelian selesai. Pemilik datang dengan baterai tersisa sekitar 30 persen, lalu memulai pengisian menggunakan voucher yang diberikan oleh tenaga penjual. Voucher tersebut digunakan untuk sesi pertama di fasilitas iGreen, sehingga transaksi pengisian ini berlangsung dalam konteks pengenalan awal terhadap layanan pengisian umum. Pada saat itu, belum ada keterangan mengenai masalah lain yang terjadi selama sesi tersebut. Fakta yang tercatat adalah rentang baterai yang diisi dan waktu yang diperlukan.

Baterai kemudian diisi hingga mencapai 85 persen, sehingga kenaikannya sekitar 55 poin persentase. Meski demikian, proses dari 30 persen menuju 85 persen itu memakan waktu lebih dari satu jam. Durasi tersebut menjadi hal yang paling menonjol dalam pengalaman pengisian pertama pemilik. Waktu yang dibutuhkan terasa panjang dibandingkan harapan pemilik untuk sesi pengisian awal, dan membuatnya mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Perasaan tersebut muncul berdasarkan lamanya pengisian yang dialami saat itu, bukan karena adanya diagnosis atau penjelasan teknis yang sudah dipastikan. Tidak tersedia keterangan mengenai kondisi fasilitas, daya yang diterima kendaraan, pengaturan pengisian, ataupun faktor lain yang mungkin berkaitan dengan durasi tersebut. Karena itu, catatan awal ini sebaiknya dipahami sebagai laporan pengalaman pemilik, bukan penetapan penyebab gangguan.

Sebagai latar belakang, dalam riwayat pembelian kendaraan tersebut, pemilik telah membayar tanda jadi dan uang muka dengan nilai sekitar Rp128 juta. Informasi pembayaran ini menjelaskan konteks kepemilikan Geely EX2 sebelum pengisian pertama dilakukan. Nilai itu merupakan bagian dari transaksi pembelian dan tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan waktu pengisian. Setelah kendaraan digunakan, pengalaman pada 8 Oktober menjadi titik awal perhatian pemilik terhadap kinerja pengisian daya. Untuk memahami persoalan secara utuh, diperlukan informasi lanjutan dari pemeriksaan atau keterangan pihak terkait. Sampai ada data tersebut, hal yang dapat disampaikan secara faktual terbatas pada pengisian di iGreen, penggunaan voucher tenaga penjual, perubahan tingkat baterai, serta durasi lebih dari satu jam.

Pada 11 Oktober 2026, pemilik Geely EX2 melakukan pengisian daya untuk kedua kalinya sejak mulai menggunakan mobil tersebut. Saat itu, kapasitas baterai berada di kisaran 30 persen. Mobil kemudian disambungkan ke pengisi daya, tetapi angka persentase pada baterai tidak menunjukkan kenaikan. Kondisi tersebut membuat pemilik menduga bahwa kendala mungkin berasal dari perangkat atau titik pengisian yang sedang digunakan. Dugaan itu belum dapat dipastikan, sehingga ia mencoba mencari lokasi lain untuk mengetahui apakah pengisian dapat berjalan normal.

Pemilik membawa mobil ke beberapa lokasi pengisian berbeda dan kembali mencoba mengisi baterai. Namun, pada percobaan-percobaan tersebut, persentase baterai tetap tidak bertambah. Tidak ada keterangan yang memastikan bahwa semua fasilitas pengisian itu mengalami kerusakan; yang diketahui adalah daya pada mobil tersebut tidak bertambah selama upaya pengisian. Setelah serangkaian percobaan itu, pemilik memutuskan pulang dengan sisa kapasitas baterai sekitar 12 persen. Situasi ini membuat pengalaman berkendara menjadi lebih terbatas, karena mobil harus digunakan dengan memperhitungkan daya yang tersisa dan belum ada kepastian mengenai sumber gangguan.

Setibanya di rumah, pemilik mencoba menggunakan portable charger sebagai cara lain untuk mengisi daya. Hasilnya tetap sama: kapasitas baterai tidak naik meskipun perangkat telah disambungkan. Percobaan menggunakan pengisi daya portabel itu kembali dilakukan pada hari berikutnya, tetapi belum menunjukkan perubahan pada persentase baterai. Dengan demikian, gangguan tidak hanya muncul dalam satu percobaan di satu lokasi pengisian umum, tetapi juga berulang saat pemilik mencoba metode pengisian di rumah. Meski begitu, rangkaian kejadian tersebut belum cukup untuk menetapkan penyebab pasti. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah sumbernya berkaitan dengan mobil, proses pengisian, perangkat yang digunakan, atau faktor lain. Hingga ada hasil pemeriksaan, kejadian ini menggambarkan kendala pengisian yang dialami pemilik pada awal pemakaian, bukan kesimpulan tentang kondisi seluruh jaringan pengisian daya.Setelah upaya pengisian daya di rumah tidak berhasil, pemilik Geely EX2 menghubungi tenaga penjual untuk menyampaikan kendala yang dialami. Dari komunikasi tersebut, pemilik disarankan mengontak layanan Emergency Road Assistance (ERA) agar mendapat bantuan lanjutan. Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah gangguan pengisian muncul pada awal pemakaian kendaraan. Informasi yang tersedia tidak merinci pemeriksaan yang dilakukan di lokasi, sehingga tidak dapat dipastikan apakah ada tindakan teknis sebelum mobil dibawa ke bengkel. Saran untuk menghubungi ERA menunjukkan bahwa penanganan kemudian diarahkan melalui jalur bantuan darurat dan jaringan purnajual dealer. Pemilik mengikuti arahan tersebut, lalu mobil dijadwalkan untuk dibawa ke bengkel dealer agar kondisinya dapat diperiksa lebih lanjut oleh teknisi. Pada tahap ini, belum ada keterangan mengenai penyebab pasti kegagalan pengisian.

Pada 12 Oktober 2026, mobil tersebut diderek ke bengkel dealer untuk menjalani pemeriksaan. Penderekan dilakukan sebagai bagian dari penanganan setelah pengisian di rumah gagal, bukan sebagai bukti bahwa kerusakan tertentu telah dipastikan. Pemeriksaan di bengkel memberi kesempatan bagi pihak teknis untuk mengevaluasi sistem pengisian kendaraan secara langsung. Namun, rincian tahapan pemeriksaan, hasil pengujian per komponen, maupun keadaan kendaraan selama proses itu tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia.